Sisipublik.com – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyiapkan sejumlah langkah untuk memperkuat keselamatan transportasi, terutama melalui penguatan pengawasan operator, pengetatan aturan angkutan barang, serta peningkatan kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan. Ia menegaskan keselamatan harus menjadi budaya dalam seluruh penyelenggaraan transportasi.
Dudy menyampaikan langkah tersebut saat berdiskusi dengan jurnalis yang tergabung dalam Forum Wartawan Perhubungan (Forwahub) di Bandung, Jumat malam, 2 Oktober. Menurut dia, Kementerian Perhubungan terus memperkuat standar dan aturan keselamatan sekaligus meningkatkan pemeriksaan lapangan serta pengawasan terhadap operator.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan pendekatan baru untuk memastikan pengelola transportasi publik memahami tanggung jawab keselamatan sejak tingkat manajemen.
Keselamatan transportasi masuk dalam asesmen pengelola
Keselamatan transportasi menjadi salah satu aspek yang ingin diperkuat melalui formulasi aturan baru bagi operator transportasi publik. Kementerian Perhubungan tengah menyusun ketentuan yang mewajibkan asesmen bagi pengelola, termasuk jajaran direksi dan komisaris.
Dudy menjelaskan, asesmen tersebut bertujuan memastikan pihak yang memimpin dan mengawasi perusahaan transportasi memahami aspek keselamatan. Pemerintah mempertimbangkan pola serupa dengan asesmen yang telah berlaku pada sektor keuangan.
Dengan demikian, tanggung jawab keselamatan tidak hanya berhenti pada petugas operasional. Pimpinan perusahaan juga memiliki peran dalam memastikan standar keselamatan berjalan dalam kegiatan sehari-hari.
Angkutan barang diperketat untuk cegah risiko di laut
Pada sektor transportasi laut dan penyeberangan, Kementerian Perhubungan memperketat pengawasan terhadap angkutan kendaraan barang, terutama kendaraan dengan muatan berat.
Dudy meminta operator seperti PT Pelni, PT Pelindo, dan PT ASDP Indonesia Ferry meningkatkan pengawasan terhadap angkutan tersebut. Pemerintah juga mendorong pemisahan angkutan penumpang dan barang pada layanan penyeberangan.
Kebijakan itu antara lain telah diterapkan di Pelabuhan Ketapang. Pemerintah menilai pemisahan tersebut dapat mengurangi risiko dan meningkatkan keamanan selama proses penyeberangan.
Langkah tersebut juga berkaitan dengan upaya pemerintah mendorong penerapan zero over dimension over load (ODOL) 2027. Karena itu, edukasi kepada operator dan pengguna jasa menjadi bagian penting agar penerapan aturan berjalan konsisten.
Musim penghujan membutuhkan kesiapsiagaan lebih tinggi
Memasuki musim penghujan, Kementerian Perhubungan juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keselamatan. Hujan dan kondisi cuaca ekstrem dapat meningkatkan risiko kecelakaan maupun bencana yang berdampak pada layanan transportasi.
Karena itu, Dudy meminta seluruh jajaran Kementerian Perhubungan dari tingkat eselon I hingga jenjang paling bawah meningkatkan kesiapsiagaan. Pengawasan dan respons terhadap potensi gangguan perlu berjalan lebih cepat selama periode tersebut.
Pada akhirnya, pemerintah ingin menjadikan keselamatan sebagai kebiasaan yang melekat dalam penyelenggaraan transportasi. Dudy menilai kampanye keselamatan perlu berlangsung secara terus-menerus, bukan hanya ketika terjadi kecelakaan.
“Keselamatan bukan sekadar jargon, tetapi harus menjadi budaya,” kata Dudy.
Ia menegaskan pemerintah tidak boleh lengah terhadap persoalan keselamatan karena setiap kebijakan transportasi pada akhirnya menyangkut kepentingan dan keselamatan masyarakat.











Komentar