Sisipublik.com – Peneliti dari Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan (PRTPP) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Fawzan Sigma Aurum, berhasil mengembangkan inovasi pengolahan limbah ampas kopi menjadi minyak berkualitas tinggi yang memiliki nilai ekonomi menjanjikan.
Minyak hasil ekstraksi tersebut dapat di manfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari bahan tambahan pangan hingga komponen penting dalam industri kosmetik.
Dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, Fawzan menjelaskan bahwa tim peneliti menggunakan pendekatan foodomics modern, yaitu metode yang menggabungkan teknologi ekstraksi ramah lingkungan dengan analisis metabolomics dan lipidomics untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi.
Dalam riset ini, Fawzan menerapkan teknik green extraction atau ekstraksi hijau untuk memperoleh minyak dari limbah kopi secara berkelanjutan. Dari berbagai metode yang di uji, teknik ultrasound-assisted extraction (UAE) menggunakan pelarut etanol menunjukkan hasil paling optimal.
Metode UAE mampu menghasilkan rendemen minyak yang tinggi sekaligus menjaga kualitas senyawa bioaktif di dalamnya.
Tim peneliti juga menguji metode supercritical CO₂ dengan tambahan pelarut etanol. Teknik ini terbukti efektif dalam mempertahankan kestabilan berbagai senyawa aktif yang penting bagi kualitas minyak kopi.
Fawzan berharap inovasi ini dapat mendorong pemanfaatan limbah kopi sebagai bahan baku bernilai tambah tinggi di Indonesia. Minyak dari ampas kopi berpotensi besar mendukung pengembangan industri pangan, bahan nutraseutikal, serta produk kosmetik berkelanjutan.










Komentar