DKI Jakarta Perluas Pelatihan Kerja Berbasis Industri, Fokus pada Keterampilan Digital

- Jurnalis

Sabtu, 30 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

DKI Jakarta Perluas Pelatihan Kerja Berbasis Industri, Fokus pada Keterampilan Digital (foto: barat.jakarta)

DKI Jakarta Perluas Pelatihan Kerja Berbasis Industri, Fokus pada Keterampilan Digital (foto: barat.jakarta)

Sisipublik.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat program pelatihan kerja untuk membantu warga meningkatkan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan perkembangan teknologi.

Melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi, Pemprov DKI mengembangkan program Mobile Training Unit (MTU) yang menghadirkan pelatihan langsung ke lingkungan masyarakat.

Program ini memudahkan pencari kerja, ibu rumah tangga, dan warga berpenghasilan rendah mengikuti pelatihan tanpa harus datang ke balai latihan kerja.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta, Syaripudin, mengatakan peningkatan keterampilan dapat memperluas peluang kerja dan lahirnya usaha baru.

Baca Juga :  Rekomendasi Drama China Wang Chu Ran Paling Populer, 4 Rating Tinggi yang Wajib Ditonton

Pelatihan yang tersedia mencakup tata boga, menjahit, servis kendaraan, desain grafis, digital marketing, video editing, hingga content creation. Mulai 2026, peserta MTU juga mengikuti uji kompetensi untuk memperoleh sertifikat keterampilan.

Seluruh peserta pelatihan PPKD mendapatkan sertifikasi kompetensi dari BNSP.

Pemprov DKI juga memperluas akses kerja melalui program magang bersama perusahaan swasta dan BUMD. Pada 2026, pemerintah menargetkan 1.000 peserta magang dengan tingkat penempatan kerja mencapai 70 persen.

Baca Juga :  Energi Bersih Desa Bojong Perkuat Ekonomi Warga, BRI Peduli Hadirkan PLTS

Meski demikian, tantangan utama masih terletak pada kesenjangan keterampilan tenaga kerja dengan kebutuhan industri yang terus berkembang. Karena itu, kurikulum pelatihan terus di perbarui agar tetap relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

Pengamat ekonomi Arifki menilai program pelatihan tersebut sudah mengarah pada kebutuhan industri. Ia mengingatkan pentingnya pembaruan materi pelatihan, agar program benar-benar berdampak pada penyerapan tenaga kerja. (j/*)

Berita Terkait

Kelapa Parut Kering Jadi Peluang Usaha Baru bagi Warga Pulau Bacan
Kilang LPG Cilamaya Pasok 160 Ton per Hari, Perkuat Kemandirian Energi Jabar dan Jakarta
Longsor Tapan–Jambi Rusak Delapan Titik Jalan, Kementerian PU Kerahkan Alat Berat
Karhutla Tanjung Puting Meluas, Prabowo Siapkan 200 Pompa dan 200 Titik Bor Air
KDKMP Sorowako Dorong Hilirisasi Pertanian, Produk Lokal Kuasai 70 Persen Gerai
Pelatihan Vokasi Kemnaker di NTT Sasar Pemulihan Ekonomi Penyintas Gempa
Budidaya Lebah Trigona Sumalata Buka Peluang Usaha Madu Berbasis Potensi Lokal
Dapur SRT 3 Sulsel Ditarget Rampung 6 Oktober, Mensos Dorong Sekolah Rakyat Mandiri Pangan
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Kelapa Parut Kering Jadi Peluang Usaha Baru bagi Warga Pulau Bacan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Kilang LPG Cilamaya Pasok 160 Ton per Hari, Perkuat Kemandirian Energi Jabar dan Jakarta

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Longsor Tapan–Jambi Rusak Delapan Titik Jalan, Kementerian PU Kerahkan Alat Berat

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Karhutla Tanjung Puting Meluas, Prabowo Siapkan 200 Pompa dan 200 Titik Bor Air

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:00 WIB

KDKMP Sorowako Dorong Hilirisasi Pertanian, Produk Lokal Kuasai 70 Persen Gerai

Berita Terbaru