Sisipublik.com – Data terverifikasi menjadi salah satu perhatian dalam penyaluran bantuan pascabencana di Pidie Jaya, Aceh. Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya berkoordinasi dengan Kementerian Sosial untuk memastikan data korban dan calon penerima bantuan sesuai dengan kondisi di lapangan.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan apresiasi atas langkah Pemkab Pidie Jaya dalam melengkapi serta memverifikasi data tersebut. Ia menyampaikan hal itu saat menerima audiensi Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Data terverifikasi untuk penyaluran bantuan
Gus Ipul menilai data terverifikasi membantu pemerintah memastikan bantuan pascabencana menjangkau masyarakat yang benar-benar terdampak. Menurut dia, proses pemeriksaan data membutuhkan waktu karena pemerintah perlu menyesuaikannya dengan kondisi faktual di lapangan.
Kemensos menyebut dua tahap pengajuan bantuan dari Pidie Jaya telah melalui proses verifikasi. Sebagian bantuan juga sudah tersalurkan, sedangkan sebagian lainnya masih menjalani proses.
Karena itu, pemerintah daerah perlu terus memperbarui dan memastikan ketepatan data penerima. Langkah tersebut menjadi bagian dari proses pemulihan yang tidak hanya mencakup penyaluran bantuan, tetapi juga penanganan dampak bencana secara lebih luas.
Pemkab Pidie Jaya lengkapi data penerima
Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi mengatakan pemerintah daerah telah melengkapi dan memverifikasi data korban serta penerima bantuan pascabencana. Pemkab kemudian menyerahkan data tersebut kepada pemerintah pusat untuk proses pemeriksaan lanjutan.
Sibral berharap proses verifikasi dan validasi berikutnya dapat meminimalkan kesalahan dalam penyaluran bantuan. Dengan demikian, data yang digunakan pemerintah dapat semakin sesuai dengan kondisi masyarakat terdampak.
Sebelumnya, Pidie Jaya juga masih menghadapi sejumlah pekerjaan dalam pemulihan pascabencana. Kemenko PMK pada 15 September 2026 mencatat adanya pembahasan mengenai percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk pembangunan hunian serta pemulihan sektor ekonomi produktif seperti lahan pertanian dan tambak.
Pemulihan membutuhkan koordinasi berkelanjutan
Gus Ipul menyebut penanganan Pidie Jaya dapat menjadi pembelajaran dalam memperkuat koordinasi antarpemerintah saat menghadapi bencana. Selain memastikan bantuan tersalurkan, pemerintah juga perlu memperkuat langkah mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana berikutnya.
Dengan demikian, proses pemulihan Pidie Jaya tidak berhenti pada distribusi bantuan. Pemerintah pusat dan daerah masih perlu memastikan kebutuhan masyarakat terdampak teridentifikasi secara akurat serta mendukung pemulihan kehidupan warga secara bertahap.











Komentar