Perpustakaan Danantara Buka Akses 30.000 Koleksi Sejarah di Museum Nasional

- Jurnalis

Senin, 28 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengamati koleksi buku setelah meresmikan Perpustakaan Danantara di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, (foto: kementerian kebudayaan)

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengamati koleksi buku setelah meresmikan Perpustakaan Danantara di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, (foto: kementerian kebudayaan)

Sisipublik.com – Perpustakaan Danantara di Museum Nasional Indonesia kini membuka akses publik terhadap sekitar 30.000 buku dan berbagai literatur sejarah serta kebudayaan. Kehadiran fasilitas ini memperluas fungsi museum sebagai ruang belajar sekaligus mendukung penelitian berbasis koleksi budaya.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon meresmikan Perpustakaan Danantara di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Jumat, 25 September 2026. Fasilitas tersebut lahir dari kolaborasi Danantara Indonesia Trust dengan Kementerian Kebudayaan melalui Museum dan Cagar Budaya.

Perpustakaan Danantara Perluas Akses Koleksi Museum

Perpustakaan Danantara tidak hanya menyediakan ruang baca bagi masyarakat, tetapi juga membantu membuka akses terhadap sumber pengetahuan yang sebelumnya tersimpan sebagai bagian dari koleksi Museum Nasional Indonesia.

Koleksi tersebut mencakup buku umum, literatur budaya daerah, buku internasional, buku referensi, terbitan Museum Nasional Indonesia, serta hikayat dan sastra lama. Sejumlah koleksi memiliki nilai sejarah khusus, antara lain arsip dan terbitan Batavia Genootschap, Serat Centhini, serta literatur lama yang berkaitan dengan sejarah Nusantara.

Selain itu, perpustakaan menyimpan buku terbitan lama, termasuk koleksi yang terbit pada 1859. Koleksi tersebut dapat menjadi rujukan bagi kegiatan pendidikan dan penelitian sejarah maupun kebudayaan.

Baca Juga :  Libur Nasional 2027 Capai 18 Hari, Pemerintah Antisipasi Lonjakan Mobilitas Saat Lebaran

Fadli Zon menilai perpustakaan dan museum memiliki fungsi yang saling mendukung karena keduanya mempertemukan koleksi, dokumentasi, riset, pendidikan, dan akses masyarakat.

Teknologi Memudahkan Penelusuran Koleksi

Pengelola juga menggunakan teknologi untuk membantu masyarakat menemukan bahan bacaan yang tersedia. Perpustakaan Danantara mengintegrasikan Senayan Library Management System (SLiMS) dan Online Public Access Catalog (OPAC) sebagai bagian dari pengelolaan serta penelusuran koleksi.

Dengan sistem tersebut, pengunjung dapat menelusuri informasi koleksi secara lebih terstruktur. Fasilitas pendukung juga mencakup ruang baca, layanan informasi, ruang rapat, dan loker penitipan barang.

Namun, pengelola menerapkan sistem kunjungan terjadwal. Kapasitas perpustakaan maksimal 20 orang per jam dan masyarakat perlu melakukan registrasi daring untuk memilih jadwal berdasarkan sesi yang tersedia. Kebijakan tersebut bertujuan menjaga kelestarian koleksi, terutama bahan pustaka yang memiliki nilai sejarah.

Museum dan Perpustakaan Bangun Ekosistem Pengetahuan

Kehadiran perpustakaan memperkuat upaya menjadikan Museum Nasional Indonesia bukan hanya tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi juga ruang produksi dan penyebaran pengetahuan.

Baca Juga :  Danantara Housing Expo 2026 Catat Rp2 Triliun, Kolaborasi Perumahan Jadi Sorotan

Fadli berharap kerja sama dengan Danantara Indonesia Trust terus berkembang sehingga museum dapat menyediakan ekosistem yang menghubungkan koleksi dengan kegiatan penelitian, pendidikan, dan pemanfaatan publik.

Dalam kesempatan yang sama, Danantara Indonesia Trust menekankan bahwa manfaat perpustakaan sangat bergantung pada pemanfaatannya oleh masyarakat. Karena itu, akses terhadap koleksi menjadi bagian penting dari tujuan kerja sama tersebut.

Pengembangan fasilitas ini juga berlangsung dalam konteks penguatan kembali Museum Nasional Indonesia. Kementerian Kebudayaan dan Danantara Indonesia Trust turut membahas kolaborasi untuk mempercepat restorasi dan revitalisasi dua gedung Museum Nasional yang terdampak kebakaran.

Dengan demikian, Perpustakaan Danantara tidak hanya menambah fasilitas di lingkungan museum. Kehadirannya membuka jalur baru bagi masyarakat untuk mengakses literatur sejarah dan budaya, sekaligus memperkuat fungsi Museum Nasional Indonesia sebagai institusi pendidikan, penelitian, dan pengetahuan publik.

Berita Terkait

Wali Asuh Sekolah Rakyat Diminta Utamakan Pendekatan Personal dalam Pembentukan Karakter
Ekonomi Sirkular Buka Peluang Nilai Tambah Sampah Plastik, KLH Perkuat Industri Daur Ulang
Hotspot Nasional Turun 362 Titik, Kalimantan Tengah Masih Jadi Perhatian
Generasi Muda Hadapi Perubahan Dunia Kerja, Menaker Dorong Penguatan Kompetensi di Era AI
Konferensi Imam Dunia Dorong Masjid Jadi Pusat Respons Isu Global
Program Scorpène Jadi Ruang Penguatan Industri Kapal Selam Indonesia
Transformasi Layanan ATR/BPN Didorong Beri Kepastian bagi Masyarakat
Pengelolaan Gambut Berbasis Sains Jadi Fokus, Prabowo Siapkan Badan Nasional dan Perkuat Peran Desa
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 13:00 WIB

Wali Asuh Sekolah Rakyat Diminta Utamakan Pendekatan Personal dalam Pembentukan Karakter

Senin, 28 September 2026 - 11:00 WIB

Perpustakaan Danantara Buka Akses 30.000 Koleksi Sejarah di Museum Nasional

Senin, 28 September 2026 - 07:00 WIB

Ekonomi Sirkular Buka Peluang Nilai Tambah Sampah Plastik, KLH Perkuat Industri Daur Ulang

Minggu, 27 September 2026 - 13:00 WIB

Hotspot Nasional Turun 362 Titik, Kalimantan Tengah Masih Jadi Perhatian

Minggu, 27 September 2026 - 09:00 WIB

Generasi Muda Hadapi Perubahan Dunia Kerja, Menaker Dorong Penguatan Kompetensi di Era AI

Berita Terbaru