Sisipublik.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat program pelatihan kerja untuk membantu warga meningkatkan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan perkembangan teknologi.
Melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi, Pemprov DKI mengembangkan program Mobile Training Unit (MTU) yang menghadirkan pelatihan langsung ke lingkungan masyarakat.
Program ini memudahkan pencari kerja, ibu rumah tangga, dan warga berpenghasilan rendah mengikuti pelatihan tanpa harus datang ke balai latihan kerja.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta, Syaripudin, mengatakan peningkatan keterampilan dapat memperluas peluang kerja dan lahirnya usaha baru.
Pelatihan yang tersedia mencakup tata boga, menjahit, servis kendaraan, desain grafis, digital marketing, video editing, hingga content creation. Mulai 2026, peserta MTU juga mengikuti uji kompetensi untuk memperoleh sertifikat keterampilan.
Seluruh peserta pelatihan PPKD mendapatkan sertifikasi kompetensi dari BNSP.
Pemprov DKI juga memperluas akses kerja melalui program magang bersama perusahaan swasta dan BUMD. Pada 2026, pemerintah menargetkan 1.000 peserta magang dengan tingkat penempatan kerja mencapai 70 persen.
Meski demikian, tantangan utama masih terletak pada kesenjangan keterampilan tenaga kerja dengan kebutuhan industri yang terus berkembang. Karena itu, kurikulum pelatihan terus di perbarui agar tetap relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
Pengamat ekonomi Arifki menilai program pelatihan tersebut sudah mengarah pada kebutuhan industri. Ia mengingatkan pentingnya pembaruan materi pelatihan, agar program benar-benar berdampak pada penyerapan tenaga kerja. (j/*)










Komentar