Pengembangan Motor Listrik Nasional Dorong Industri Indonesia Kuasai Teknologi

- Jurnalis

Jumat, 14 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita hadir saat peluncuran Motor Listrik Nasional (MoLiNas) di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (foto: kementerian perindusterian)

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita hadir saat peluncuran Motor Listrik Nasional (MoLiNas) di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (foto: kementerian perindusterian)

Sisipublik.com – Pengembangan Motor Listrik Nasional (MoLiNas) memasuki tahap baru setelah Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meluncurkan MoLiNas dan ekosistem pendukungnya di fasilitas produksi ALVA, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8).

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai peluncuran tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kemampuan industri dalam menguasai teknologi, memperdalam struktur manufaktur, serta meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri.

Menurut Agus, pengembangan Motor Listrik Nasional (MoLiNas) sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk memperkuat kemandirian melalui penguasaan sains, teknologi, dan industri. Karena itu, pemerintah mendorong sinergi swasta, BUMN, lembaga riset, akademisi, dan sektor keuangan melalui semangat Indonesia Incorporated.

Pengembangan Motor Listrik Nasional Perkuat Ekosistem

Dalam kegiatan tersebut, Presiden Prabowo meninjau proses produksi motor listrik di fasilitas ALVA. Selanjutnya, Presiden melihat stan ekosistem kendaraan listrik dan menandatangani plakat produksi ALVA sebanyak 20 ribu unit.

Presiden juga mengapresiasi kolaborasi perusahaan swasta, BUMN, pelaku usaha, dan akademisi dalam riset serta pengembangan.

“Hari ini adalah hari yang sangat penting. Di sini saya ingin ucapkan terima kasih saya, penghargaan saya kepada semua unsur. Dari perusahaan-perusahaan swasta, para entrepreneur, para wiraswasta, dari BUMN-BUMN, dari dunia akademis, yang menghasilkan para pakar yang merupakan inti daripada research and development, dari Litbang,” ujar Presiden.

Saat ini, Indonesia memiliki 69 perusahaan KBLBB roda dua dan roda tiga dengan kapasitas 2,511 juta unit per tahun. Nilai investasinya mencapai sekitar Rp1,2 triliun. Selain itu, terdapat 14 perusahaan kendaraan roda empat listrik berkapasitas 409.860 unit per tahun dan 10 perusahaan kendaraan komersial listrik berkapasitas 7.500 unit per tahun. Total investasi perakitan kendaraan listrik mencapai sekitar Rp30,468 triliun.

Baca Juga :  Probiotik dari Madu Lebah tanpa sengat, Apa Manfaat yang Ditemukan BRIN?

“Besarnya kapasitas produksi tersebut menunjukkan bahwa Indonesia sebenarnya memiliki fondasi manufaktur yang sangat memadai. Tantangan kita berikutnya adalah memastikan pasar tumbuh secara berkelanjutan, utilisasi kapasitas produksi meningkat, dan pada saat yang sama struktur industri semakin dalam melalui penggunaan komponen buatan dalam negeri,” ujar Agus.

Populasi Kendaraan Listrik Terus Bertambah

Data Kemenperin menunjukkan populasi kendaraan listrik mencapai 468.231 unit hingga sekitar April 2026. Rinciannya, 242.909 unit merupakan kendaraan roda dua dan 223.100 unit kendaraan roda empat penumpang.

Populasi KBLBB mencatat CAGR lebih dari 150 persen sepanjang 2020–2025. Sementara itu, penjualan sepeda motor listrik meningkat dari 17.198 unit pada 2022 menjadi 62.409 unit pada 2023 dan 77.078 unit pada 2024. Pada 2025, penjualan mencapai 55.059 unit.

Program bantuan pembelian KBLBB roda dua melibatkan 22 industri dan 70 tipe atau model. Penyaluran mencapai 11.532 unit pada 2023 dan 62.541 unit pada 2024. Secara kumulatif, bantuan mencakup 74.073 unit.

TKDN Jadi Fokus Penguatan Industri

Per 22 Juli 2026, sebanyak 48 perusahaan dengan 213 produk KBLBB telah memiliki sertifikat TKDN. Khusus roda dua dan tiga, terdapat 31 perusahaan dengan 98 produk tersertifikasi.Nilai TKDN roda dua dan tiga berada pada kisaran 27,00–74,27 persen dengan rata-rata 47,5 persen. Untuk roda empat, capaian tertinggi mencapai 80,01 persen.

Baca Juga :  Fenomena Astronomi yang Jarang Terjadi, Blue Moon Hiasi Langit Indonesia Malam Ini

Pemerintah menargetkan TKDN minimum 40 persen hingga 2026, meningkat menjadi 60 persen pada 2027–2029, lalu mencapai 80 persen mulai 2030.Agus menegaskan pengembangan MoLiNas membutuhkan kebijakan yang selaras, mulai dari penciptaan pasar, keterjangkauan konsumen, kapasitas industri, infrastruktur, hingga pembiayaan.

“Kemandirian industri tidak dibangun dalam satu malam. Kita harus mengerjakannya secara konsisten mulai dari penciptaan pasar, penguatan industri komponen, penguasaan teknologi, pembangunan SDM, hingga kegiatan R&D. MoLiNas harus menjadi salah satu lokomotif untuk mempercepat proses tersebut,” ujar Agus.

Ia menambahkan, kendaraan listrik juga mendukung ketahanan energi dan agenda dekarbonisasi. Dengan demikian, produksi domestik dan penggunaan komponen lokal dapat meningkatkan nilai tambah ekonomi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

“Peluncuran MoLiNas menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk bergerak dari sekadar pengguna teknologi menjadi bangsa yang mampu mengembangkan dan memproduksi teknologi sendiri. Semangat Indonesia Incorporated yang disampaikan Bapak Presiden harus kita terjemahkan menjadi kerja nyata untuk membangun industri nasional yang mandiri, berdaulat, dan berdaya saing global,” pungkas Menperin.

Berita Terkait

Stiker Personal dengan ChatGPT Images, Begini Cara Membuat dan Mengeditnya
BRIN Pantau Air Tanah Gambut untuk Deteksi Dini Karhutla Bawah Permukaan
Teknologi Nuklir BRIN Diuji untuk Perpanjang Umur Simpan Beras BULOG
Cara Pasang CCTV Sendiri di Rumah untuk Pemula, Perhatikan 7 Langkah Ini
5 Cara Menghilangkan Iklan di HP Samsung, dari Notifikasi hingga Aplikasi Bermasalah
Cara Buka Situs Terblokir Tanpa Aplikasi, Kenali Cara Kerja Proxy BlockAway
Riset BRIN Ungkap Potensi Ulat Sagu sebagai Sumber Protein dan Bahan Baku Industri
Top Up e-Toll atau e-Money: Pilih Cara Lewat HP, Minimarket, atau ATM
Berita ini 11 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 07:00 WIB

Stiker Personal dengan ChatGPT Images, Begini Cara Membuat dan Mengeditnya

Kamis, 3 September 2026 - 10:00 WIB

BRIN Pantau Air Tanah Gambut untuk Deteksi Dini Karhutla Bawah Permukaan

Rabu, 2 September 2026 - 21:57 WIB

Teknologi Nuklir BRIN Diuji untuk Perpanjang Umur Simpan Beras BULOG

Rabu, 2 September 2026 - 07:00 WIB

Cara Pasang CCTV Sendiri di Rumah untuk Pemula, Perhatikan 7 Langkah Ini

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:00 WIB

5 Cara Menghilangkan Iklan di HP Samsung, dari Notifikasi hingga Aplikasi Bermasalah

Berita Terbaru