Perhatian Keluarga Prajurit Gugur Jadi Prioritas Pemerintah Usai Tragedi Karhutla Kalteng

- Jurnalis

Sabtu, 7 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan belasungkawa atas gugurnya tiga prajurit TNI usai Rapat Koordinasi bersama Pimpinan DPR RI di Gedung Nusantara, Jakarta (foto: kementerian sekretaris negara)

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan belasungkawa atas gugurnya tiga prajurit TNI usai Rapat Koordinasi bersama Pimpinan DPR RI di Gedung Nusantara, Jakarta (foto: kementerian sekretaris negara)

Sisipublik.com – Perhatian keluarga prajurit gugur dalam operasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah menjadi salah satu prioritas pemerintah setelah kecelakaan helikopter TNI Angkatan Darat menewaskan tiga personel pada Rabu (4/11/2026).

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan komitmen tersebut dalam keterangan pers seusai rapat koordinasi bersama pimpinan DPR RI di Gedung Nusantara, Jakarta, Jumat (6/11/2026). Ia menegaskan, pemerintah akan memperhatikan keluarga yang kehilangan anggota keluarganya saat menjalankan tugas negara.

Selain itu, perhatian keluarga prajurit gugur juga mencakup masa depan putra-putri para personel yang meninggal dunia. Prasetyo menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan agar pemerintah memastikan keluarga para prajurit memperoleh perhatian setelah musibah tersebut.

Pemerintah Perhatikan Keluarga dan Anak Prajurit

Prasetyo menegaskan bahwa pengorbanan para prajurit dalam operasi penanganan karhutla tidak boleh luput dari perhatian pemerintah. Menurutnya, para personel menjalankan tugas di tengah kondisi berbahaya demi membantu mengatasi kebakaran hutan dan lahan.

“Sesuai dengan petunjuk Bapak Presiden, kami diminta untuk memberikan perhatian, termasuk kepada keluarga maupun kepada putra-putri saudara-saudara kita yang telah berjuang menjalankan tugasnya dengan penuh keikhlasan di tengah marabahaya yang membutuhkan pengorbanan,” kata Prasetyo.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Pecahan 1 Gram Kini Dibanderol Rp 2,773 Juta

Pada kesempatan yang sama, ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga tiga prajurit yang gugur. Ia turut memberikan penghargaan kepada relawan dan seluruh unsur pemerintah yang terus bekerja menangani karhutla.

“Kami ingin menyampaikan belasungkawa yang sebesar-besarnya dan sedalam-dalamnya kepada saudara-saudara kita yang bekerja keras, baik relawan, unsur pemerintah, dan terakhir tiga prajurit kita yang gugur di dalam menjalankan tugas untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.

Tiga Prajurit Gugur Saat Jalankan Misi Pemadaman

Kecelakaan helikopter TNI AD pada Rabu (4/11/2026) menjadi duka bagi jajaran TNI dan seluruh personel yang terlibat dalam operasi penanggulangan karhutla di Kalimantan Tengah.

Tiga prajurit yang gugur dalam peristiwa tersebut yakni Letkol CPN (Anm.) Dudi Firmansyah, Kapten CPN (Anm.) Nurhafiz Akbar, dan Sertu (Anm.) Heri Prasetyo.

Helikopter Mi-17V5 milik TNI AD mengalami kecelakaan di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan. Saat itu, awak helikopter menjalankan misi pemadaman melalui operasi water bombing di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.

Baca Juga :  Kemnaker Siapkan Teaching Factory dan Karirhub untuk Percepat Penyerapan Lulusan Kampus

Peristiwa tersebut sekaligus memperlihatkan besarnya risiko yang harus dihadapi personel di lapangan ketika menjalankan operasi pemadaman dari udara.

Operasi Water Bombing Berisiko Tinggi

Prasetyo juga mengapresiasi dedikasi seluruh personel TNI, unsur pemerintah, dan relawan yang terus menangani kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah.

Ia menyoroti operasi water bombing sebagai salah satu metode pemadaman yang memiliki tingkat risiko tinggi. Operasi tersebut membutuhkan keberanian, kesiapan, dan pengorbanan personel yang bertugas di lapangan.

Karena itu, pemerintah memberikan penghargaan atas kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan karhutla, termasuk mereka yang menghadapi ancaman keselamatan selama menjalankan misi.

Menutup keterangannya, Prasetyo mengajak masyarakat mendoakan tiga prajurit yang gugur agar mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Ia juga berharap keluarga yang ditinggalkan memperoleh kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi kehilangan tersebut.

Berita Terkait

Waste Station Banyumas Ubah Sampah Terpilah Menjadi Saldo Digital Warga
Ekonomi Sirkular Berpotensi Ciptakan 4,4 Juta Pekerjaan, Menaker Soroti Kesiapan SDM
SIGAP Kemenhaj Perkuat Pengawasan Haji dan Umrah, Penanganan Aduan Dipantau Real-Time
WFA Jadi Strategi Kemenhub Tekan Kepadatan Mobilitas Saat Libur Nataru 2026/2027
Pengawasan Umrah Sepanjang Tahun Disiapkan, Kemenhaj Bidik Bandara Keberangkatan Utama
Mentan Amran Siapkan Skema Cadangan Jagung, Peternak Bisa Akses Pasokan Saat Paceklik
PM-AAS Grobogan Tembus 3.500 Hektare, Kementan Uji Target Panen 11 Ton per Hektare
Agen Perlinsos Digital Libatkan 18 Juta Keluarga, Gus Ipul Tegaskan Sistem yang Menentukan Penerima Bansos
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 07:29 WIB

Waste Station Banyumas Ubah Sampah Terpilah Menjadi Saldo Digital Warga

Minggu, 8 November 2026 - 06:04 WIB

Ekonomi Sirkular Berpotensi Ciptakan 4,4 Juta Pekerjaan, Menaker Soroti Kesiapan SDM

Sabtu, 7 November 2026 - 09:00 WIB

SIGAP Kemenhaj Perkuat Pengawasan Haji dan Umrah, Penanganan Aduan Dipantau Real-Time

Jumat, 6 November 2026 - 16:00 WIB

WFA Jadi Strategi Kemenhub Tekan Kepadatan Mobilitas Saat Libur Nataru 2026/2027

Jumat, 6 November 2026 - 09:00 WIB

Pengawasan Umrah Sepanjang Tahun Disiapkan, Kemenhaj Bidik Bandara Keberangkatan Utama

Berita Terbaru