Sisipublik.com – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan optimisme terhadap kondisi ekonomi nasional yang di perkirakan semakin membaik dalam enam bulan mendatang. Menurutnya, percepatan pertumbuhan ekonomi akan berdampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Jogja Financial Festival 2026, Jumat (22/5/2026). Dalam kesempatan itu, Purbaya menjelaskan bahwa pergerakan nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak selalu mencerminkan kondisi fundamental ekonomi secara langsung.
Ia menilai fluktuasi rupiah maupun pasar saham lebih banyak di pengaruhi sentimen dan ekspektasi pelaku pasar terhadap kondisi global maupun domestik. Karena itu, menurutnya, perubahan di pasar keuangan tidak bisa di jadikan satu-satunya ukuran kekuatan ekonomi nasional.
Purbaya juga menyoroti berbagai sentimen yang sempat memengaruhi pasar keuangan Indonesia sejak akhir tahun lalu, termasuk evaluasi dari lembaga indeks global, perubahan proyeksi kredit, hingga tekanan terhadap nilai tukar. Meski demikian, ia memastikan pemerintah terus memperkuat fondasi ekonomi agar tetap stabil dan berdaya tahan.
Menurutnya, kebijakan ekonomi yang di terapkan saat ini diarahkan untuk menjaga pertumbuhan jangka panjang sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi dalam negeri. Pemerintah juga terus mendorong peran sektor swasta dan konsumsi domestik sebagai motor pertumbuhan.
Dengan strategi tersebut, Purbaya meyakini kondisi masyarakat akan semakin membaik dalam beberapa bulan ke depan. Ia berharap kesempatan kerja, aktivitas usaha, dan daya beli masyarakat dapat meningkat seiring penguatan ekonomi nasional.
Selain itu, ia menilai pasar modal Indonesia masih memiliki prospek positif untuk jangka menengah dan panjang. Meski IHSG sempat mengalami tekanan dan bergerak fluktuatif, Purbaya optimistis pasar saham di nilai masih memiliki ruang pertumbuhan.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah bersama Presiden Prabowo Subianto tengah menjalankan berbagai langkah reformasi ekonomi guna memperkuat fundamental nasional. Upaya tersebut di yakini dapat menciptakan iklim investasi yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Purbaya juga mengingatkan bahwa pergerakan ekonomi merupakan bagian dari siklus bisnis yang wajar, terdiri dari fase pertumbuhan dan penyesuaian. Menurutnya, masa ekspansi ekonomi dapat berlangsung cukup panjang apabila reformasi dan kebijakan strategis di jalankan secara konsisten.
Ia memperkirakan potensi pertumbuhan pasar saham Indonesia dalam beberapa tahun ke depan masih cukup besar, terutama apabila stabilitas ekonomi dan reformasi struktural terus di jaga hingga akhir dekade ini.(j/*)










Komentar