Sisipublik.com – Olahraga jadi investasi nasional yang tidak hanya berkaitan dengan kebugaran fisik, tetapi juga pembentukan karakter dan penguatan ekonomi masyarakat. Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir menyampaikan pandangan tersebut saat menghadiri konferensi pers Alfamart Run 2026 di Alfa Tower, Tangerang, Senin (14/9).
Menurut Erick, paradigma masyarakat terhadap olahraga perlu berubah. Selama ini, aktivitas olahraga kerap dipandang sebagai pengeluaran, padahal kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia dan perekonomian.
Olahraga Jadi Investasi Nasional untuk Membentuk Karakter
Olahraga jadi investasi nasional salah satunya melalui perannya dalam membentuk karakter masyarakat. Erick menilai aktivitas olahraga dapat menumbuhkan sikap disiplin, tangguh, dan pekerja keras.
Ia mencontohkan kedisiplinan dalam kegiatan olahraga dapat terlihat dari kebiasaan peserta mengikuti perlombaan sesuai waktu yang telah ditentukan. Menurut Erick, kebiasaan tersebut menjadi bagian dari pembentukan mental yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Dengan olahraga kita dibangun untuk menjadi karakter yang tangguh,” ujar Erick.
Karena itu, ia memandang olahraga tidak berhenti pada aktivitas fisik. Kebiasaan berolahraga juga dapat menjadi sarana membangun karakter generasi muda secara berkelanjutan.
Partisipasi Olahraga Indonesia Masih Perlu Ditingkatkan
Selain karakter, Erick menempatkan kesehatan sebagai bagian penting dari investasi olahraga. Ia membandingkan tingkat partisipasi olahraga masyarakat Indonesia dengan Jepang.
Erick menyebut sekitar 65 persen masyarakat Jepang aktif berolahraga, meskipun negara tersebut memiliki populasi lansia yang besar. Sementara itu, Indonesia memiliki potensi demografi usia muda sekitar 125 juta jiwa, tetapi tingkat partisipasi masyarakat yang aktif berolahraga baru sekitar 17,5 persen.
Kondisi tersebut, menurut Erick, menunjukkan masih terbukanya ruang untuk meningkatkan kebiasaan olahraga di Indonesia. Ia menilai kegiatan seperti lari dapat mendorong masyarakat menjalani pola hidup yang lebih aktif.
“Tidak ada bangsa yang maju tanpa generasi yang baik dan sehat,” kata Erick.
Dengan demikian, peningkatan partisipasi olahraga tidak hanya berkaitan dengan prestasi atlet. Aktivitas fisik masyarakat juga memiliki kaitan dengan upaya membangun generasi yang sehat dan produktif.
Ajang Lari Beri Dampak Ekonomi bagi Masyarakat
Di sisi lain, Erick melihat olahraga memiliki potensi ekonomi yang semakin besar. Penyelenggaraan berbagai kegiatan olahraga dapat menciptakan nilai tambah sekaligus membuka peluang pendapatan bagi masyarakat, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Karena itu, pemerintah mengapresiasi keterlibatan sektor swasta dalam mengembangkan ekosistem olahraga. Salah satunya melalui penyelenggaraan Alfamart Run yang tahun ini memasuki penyelenggaraan kelima.
Erick berharap kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas olahraga, dan masyarakat dapat terus memperluas kampanye hidup sehat sekaligus mendukung perkembangan olahraga nasional.
“Harapannya ini terus menjadi bagian dari kampanye olahraga dan kesehatan Indonesia secara berkelanjutan serta memberikan dorongan nyata bagi perkembangan olahraga nasional,” ujar Erick.
Alfamart Run 2026 Siapkan Dua Kategori Lomba
Corporate Affair Director Alfamart Solohin mengatakan Alfamart Run 2026 akan berlangsung pada 18 Oktober 2026 di Plaza Parkir Timur Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta.
Penyelenggara membuka dua kategori lomba, yakni 5K dan 10K. Sebanyak 5.000 peserta ditargetkan mengikuti ajang tersebut yang sekaligus menjadi bagian dari perayaan ulang tahun ke-27 Alfamart.
Selain perlombaan, peserta juga mendapatkan goodie bag berisi berbagai produk kebutuhan sehari-hari. Penyelenggara menyebut berat goodie bag tersebut sekitar 50 kilogram.
Melalui penyelenggaraan Alfamart Run 2026, kegiatan lari tidak hanya menjadi ruang bagi masyarakat untuk berolahraga. Ajang tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperluas budaya hidup aktif serta mempertemukan kepentingan olahraga, kesehatan, komunitas, dan aktivitas ekonomi.











Komentar