Sisipublik.com – Pelantikan Pimpinan BGN resmi digelar Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/6/2026). Dalam agenda tersebut, Presiden melantik jajaran pimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN) sekaligus menunjuk Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh.
Presiden tiba di Istana Negara sekitar pukul 16.27 WIB bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Sejumlah pejabat tinggi negara dan anggota kabinet turut menghadiri prosesi pelantikan yang berlangsung secara resmi dan khidmat.
Pejabat yang dilantik meliputi Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala BGN, Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala BGN, serta Said Iqbal sebagai penasihat khusus Presiden. Pelantikan Pimpinan BGN menjadi bagian dari upaya penguatan tata kelola lembaga yang bertanggung jawab pada program gizi nasional.
Pelantikan Berlangsung di Hadapan Presiden
Dalam prosesi tersebut, Presiden memimpin langsung pengambilan sumpah jabatan para pejabat yang baru dilantik. Sebelum pembacaan sumpah, Presiden menanyakan kesiapan para pejabat untuk mengucapkan janji sesuai agama dan keyakinan masing-masing.
Selanjutnya, seluruh pejabat menyatakan kesediaan mereka. Setelah itu, mereka mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Presiden dan para tamu undangan yang hadir di Istana Negara.
Kemudian, rangkaian acara berlanjut dengan penandatanganan berita acara pelantikan. Presiden menyaksikan langsung proses penandatanganan tersebut sebagai bagian dari pengesahan jabatan para pejabat yang baru.
Pelantikan Pimpinan BGN Berdasarkan Keputusan Presiden
Pelantikan Pimpinan BGN mengacu pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 18/M Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan Kepala serta Wakil Kepala BGN, termasuk pemberhentian Wakil Kepala BPKP.
Sementara itu, pengangkatan Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden merujuk pada Keppres Nomor 58/P Tahun 2026. Jabatan tersebut berfokus pada bidang ketenagakerjaan dan kesejahteraan buruh yang menjadi salah satu perhatian pemerintah.
Sejumlah pejabat penting turut menghadiri acara tersebut. Mereka antara lain Ketua MPR Ahmad Muzani, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, serta Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko.
Pergantian Kepemimpinan di Badan Gizi Nasional
Pergantian pimpinan terjadi setelah pemerintah melakukan evaluasi terhadap kepemimpinan sebelumnya. Nanik Sudaryati Deyang, Agustina Arumsari, dan Trenggono kini mengemban tugas baru untuk memimpin BGN.
Mereka menggantikan Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung, dan Sony Sonjaya yang sebelumnya menjabat di lembaga tersebut. Pergantian ini menandai babak baru dalam pengelolaan program gizi nasional yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.
Ke depan, pimpinan baru BGN diharapkan mampu memperkuat tata kelola lembaga, meningkatkan efektivitas program, serta mendukung pelaksanaan berbagai kebijakan yang berkaitan dengan pemenuhan gizi masyarakat di seluruh Indonesia. Dengan formasi baru ini, pemerintah menargetkan kinerja BGN semakin optimal dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. (j/*)










Komentar