Sisipublik.com – Mengunduh aplikasi perlu dilakukan dengan cermat agar pengguna tidak membuka celah bagi malware. Selain memilih sumber unduhan yang terpercaya, pengguna perlu memeriksa izin aplikasi, mengaktifkan perlindungan perangkat, dan rutin memperbarui sistem.
Aplikasi kini menjadi bagian penting dari aktivitas sehari-hari, mulai dari komunikasi, transportasi, perbankan hingga hiburan. Namun, kemudahan tersebut juga membawa risiko ketika pengguna memasang aplikasi dari sumber yang tidak jelas atau memberikan akses berlebihan kepada aplikasi.
Karena itu, download aplikasi tidak cukup hanya dengan mencari nama aplikasi dan menekan tombol instal. Pengguna perlu memastikan sumber, pengembang, izin, serta fitur keamanan perangkat sebelum aplikasi masuk ke smartphone.
Download Aplikasi dari Toko Resmi
Langkah pertama untuk mengurangi risiko adalah mengutamakan toko aplikasi resmi, seperti Google Play Store pada Android dan App Store pada perangkat Apple.
Google Play Protect melakukan pemeriksaan keamanan terhadap aplikasi di Google Play sebelum pengguna mengunduhnya. Fitur tersebut juga memindai aplikasi yang terpasang dari sumber lain dan dapat memberikan peringatan jika menemukan aplikasi yang berpotensi membahayakan.
Meski demikian, toko aplikasi resmi bukan berarti semua aplikasi otomatis bebas risiko. Pengguna tetap perlu melihat nama pengembang, jumlah unduhan, rating, ulasan, serta informasi keamanan dan privasi yang tersedia pada halaman aplikasi.
Sebaliknya, pengguna sebaiknya menghindari tautan unduhan dari pesan, forum, atau situs yang tidak memiliki reputasi jelas. Khusus Android, pemasangan aplikasi dari luar Google Play juga memerlukan kewaspadaan tambahan.
Periksa Izin Sebelum Memberi Akses
Setelah download aplikasi, pengguna biasanya akan menerima permintaan akses terhadap sejumlah fitur atau data di smartphone.
Perhatikan kesesuaian antara izin dan fungsi aplikasi. Misalnya, aplikasi kalkulator sederhana yang meminta akses ke SMS, kontak, atau mikrofon layak mendapat perhatian lebih.
Google menetapkan bahwa permintaan akses terhadap data sensitif harus berkaitan dengan fungsi utama aplikasi. Pengguna juga memiliki kendali untuk menerima atau menolak izin tersebut.
Pada iPhone, pengguna juga dapat mengatur akses aplikasi terhadap data, lokasi, kamera, mikrofon, kontak, foto, dan informasi lainnya melalui pengaturan privasi.
Jadi, jangan memberikan seluruh izin hanya karena aplikasi memintanya. Berikan akses yang memang diperlukan untuk menjalankan fungsi aplikasi.
Aktifkan Perlindungan Google Play Protect
Pengguna Android juga perlu memastikan Google Play Protect tetap aktif. Fitur ini menjadi salah satu lapisan keamanan bawaan untuk mendeteksi aplikasi yang berpotensi membahayakan.
Google menyatakan Play Protect melakukan pemindaian secara berkala dan dapat memperingatkan pengguna, menonaktifkan aplikasi, atau menghapus aplikasi berbahaya dalam kondisi tertentu.
Untuk memeriksa pengaturannya, pengguna dapat membuka:
Google Play Store > Foto profil > Play Protect > Setelan
Selanjutnya, pastikan opsi Pindai aplikasi dengan Play Protect tetap aktif. Google juga menyediakan opsi Tingkatkan deteksi aplikasi berbahaya untuk membantu memeriksa aplikasi yang berasal dari sumber di luar Google Play.
Dengan begitu, pengguna memiliki lapisan pemeriksaan tambahan ketika memasang aplikasi.
Rutin Perbarui Sistem dan Aplikasi
Risiko keamanan tidak berhenti setelah aplikasi terpasang. Pengembang dapat merilis pembaruan untuk memperbaiki celah keamanan, meningkatkan stabilitas, atau mengatasi masalah pada versi sebelumnya.
Karena itu, pengguna sebaiknya tidak terlalu lama menunda pembaruan sistem operasi maupun aplikasi. Pembaruan yang tersedia dapat menjadi bagian penting dari upaya menjaga keamanan perangkat.
Selain itu, hapus aplikasi yang sudah tidak digunakan. Semakin banyak aplikasi yang terpasang, semakin banyak pula perangkat lunak yang perlu pengguna pantau dan perbarui.
Jangan Tergiur Aplikasi Gratis yang Mencurigakan
Penawaran yang terlalu bagus sering menjadi alasan pengguna mengabaikan pemeriksaan keamanan. Aplikasi yang menjanjikan fitur premium secara gratis, hadiah besar, atau akses khusus perlu pengguna periksa lebih dahulu.
Sebelum download aplikasi, periksa nama pengembang, jumlah unduhan, rating, ulasan, izin yang diminta, serta sumber aplikasinya. Jangan memasukkan informasi pribadi ke aplikasi apabila permintaannya tidak memiliki alasan yang jelas.
Pengguna juga perlu memperhatikan peringatan keamanan yang muncul pada perangkat. Jika sistem memberikan peringatan bahwa aplikasi berpotensi membahayakan, jangan mengabaikannya.
Pada iPhone dan iPad, misalnya, perangkat dapat mencegah pengguna membuka aplikasi yang teridentifikasi mengandung malware dan menyarankan pengguna menghapusnya.
Dengan lima langkah tersebut, pengguna dapat mengurangi risiko memasang aplikasi berbahaya. Kebiasaan memeriksa sumber aplikasi, membatasi izin, mengaktifkan perlindungan, memasang pembaruan, dan menghindari penawaran mencurigakan juga membantu menjaga data pribadi tetap terlindungi.











Komentar