Wamenpora Taufik Dorong PB ESI Bangun Ekosistem Esports yang Berkelanjutan

- Jurnalis

Kamis, 17 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wamenpora Taufik Hidayat menghadiri pelantikan dan pengukuhan Pengurus Besar Esports Indonesia masa bakti 2026–2030 di Jakarta (foto: kementerian pemuda dan olahraga)

Wamenpora Taufik Hidayat menghadiri pelantikan dan pengukuhan Pengurus Besar Esports Indonesia masa bakti 2026–2030 di Jakarta (foto: kementerian pemuda dan olahraga)

Sisipublik.com – Wamenpora Taufik Hidayat mendorong Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) masa bakti 2026–2030 memperkuat sistem pembinaan dan industri esports nasional. Menurut dia, capaian medali perlu berjalan beriringan dengan pembangunan ekosistem yang profesional, mandiri, dan berkelanjutan.

Taufik menyampaikan hal tersebut saat mewakili Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir dalam pelantikan dan pengukuhan Pengurus PB ESI periode 2026–2030 di Gedung Soekarno-Hatta, Mabes Badan Intelijen Negara (BIN), Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Wamenpora Taufik Soroti Penguatan Sistem Esports

Wamenpora Taufik menilai Indonesia memiliki modal besar untuk mengembangkan esports, mulai dari talenta hingga pasar gim yang luas. Karena itu, pengembangan olahraga tersebut perlu bergerak dari sekadar mengejar prestasi menuju penguatan sistem dan industri.

“Talenta kita ada, market kita besar, prestasi kita sudah terbukti, sekarang kita harus membangun sistemnya, memperkuat industrinya, dan terus membawa Merah Putih berprestasi di panggung dunia,” kata Taufik.

Ia juga melihat esports telah berkembang menjadi bagian dari olahraga prestasi sekaligus membuka ruang profesi dan kegiatan ekonomi bagi generasi muda.

Baca Juga :  Hasil SEA V Cup 2026: Timnas Voli Indonesia Menang atas Kamboja, Peluang Semifinal Terbuka

Prestasi Internasional Menjadi Modal

Indonesia memiliki sejumlah catatan prestasi dalam kompetisi esports internasional. Pada IESF World Esports Championship 2024 di Riyadh, Indonesia menjadi juara umum setelah meraih satu emas melalui MLBB putri dan satu perunggu melalui MLBB putra.

Capaian tersebut melanjutkan keberhasilan Indonesia pada IESF 2022 di Bali. Selain itu, tim nasional eFootball Indonesia juga mencatat prestasi internasional pada 2024 dengan menjuarai FIFAe World Cup kategori konsol.

Menurut Taufik, rangkaian prestasi tersebut menunjukkan bahwa Indonesia memiliki sumber daya atlet yang dapat dikembangkan untuk menghadapi persaingan global.

Ekosistem Esports Perlu Terhubung dengan Industri

Selain pembinaan atlet, Taufik menekankan pentingnya melihat esports sebagai bagian dari perkembangan teknologi dan ekonomi digital. Dengan pendekatan tersebut, pengembangan esports tidak berhenti pada kompetisi, tetapi juga mencakup profesi, industri, dan peluang kerja.

Taufik juga mendorong perubahan cara pandang terhadap olahraga. Ia menilai investasi di sektor olahraga dapat memberikan dampak yang lebih luas, termasuk dalam pembentukan karakter generasi muda, peningkatan kesehatan masyarakat, serta penggerakan ekonomi.

Baca Juga :  Prabowo Lepas 432 Atlet Indonesia, Amanah Merah Putih Dibawa ke Asian Games 2026

Karena itu, PB ESI perlu membangun tata kelola yang mampu menghubungkan pembinaan atlet dengan perkembangan industri esports. Langkah tersebut menjadi penting karena kompetisi esports internasional terus berkembang dan melibatkan semakin banyak organisasi olahraga dunia.

Tantangan PB ESI Periode 2026–2030

Taufik mengingatkan bahwa perkembangan esports berlangsung cepat. Kehadiran kompetisi esports yang dikembangkan federasi olahraga internasional menjadi salah satu indikator perubahan tersebut.

Ia berharap Indonesia tidak hanya berpartisipasi dalam kompetisi global, tetapi juga memiliki sistem pembinaan dan industri yang mampu menjaga daya saing atlet serta pelaku esports nasional dalam jangka panjang.

Kepengurusan PB ESI periode 2026–2030 kini berada di bawah kepemimpinan Muhammad Herindra. Pengukuhan pengurus baru tersebut berlangsung di Jakarta pada 15 September 2026.

Dengan demikian, agenda PB ESI tidak hanya berkaitan dengan pencapaian medali. Penguatan pembinaan, tata kelola organisasi, industri, dan keberlanjutan ekosistem menjadi bagian penting dari pekerjaan kepengurusan baru selama periode 2026–2030.

Berita Terkait

Olahraga Jadi Investasi Nasional, Menpora Erick Soroti Karakter, Kesehatan, dan Ekonomi
Champions Stage ISS 2026 Ungkap Strategi di Balik Lahirnya Klub dan Atlet Juara
Rehabilitasi Cedera Atlet Tak Cukup Hilangkan Nyeri, Performa Jadi Ukuran Comeback
Venue FIFA ASEAN Cup 2026 Dikebut, Kesiapan SUGBK Capai 86 Persen
Kemenpora Siapkan Penggerak Olahraga Disabilitas untuk Perluas Akses Aktivitas Fisik
Sport Industry Job Fair 2026 Siapkan 945 Posisi Kerja di Ekosistem Olahraga
Asian Games 2026, Fokus Skuad Bulu Tangkis Indonesia Tertuju ke Emas Beregu Putra
Tim Indonesia Day, Erick Thohir Minta Atlet Fokus Kejar Empat Emas di Asian Games 2026
Berita ini 9 kali dibaca
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 06:00 WIB

Wamenpora Taufik Dorong PB ESI Bangun Ekosistem Esports yang Berkelanjutan

Selasa, 15 September 2026 - 08:00 WIB

Olahraga Jadi Investasi Nasional, Menpora Erick Soroti Karakter, Kesehatan, dan Ekonomi

Senin, 14 September 2026 - 11:10 WIB

Champions Stage ISS 2026 Ungkap Strategi di Balik Lahirnya Klub dan Atlet Juara

Jumat, 11 September 2026 - 16:00 WIB

Rehabilitasi Cedera Atlet Tak Cukup Hilangkan Nyeri, Performa Jadi Ukuran Comeback

Rabu, 9 September 2026 - 16:00 WIB

Venue FIFA ASEAN Cup 2026 Dikebut, Kesiapan SUGBK Capai 86 Persen

Berita Terbaru