Kemendag Bidik Pasar Kanada, 200 UMKM Kerajinan Disiapkan Perluas Ekspor hingga 2030

- Jurnalis

Rabu, 4 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Produk kerajinan UMKM Indonesia memiliki peluang untuk memperluas pasar internasional melalui program TRISEG yang digagas Kemendag bersama TFO Canada (foto: kementerian perdagangan)

Produk kerajinan UMKM Indonesia memiliki peluang untuk memperluas pasar internasional melalui program TRISEG yang digagas Kemendag bersama TFO Canada (foto: kementerian perdagangan)

Sisipublik.com – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyiapkan ekspor kerajinan UMKM ke Kanada melalui Program Trade through Regional Inclusive Sustainable Economic Growth (TRISEG). Program kerja sama dengan Trade Facilitation Office (TFO) Canada tersebut menargetkan pendampingan terhadap 200 UMKM selama lima tahun untuk meningkatkan kualitas produk dan memperluas jaringan perdagangan internasional.

Kemendag meluncurkan TRISEG di Auditorium Kemendag, Jakarta, Selasa (3/11/2026). Program ini berfokus pada penguatan kapasitas usaha, peningkatan daya saing produk kerajinan, serta pembukaan akses pasar bagi pelaku UMKM Indonesia.

Peluang ekspor kerajinan UMKM ke Kanada menjadi perhatian karena negara tersebut memiliki kebutuhan impor produk kerajinan yang cukup besar. Pada 2025, nilai impor kerajinan Kanada dari berbagai negara mencapai sekitar US$1,2 miliar. Sementara itu, produk asal Indonesia menyumbang sekitar US$26,5 juta atau 2,1 persen dari total impor tersebut.

TRISEG Buka Peluang Ekspor Kerajinan UMKM ke Kanada

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, menilai produk kerajinan Indonesia memiliki keunggulan yang dapat menarik konsumen Kanada. Keunggulan tersebut mencakup orisinalitas, keterampilan pengerjaan, desain khas, serta penerapan prinsip keberlanjutan.

Menurut Puntodewi, pelaku UMKM membutuhkan dukungan agar mampu mengembangkan keunggulan produknya sekaligus memenuhi kebutuhan pasar internasional.

“Produk kerajinan Indonesia memiliki berbagai keunggulan yang dihargai konsumen Kanada, antara lain, orisinalitas, keterampilan pengerjaan (craftsmanship), nilai keberlanjutan, dan desain yang khas,” ujar Puntodewi saat peluncuran TRISEG.

Baca Juga :  Terve Chocolate Angkat Cita Rasa Nusantara ke Pasar Global Lewat Kakao Lokal

Melalui program ini, Kemendag ingin membantu pelaku usaha memperluas akses pasar, membangun hubungan bisnis dengan pembeli Kanada, serta meningkatkan nilai perdagangan produk kerajinan Indonesia.

Kemendag Siapkan Pendampingan bagi 200 UMKM

Direktur Pengembangan Ekspor Manufaktur Kemendag, Deden Muhammad F.S., menjelaskan bahwa TRISEG akan berlangsung selama lima tahun di Indonesia. Program tersebut melibatkan asosiasi usaha, eksportir, dan Indonesia Eximbank untuk mendukung pengembangan kapasitas peserta.

Kemendag menargetkan pendampingan terhadap 200 UMKM hingga Maret 2030. Melalui pendampingan tersebut, peserta diharapkan mampu memperbaiki kesiapan ekspor, meningkatkan kualitas produk, dan memahami kebutuhan calon pembeli di Kanada.

Selain itu, TRISEG juga membuka peluang partisipasi bagi usaha yang dipimpin perempuan dan kelompok usaha yang selama ini belum memperoleh keterwakilan memadai dalam perdagangan internasional.

Pelatihan hingga Fasilitasi Pertemuan dengan Buyer Kanada

Program Director TFO Canada, Zaki Munshi, memaparkan bahwa TRISEG menyediakan sejumlah bentuk dukungan bagi peserta. Fasilitas tersebut mencakup pelatihan, pendampingan usaha, riset pasar, pengembangan pengetahuan, serta fasilitasi pertemuan bisnis atau business-to-business (B2B).

