Pemerintah Siapkan Implementasi Bioetanol E5 dan B50 Mulai Juli 2026

- Jurnalis

Jumat, 22 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Siapkan Implementasi Bioetanol E5 dan B50 Mulai Juli 2026 (foto: esdm)

Pemerintah Siapkan Implementasi Bioetanol E5 dan B50 Mulai Juli 2026 (foto: esdm)

Sisipublik.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan implementasi campuran bioetanol 5 persen atau E5 pada bahan bakar bensin mulai Juli 2026. Kebijakan akan berjalan bersamaan dengan penerapan mandatori biodiesel B50 bagian dari strategi penguatan ketahanan energi nasional.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menjelaskan tahap awal penerapan E5 tahap awal akan di fokuskan pada daerah yang memiliki akses dekat dengan pasokan bahan baku dalam negeri.

Menurutnya, pemerintah tengah menyiapkan keputusan menteri terkait alokasi volume bioetanol untuk mendukung pelaksanaan program tersebut. Implementasi E5 di targetkan di mulai bersamaan dengan kebijakan B50 pada pertengahan 2026.

Baca Juga :  Bintang Jasa Pencipta B50 Disiapkan Prabowo, Penggagas Program Diminta Segera Didata

Selain itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga mengarahkan agar seluruh bahan baku bioetanol berasal dari sumber domestik guna memperkuat industri energi nasional.

Kementerian ESDM saat ini telah mengidentifikasi tiga perusahaan pemasok etanol fuel grade dengan total kapasitas sekitar 26.000 kiloliter. Detail mengenai alokasi volume nantinya akan di tuangkan dalam regulasi terbaru berbentuk keputusan menteri.

Pemerintah juga tengah menyiapkan pembaruan regulasi melalui penyesuaian Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) khusus biofuel. Langkah ini di lakukan agar proses perizinan implementasi E5 menjadi lebih sederhana dan efisien.

Baca Juga :  Akses Energi Bersih Dipercepat, ESDM Targetkan 160.000 Sambungan Jargas CNG pada 2026

Dengan aturan baru tersebut, pelaku usaha nantinya tidak lagi memerlukan Izin Usaha Industri (IUI) untuk kegiatan pencampuran bioetanol. Proses pencampuran energi nabati nantinya dapat di lakukan langsung di titik distribusi energi. melalui izin usaha niaga yang berlaku.

Berdasarkan regulasi Kementerian ESDM, implementasi E5 pada 2026 akan di prioritaskan di sejumlah wilayah utama, seperti Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta.

Pada 2027, program E5 masih di lanjutkan dengan perluasan cakupan wilayah hingga Bali. Selanjutnya, kadar campuran bioetanol di rencanakan meningkat menjadi E10 mulai 2028 sampai 2030. (j/*)

Berita Terkait

Tata Kelola BGN Jadi Prioritas, Sudaryono Siapkan Sistem Transparan untuk Perkuat Program MBG
Kepala BGN Mundur, Nanik S. Deyang Pilih Fokus Jalani Pengobatan Jantung
Samsung Galaxy A57 5G Tawarkan Performa Andal, Simak Kelebihan, Kekurangan, dan Pengguna yang Cocok
HP Samsung AI Terbaik 2026 Jadi Pilihan Tepat untuk Tingkatkan Produktivitas dan Kreativitas
Gas Blok Masela Diprioritaskan untuk Domestik, 60 Persen Produksi Masuk Pasar Dalam Negeri
Sidang Kabinet Paripurna 2026 Jadi Momentum Evaluasi Kinerja, Prabowo Perkuat Langkah Menuju Tahun Kedua Pemerintahan
Petani Sawit Produktif Dorong Sembilan Usulan Strategis untuk Tingkatkan Kesejahteraan
Potensi Limbah Ampas Kopi Gayo Jadi Kemasan Pangan Ramah Lingkungan, BRIN Kembangkan Material Berkelanjutan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:55 WIB

Tata Kelola BGN Jadi Prioritas, Sudaryono Siapkan Sistem Transparan untuk Perkuat Program MBG

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:01 WIB

Kepala BGN Mundur, Nanik S. Deyang Pilih Fokus Jalani Pengobatan Jantung

Rabu, 22 Juli 2026 - 02:00 WIB

Samsung Galaxy A57 5G Tawarkan Performa Andal, Simak Kelebihan, Kekurangan, dan Pengguna yang Cocok

Rabu, 22 Juli 2026 - 02:00 WIB

HP Samsung AI Terbaik 2026 Jadi Pilihan Tepat untuk Tingkatkan Produktivitas dan Kreativitas

Senin, 20 Juli 2026 - 20:30 WIB

Gas Blok Masela Diprioritaskan untuk Domestik, 60 Persen Produksi Masuk Pasar Dalam Negeri

Berita Terbaru