Karhutla Berbasis Satelit Jadi Fokus Pemerintah, Lima Provinsi Masuk Prioritas Pengendalian

- Jurnalis

Sabtu, 24 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Kristomei Sianturi dan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto dalam Sidang Kabinet Paripurna

Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Kristomei Sianturi dan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto dalam Sidang Kabinet Paripurna

Sisipublik.com – Karhutla berbasis satelit menjadi fokus pemerintah dalam memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pemantauan titik panas yang lebih akurat, pengerahan personel di lapangan, hingga penegakan hukum terhadap pelaku perorangan dan korporasi.

Langkah tersebut mengemuka dalam Sidang Kabinet Paripurna Dua Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026), saat Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi dan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menyampaikan perkembangan penanganan karhutla.

Selain memperkuat pengawasan, pemerintah juga mengombinasikan karhutla berbasis satelit dengan operasi modifikasi cuaca serta proses hukum sebagai strategi terpadu untuk menekan luas kebakaran di berbagai daerah.

Karhutla Berbasis Satelit Perkuat Pemantauan Titik Panas

BNPB memperbarui metode penghitungan luas area terbakar menggunakan data citra satelit sehingga pemantauan titik panas (hotspot) berlangsung lebih presisi dibanding metode sebelumnya.

Kristomei menjelaskan pembaruan tersebut membantu pemerintah memperoleh gambaran kondisi lapangan secara lebih akurat sehingga keputusan penanganan dapat berlangsung lebih cepat.

Sementara itu, lima provinsi saat ini menjadi wilayah prioritas penanganan, yaitu Kalimantan Tengah, Sumatra Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, dan Kalimantan Barat. BNPB mencatat kenaikan kondisi karhutla di Sumatra Selatan dan Jambi, meski peningkatannya belum tergolong signifikan.

Baca Juga :  Hotspot Sumsel Turun, Kalteng Jadi Fokus Baru Pengendalian Karhutla

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Udara

Selain pemantauan satelit, BNPB menjalankan penyemaian dry ice untuk membantu pembentukan hujan di wilayah terdampak.

Sejak 20 Oktober 2026, BNPB telah menebarkan 3.100 kilogram dry ice dalam lima sorti penerbangan. Di Sumatra Selatan, penyemaian tambahan sebanyak 800 kilogram dalam satu sorti turut membantu memperbaiki kualitas udara.

Menurut BNPB, kadar partikulat halus PM2.5 mengalami penurunan, sedangkan jarak pandang di Palembang meningkat dari sekitar 700 meter menjadi sekitar 7.000 meter setelah pelaksanaan operasi tersebut.

Penegakan Hukum Menjangkau Perorangan dan Korporasi

Polri memperluas penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran, baik individu maupun perusahaan yang diduga terlibat dalam kasus karhutla.

Untuk kasus perorangan, sebanyak 13 kepolisian daerah menangani 286 laporan polisi dengan luas area terbakar mencapai 5.856 hektare. Dari penanganan tersebut, aparat menetapkan 243 orang sebagai tersangka, sementara puluhan perkara masih berada pada tahap penyelidikan maupun penyidikan.

Baca Juga :  Naik Daya Listrik dari 1300 VA ke 2200 VA, Simak Persiapan agar Proses Berjalan Lancar

Di sisi lain, penanganan terhadap korporasi melibatkan 10 Polda bersama Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri. Hingga 20 Oktober 2026 pukul 18.00 WIB, aparat mencatat 100 laporan polisi dengan luas area terbakar mencapai 29.534,99 hektare serta menetapkan 13 korporasi sebagai tersangka.

Puluhan Korporasi Berpotensi Kehilangan Izin

Polri juga merekomendasikan pencabutan izin terhadap sejumlah perusahaan yang perkaranya telah memasuki tahap penyidikan.

Sebanyak 23 laporan polisi telah memenuhi rekomendasi pencabutan izin, terdiri atas 11 korporasi yang telah berstatus tersangka dan 12 korporasi yang masih menjalani proses penyidikan sebelum penetapan tersangka.

Sementara itu, 71 laporan polisi lainnya belum memperoleh rekomendasi pencabutan izin meski sebagian perusahaan masih berada dalam proses penyidikan. Polri menyebut sejumlah korporasi yang masuk penanganan hukum memiliki keterkaitan dengan penanaman modal asing.

Dari 11 korporasi yang telah menjadi tersangka, total luas konsesinya mencapai sekitar 209.933 hektare dengan area terbakar seluas 11.105,39 hektare. Adapun 12 korporasi yang masih dalam proses penyidikan menguasai konsesi sekitar 166.756 hektare dengan area terbakar mencapai 8.849 hektare.

Berita Terkait

Gerakan Pangan Murah Perluas Akses Pangan, Pemerintah Siapkan Respons Harga Lebih Cepat
Swasembada Pangan Jadi Penyangga Indonesia saat Krisis Global, Cadangan Beras Tembus 4,56 Juta Ton
Prabowo Benahi BUMN, Pemerintah Prioritaskan Perusahaan Produktif dan Aset Negara
Manajemen Risiko ATR/BPN Jadi Kunci Percepat Layanan Pertanahan yang Aman
Kesejahteraan Keuangan Keluarga Jadi Fokus Baru, Prabowo Resmikan DNKK
Pencegahan Kekerasan di Pesantren Jadi Fokus Pelatihan Musyrif dan Musyrifah
Meutia Hatta Tekankan Perlindungan Anak dan Pendampingan Pasangan untuk Perkuat Keluarga
Sinergi SI, Baznas, dan MES Perluas Akses Modal bagi Pengusaha Muslim
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:16 WIB

Karhutla Berbasis Satelit Jadi Fokus Pemerintah, Lima Provinsi Masuk Prioritas Pengendalian

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Gerakan Pangan Murah Perluas Akses Pangan, Pemerintah Siapkan Respons Harga Lebih Cepat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Swasembada Pangan Jadi Penyangga Indonesia saat Krisis Global, Cadangan Beras Tembus 4,56 Juta Ton

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Prabowo Benahi BUMN, Pemerintah Prioritaskan Perusahaan Produktif dan Aset Negara

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Kesejahteraan Keuangan Keluarga Jadi Fokus Baru, Prabowo Resmikan DNKK

Berita Terbaru