Teknologi MAS Bantu Jaga Mutu Benih Bawang Merah, BRIN Temukan Metode Penyimpanan Paling Efektif

- Jurnalis

Kamis, 2 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Teknologi MAS Bantu Jaga Mutu Benih Bawang Merah, BRIN Temukan Metode Penyimpanan Paling Efektif (foto: sisipublik)

Teknologi MAS Bantu Jaga Mutu Benih Bawang Merah, BRIN Temukan Metode Penyimpanan Paling Efektif (foto: sisipublik)

Sisipublik.com – Teknologi MAS menjadi salah satu inovasi yang mampu menjaga kualitas benih bawang merah selama masa penyimpanan. Tim periset Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan (PRTPP), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), membuktikan bahwa pengaturan suhu rendah dan kadar oksigen tertentu mampu mempertahankan mutu benih lebih lama. Temuan tersebut memberi harapan baru bagi petani untuk memperoleh benih berkualitas sekaligus mengurangi kerugian pascapanen.

Selama ini, bawang merah termasuk komoditas hortikultura yang memiliki umur simpan relatif singkat. Setelah panen, laju respirasi dan aktivitas metabolisme berlangsung cukup tinggi sehingga kualitas benih cepat menurun. Karena itu, penyimpanan yang tepat menjadi faktor penting agar benih tetap layak digunakan pada musim tanam berikutnya.

Teknologi MAS Jadi Kunci Menjaga Mutu Benih

Teknologi MAS bekerja dengan mengatur suhu penyimpanan sekaligus komposisi gas di dalam ruang penyimpanan. Peneliti PRTPP BRIN, Nugroho Siswanto, bersama tim dari Universitas Gadjah Mada, menguji pengaruh lama penyimpanan, suhu, dan konsentrasi oksigen terhadap kualitas benih bawang merah (Allium cepa var. ascalonicum L. Back).

Penelitian berlangsung menggunakan rancangan three-way repeated measures. Tim mengamati tiga faktor utama, yakni lama penyimpanan hingga sembilan minggu, suhu penyimpanan 5 derajat Celsius, 15 derajat Celsius, dan 28 derajat Celsius, serta kadar oksigen sebesar 5 persen, 10 persen, dan 21 persen.

Baca Juga :  Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, ESDM Beberkan Faktor Global yang Mendorong Penyesuaian

Selanjutnya, para peneliti mengevaluasi sejumlah parameter kualitas. Pengamatan meliputi tingkat kecerahan warna, perubahan warna, nilai hue, kroma, kandungan padatan terlarut, hingga tingkat kekerasan umbi sebagai indikator mutu benih selama penyimpanan.

Suhu Rendah Memberikan Hasil Terbaik

Hasil penelitian menunjukkan suhu penyimpanan memberikan pengaruh lebih besar terhadap kualitas benih dibandingkan variasi kadar oksigen. Kombinasi suhu 5 derajat Celsius dan konsentrasi oksigen 5 persen menghasilkan kondisi penyimpanan paling optimal.

Pada perlakuan tersebut, benih mampu mempertahankan tingkat kekerasan umbi lebih baik. Selain itu, perubahan warna berlangsung lebih lambat dan peningkatan kandungan padatan terlarut juga dapat ditekan dibandingkan perlakuan lainnya.

Sementara itu, selama penyimpanan, tim menemukan adanya peningkatan nilai komponen warna b*, hue angle, total perbedaan warna, serta kandungan padatan terlarut. Di sisi lain, tingkat kecerahan warna (L*), komponen warna a*, nilai kroma, dan kekerasan umbi mengalami penurunan secara bertahap. Namun, pengaturan suhu rendah dan atmosfer penyimpanan mampu memperlambat perubahan tersebut.

Baca Juga :  HP Samsung AI Terbaik 2026 Jadi Pilihan Tepat untuk Tingkatkan Produktivitas dan Kreativitas

Teknologi MAS Dukung Produktivitas Pertanian

Nugroho menjelaskan, penerapan Teknologi MAS dengan suhu rendah dan kadar oksigen rendah berpotensi memperpanjang umur simpan benih bawang merah tanpa mengurangi kualitas secara signifikan. Sistem ini juga menawarkan metode penyimpanan yang lebih efisien untuk menjaga mutu benih hingga waktu tanam.

Selain itu, teknologi tersebut mengatur komposisi gas di dalam ruang penyimpanan sehingga laju respirasi dan aktivitas metabolisme hasil pertanian dapat berlangsung lebih lambat. Kondisi tersebut membantu mempertahankan kualitas produk lebih lama di bandingkan metode penyimpanan konvensional.

Ke depan, penerapan teknologi penyimpanan modern ini di harapkan mampu mengurangi kehilangan hasil pascapanen, menjaga ketersediaan benih bermutu bagi petani, sekaligus memperkuat produktivitas sektor hortikultura dan ketahanan pangan nasional.

Sebagai informasi, hasil penelitian tersebut telah terbit dalam jurnal Advances in Agricultural and Food Research Journal pada 8 April 2026. Publikasi tersebut memperkuat potensi penerapan teknologi penyimpanan modern sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas benih bawang merah di Indonesia. (j/*)

Berita Terkait

Stiker Personal dengan ChatGPT Images, Begini Cara Membuat dan Mengeditnya
BRIN Pantau Air Tanah Gambut untuk Deteksi Dini Karhutla Bawah Permukaan
Teknologi Nuklir BRIN Diuji untuk Perpanjang Umur Simpan Beras BULOG
Cara Pasang CCTV Sendiri di Rumah untuk Pemula, Perhatikan 7 Langkah Ini
5 Cara Menghilangkan Iklan di HP Samsung, dari Notifikasi hingga Aplikasi Bermasalah
Cara Buka Situs Terblokir Tanpa Aplikasi, Kenali Cara Kerja Proxy BlockAway
Riset BRIN Ungkap Potensi Ulat Sagu sebagai Sumber Protein dan Bahan Baku Industri
Top Up e-Toll atau e-Money: Pilih Cara Lewat HP, Minimarket, atau ATM
Berita ini 18 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 07:00 WIB

Stiker Personal dengan ChatGPT Images, Begini Cara Membuat dan Mengeditnya

Kamis, 3 September 2026 - 10:00 WIB

BRIN Pantau Air Tanah Gambut untuk Deteksi Dini Karhutla Bawah Permukaan

Rabu, 2 September 2026 - 21:57 WIB

Teknologi Nuklir BRIN Diuji untuk Perpanjang Umur Simpan Beras BULOG

Rabu, 2 September 2026 - 07:00 WIB

Cara Pasang CCTV Sendiri di Rumah untuk Pemula, Perhatikan 7 Langkah Ini

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:00 WIB

5 Cara Menghilangkan Iklan di HP Samsung, dari Notifikasi hingga Aplikasi Bermasalah

Berita Terbaru