Pemilik Minimarket O!Save Makin Dicari, Ini Profil Perusahaan dan Konsep Harga Hematnya

Minimarket O!Save hadir dengan konsep berbeda dari minimarket konvensional. Simak siapa pemiliknya, asal perusahaan, dan strategi yang digunakan untuk menekan harga.

- Jurnalis

Sabtu, 18 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pemilik Minimarket O!Save Makin Dicari, Ini Profil Perusahaan dan Konsep Harga Hematnya (foto: osave)

Pemilik Minimarket O!Save Makin Dicari, Ini Profil Perusahaan dan Konsep Harga Hematnya (foto: osave)

Sisipublik.com – Pemilik Minimarket O!Save terus memperluas jangkauan dengan menawarkan kebutuhan sehari-hari berharga terjangkau melalui konsep hard discount retailer.  gerai O!Save semakin mudah di temui di berbagai kawasan, terutama di Jabodetabek. Dalam beberapa tahun terakhir.

Selain memperluas jaringan, O!Save menghadirkan model bisnis yang berbeda dari minimarket modern pada umumnya. Perusahaan menekan biaya operasional agar dapat menawarkan harga yang lebih kompetitif. Karena itu, kehadiran O!Save mulai menarik perhatian masyarakat sebagai alternatif tempat berbelanja kebutuhan pokok.

Pemilik Minimarket O!Save Berasal dari Perusahaan Ritel Filipina

Pemilik Minimarket O!Save merupakan Robinsons Retail Holdings Inc. (RRHI), perusahaan ritel terbesar di Filipina. RRHI berada di bawah naungan JG Summit Holdings, kelompok usaha milik keluarga mendiang pengusaha John Gokongwei Jr.

Perusahaan tersebut mengelola berbagai lini bisnis ritel, mulai dari supermarket, department store, toko obat, toko perlengkapan rumah, hingga jaringan minimarket. Sementara itu, O!Save menjadi salah satu format bisnis yang fokus melayani konsumen yang mengutamakan harga ekonomis.

Dukungan modal dari perusahaan induk membuat ekspansi O!Save berlangsung cukup cepat. Hingga 1 Desember 2025, jaringan ini telah mengoperasikan sekitar 750 gerai di seluruh Filipina dan terus memperluas pasar di kawasan Asia Tenggara.

Baca Juga :  Kemenkop Perkuat Koperasi agar Hasil Tangkapan Nelayan Bernilai Tambah

O!Save Terapkan Konsep Hard Discount Retailer

Sejak memasuki Indonesia pada 2023, O!Save membawa konsep ritel yang berbeda di bandingkan minimarket konvensional. Perusahaan lebih mengutamakan efisiensi operasional daripada menghadirkan fasilitas tambahan di dalam toko.

Sebagai contoh, banyak produk tetap berada di dalam kardus pengiriman atau di atas palet. Tata letak gerai juga di buat sederhana sehingga proses operasional menjadi lebih efisien. Dengan strategi tersebut, perusahaan dapat menjaga harga jual tetap rendah.

Selain itu, O!Save hanya menyediakan produk yang paling sering di butuhkan masyarakat, seperti bahan makanan, kebutuhan rumah tangga, serta perlengkapan perawatan diri. Strategi ini mendukung slogan perusahaan, “Everyday Low Price”, yang menawarkan harga terjangkau setiap hari tanpa bergantung pada promosi musiman.

Strategi O!Save Berbeda dari Minimarket Konvensional

Selama ini, pasar minimarket Indonesia di dominasi oleh jaringan yang memiliki jumlah gerai sangat banyak dan menawarkan beragam layanan tambahan. Namun, O!Save mengambil pendekatan berbeda dengan fokus pada efisiensi biaya operasional.

Baca Juga :  Di Pegadaian, Galeri 24, Antam dan UBS harga emas Tidak Berubah

Strategi tersebut mengadopsi konsep hard discount retailer yang telah berkembang di sejumlah negara Eropa melalui jaringan seperti Aldi dan Lidl. Model bisnis ini mengutamakan pengalaman belanja yang sederhana agar harga produk tetap kompetitif.

Dengan demikian, perusahaan dapat menawarkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih hemat bagi konsumen.

O!Save Belum Membuka Program Waralaba

Banyak masyarakat mengira O!Save menjalankan sistem waralaba seperti minimarket lain. Namun, hingga saat ini perusahaan belum membuka program franchise untuk masyarakat umum.

Sebaliknya, O!Save memberikan kesempatan kepada pemilik lahan atau bangunan untuk menawarkan lokasi yang dapat di sewa sebagai gerai baru. Di sisi lain, perusahaan juga membuka peluang kerja sama bagi produsen maupun distributor yang ingin memasok produk ke jaringan tokonya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi ekspansi O!Save dalam memperluas jangkauan layanan sekaligus menjaga ketersediaan produk dengan harga yang tetap kompetitif. (j/*)

Berita Terkait

Terve Chocolate Angkat Cita Rasa Nusantara ke Pasar Global Lewat Kakao Lokal
Investasi FreeNow di Morowali Berpotensi Serap 1.000 Tenaga Kerja Lokal
Transaksi Emas Digital Tembus Rp299 Triliun, Bappebti Soroti Keamanan Investasi
Sumur Rakyat Berizin Jadi Andalan, Bahlil Siapkan Etanol untuk Kurangi Impor Bensin
Defisit APBN 2027 Turun Jadi 2,4 Persen, Suahasil Nazara Prioritaskan Efisiensi Belanja
Waralaba Lokal Bidik Pasar Global, Mendag Dorong Anak Muda Mulai Berwirausaha
BPDLH Kelola Dana Lingkungan USD1,3 Miliar, Menkeu Tekankan Transparansi dan Dampak
Ekspor Baterai Kendaraan Listrik Jadi Ujian Hilirisasi dan Tanggung Jawab Lingkungan
Berita ini 156 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Terve Chocolate Angkat Cita Rasa Nusantara ke Pasar Global Lewat Kakao Lokal

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Transaksi Emas Digital Tembus Rp299 Triliun, Bappebti Soroti Keamanan Investasi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Sumur Rakyat Berizin Jadi Andalan, Bahlil Siapkan Etanol untuk Kurangi Impor Bensin

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Defisit APBN 2027 Turun Jadi 2,4 Persen, Suahasil Nazara Prioritaskan Efisiensi Belanja

Minggu, 11 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Waralaba Lokal Bidik Pasar Global, Mendag Dorong Anak Muda Mulai Berwirausaha

Berita Terbaru