Kemenpora Siapkan Penggerak Olahraga Disabilitas untuk Perluas Akses Aktivitas Fisik

- Jurnalis

Rabu, 9 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan Training of Trainer (ToT) Penggerak Olahraga Disabilitas Berdaya di Daerah Istimewa Yogyakarta yang digelar Kemenpora, Minggu (foto: kementerian pemuda dan olahraga)

Kegiatan Training of Trainer (ToT) Penggerak Olahraga Disabilitas Berdaya di Daerah Istimewa Yogyakarta yang digelar Kemenpora, Minggu (foto: kementerian pemuda dan olahraga)

Sisipublik.com – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI memperkuat kompetensi penggerak olahraga disabilitas di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Langkah ini bertujuan memperluas akses aktivitas fisik bagi penyandang disabilitas hingga tingkat masyarakat.

Penguatan tersebut berlangsung melalui kegiatan olahraga dan Training of Trainer (ToT) Penggerak Olahraga Disabilitas Berdaya di DIY, Minggu (6/9/2026). Program itu menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem olahraga yang inklusif dan berkelanjutan.

Kemenpora menilai penggerak olahraga disabilitas memiliki peran penting dalam mengajak dan mendampingi penyandang disabilitas agar aktif bergerak. Karena itu, mereka perlu menguasai kemampuan teknis sekaligus memahami kebutuhan peserta.

Penggerak Olahraga Disabilitas Perlu Pahami Kebutuhan Peserta

Asisten Deputi Olahraga Masyarakat Kemenpora Yayat Suyatna mengatakan setiap orang memiliki hak untuk bergerak dan berolahraga. Oleh sebab itu, tenaga penggerak perlu hadir untuk memberikan dukungan yang sesuai.

Yayat juga menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi dengan karakteristik masing-masing penyandang disabilitas. Pendampingan yang tepat dapat membantu peserta mengikuti aktivitas olahraga sesuai kondisi dan kebutuhannya.

Baca Juga :  Megawati Hangestri Diundang PBVSI, Peluang Hadir di Laga Timnas Voli Putri Indonesia vs Korea Selatan

Selain kemampuan teknis, para penggerak perlu membangun komunikasi dengan berbagai pihak. Sekolah luar biasa (SLB), komunitas, pemerintah daerah, dan organisasi olahraga menjadi bagian dari jejaring yang dapat memperluas jangkauan program.

Dengan kolaborasi tersebut, akses aktivitas fisik dapat menjangkau lebih banyak penyandang disabilitas. Terlebih, masih terdapat masyarakat yang belum memperoleh kesempatan berolahraga secara memadai.

Ruang Publik Didorong Lebih Inklusif

Kemenpora juga mendorong pemanfaatan ruang publik sebagai sarana aktivitas fisik masyarakat. Dengan demikian, ruang publik tidak hanya berfungsi sebagai tempat rekreasi, tetapi juga dapat mendukung kegiatan olahraga yang bisa diikuti berbagai kelompok.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY Raden Suci Rohmadi memandang ToT tersebut sebagai bagian dari gerakan memperkuat olahraga yang inklusif dan berkeadilan.

Baca Juga :  Indonesia ke Final AVC Men’s Cup 2026! Tim Merah Putih Tantang Korea Selatan usai mengalahkan India

Menurut Suci, olahraga tidak hanya berkaitan dengan kebugaran fisik. Aktivitas tersebut juga dapat membantu membangun kepercayaan diri dan membuka ruang kesetaraan bagi masyarakat.

Karena itu, peserta ToT mendapat dorongan untuk mengikuti perkembangan teknologi, metode pelatihan, serta sistem pembinaan olahraga. Namun, penerapan berbagai perkembangan tersebut tetap perlu berjalan bersama nilai kemanusiaan.

Kompetensi Penggerak Jadi Fondasi Olahraga Inklusif

Melalui pelatihan tersebut, Kemenpora berharap semakin banyak pelatih, penggerak, dan pendamping yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan olahraga disabilitas.

Selanjutnya, penguatan kapasitas tersebut diharapkan mendorong terbentuknya budaya olahraga yang lebih inklusif. Masyarakat pun memiliki lebih banyak ruang untuk menjaga kebugaran tanpa membedakan kondisi fisik.

Dalam jangka panjang, perluasan aktivitas olahraga masyarakat dapat mendukung terbentuknya masyarakat yang lebih aktif dan bugar. Kemenpora juga melihat budaya olahraga yang kuat sebagai salah satu fondasi untuk mendukung perkembangan prestasi olahraga nasional.

Berita Terkait

Rehabilitasi Cedera Atlet Tak Cukup Hilangkan Nyeri, Performa Jadi Ukuran Comeback
Venue FIFA ASEAN Cup 2026 Dikebut, Kesiapan SUGBK Capai 86 Persen
Sport Industry Job Fair 2026 Siapkan 945 Posisi Kerja di Ekosistem Olahraga
Asian Games 2026, Fokus Skuad Bulu Tangkis Indonesia Tertuju ke Emas Beregu Putra
Tim Indonesia Day, Erick Thohir Minta Atlet Fokus Kejar Empat Emas di Asian Games 2026
Inter Miami vs Montreal: Empat Gol Messi Bawa Miami Menang Telak 7-1
Merdeka Run 2026 Satukan Aktivitas Olahraga dan Momen Keluarga
Skor Real Madrid Vs Real Sociedad 4-1, Mourinho Soroti Perubahan Madrid di Babak Kedua
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 16:00 WIB

Rehabilitasi Cedera Atlet Tak Cukup Hilangkan Nyeri, Performa Jadi Ukuran Comeback

Rabu, 9 September 2026 - 16:00 WIB

Venue FIFA ASEAN Cup 2026 Dikebut, Kesiapan SUGBK Capai 86 Persen

Rabu, 9 September 2026 - 14:20 WIB

Kemenpora Siapkan Penggerak Olahraga Disabilitas untuk Perluas Akses Aktivitas Fisik

Senin, 7 September 2026 - 13:00 WIB

Sport Industry Job Fair 2026 Siapkan 945 Posisi Kerja di Ekosistem Olahraga

Sabtu, 5 September 2026 - 11:15 WIB

Asian Games 2026, Fokus Skuad Bulu Tangkis Indonesia Tertuju ke Emas Beregu Putra

Berita Terbaru