Dukungan itu bertujuan membantu UMKM memahami karakteristik pasar Kanada. Dengan demikian, pelaku usaha dapat menyesuaikan desain, kualitas, dan strategi pemasaran produk berdasarkan kebutuhan pembeli.

“Ketika pelaku usaha memiliki akses terhadap informasi pasar, pelatihan ekspor, keahlian teknis, dan jaringan bisnis, mereka akan lebih mampu menyesuaikan produk, memenuhi ekspektasi pembeli, serta memperluas ekspor,” ujar Munshi.

Baca Juga :  Perluasan Pasar Ekspor Jadi Kunci Tarik Investasi ke Indonesia

Ia menambahkan, peningkatan kemampuan usaha juga berpotensi mendorong kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ketahanan komunitas. Karena itu, TRISEG tidak hanya berorientasi pada peningkatan perdagangan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Kurasi Peserta Berlangsung hingga 15 Desember 2026

Kemendag telah membuka proses kurasi UMKM untuk mengikuti TRISEG. Pelaku usaha kerajinan yang berminat dapat mengajukan pendaftaran hingga 15 Desember 2026 melalui tautan resmi berikut:

Pendaftaran TRISEG: https://kemend.ag/trisegproject

Kemendag juga mendorong asosiasi usaha, kementerian, lembaga, dan institusi pendukung untuk menyebarluaskan informasi program tersebut. Langkah ini diharapkan dapat menjangkau UMKM potensial dari berbagai daerah, termasuk usaha yang dimiliki atau dipimpin perempuan.

Sementara itu, Co-founder Lampu Runa, Noro Ardanto, menyambut dukungan tersebut karena industri kerajinan membutuhkan program pengembangan dengan indikator keberhasilan yang terukur.

Noro berharap TRISEG dapat mendorong penggunaan material yang lebih berkelanjutan dalam pembuatan produk kerajinan. Ia juga berencana mempelajari lebih lanjut fasilitas program agar dapat memanfaatkannya untuk pengembangan usaha.

TRISEG memperoleh pendanaan dari Pemerintah Kanada melalui Global Affairs Canada. Kemendag dan TFO Canada menjalankan program ini bersama mitra kelembagaan di negara-negara peserta.

Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah berharap UMKM kerajinan Indonesia tidak hanya meningkatkan kesiapan ekspor, tetapi juga membangun kemitraan jangka panjang dan memperkuat posisi produk lokal di pasar internasional.

Berita Terkait

Budaya Produksi Halal Perlu Mengakar, Kemenag Dorong Tanggung Jawab Pelaku Usaha
KDKMP Banyumas Mulai Kumpulkan Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Avtur Pertamina
Pabrik Baterai CATL-Antam Mulai Produksi, Pemerintah Siapkan Peresmian 1.413 Titik Listrik Desa
Tenant F&B IYS 2026 Buka Peluang Belajar dan Perluas Jejaring Bisnis Anak Muda
Standardisasi Mutu Beras Oransbari Jadi Kunci Menembus Pasar Premium
Wamendag Roro Tekankan Riset Pasar untuk Perluas Ekspor Produk Kreatif Indonesia
Tambahan Produksi Gas Kalimantan Timur Capai 290 MMSCFD, Pemerintah Perkuat Pasokan Energi
Terve Chocolate Angkat Cita Rasa Nusantara ke Pasar Global Lewat Kakao Lokal
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 06:00 WIB

Kemendag Bidik Pasar Kanada, 200 UMKM Kerajinan Disiapkan Perluas Ekspor hingga 2030

Senin, 2 November 2026 - 15:00 WIB

Budaya Produksi Halal Perlu Mengakar, Kemenag Dorong Tanggung Jawab Pelaku Usaha

Minggu, 1 November 2026 - 22:00 WIB

KDKMP Banyumas Mulai Kumpulkan Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Avtur Pertamina

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Pabrik Baterai CATL-Antam Mulai Produksi, Pemerintah Siapkan Peresmian 1.413 Titik Listrik Desa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Tenant F&B IYS 2026 Buka Peluang Belajar dan Perluas Jejaring Bisnis Anak Muda

Berita Terbaru