Efisiensi Anggaran BGN Jadi Bahasan Prabowo, Kepala Badan Gizi Nasional Bawa Kabar Gembira ke Istana

- Jurnalis

Kamis, 11 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Efisiensi Anggaran BGN Jadi Bahasan Prabowo, Kepala Badan Gizi Nasional Bawa Kabar Gembira ke Istana (foto: bgn)

Efisiensi Anggaran BGN Jadi Bahasan Prabowo, Kepala Badan Gizi Nasional Bawa Kabar Gembira ke Istana (foto: bgn)

Sisipublik.com – Efisiensi Anggaran BGN menjadi salah satu materi yang dibawa Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, saat memenuhi panggilan Presiden RI, Prabowo Subianto, di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (11/6/2026). Nanik menyebut dirinya membawa kabar positif terkait pengelolaan anggaran yang akan di laporkan langsung kepada Presiden.

Saat tiba di kompleks Istana, Nanik menjelaskan bahwa laporan tersebut berkaitan dengan upaya efisiensi yang tengah di lakukan lembaganya.

“Efisiensi anggaran, kabar gembira. Biar turun, biar turun, efisiensi. Mau lapor Pak Presiden efisiensi,” kata Nanik kepada awak media.

Selain itu, Efisiensi Anggaran BGN menjadi topik yang ingin ia sampaikan terlebih dahulu kepada Presiden sebelum memberikan keterangan lebih lanjut kepada publik. Setelah menyampaikan pernyataan singkat, Nanik langsung memasuki area Istana Kepresidenan.

“Ya lapor dulu Pak Presiden, masa aku lapor ke kalian,” ujarnya.

Efisiensi Anggaran BGN di Tengah Sorotan Program MBG

Sementara itu, pembahasan mengenai anggaran BGN muncul di tengah perhatian publik terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sejumlah dapur MBG di berbagai daerah menghentikan operasional karena belum menerima pencairan dana.

Baca Juga :  Kvaratskhelia Raih Penghargaan Pemain Terbaik Liga Champions 2025/2026 Usai Antar PSG Pertahankan Gelar

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (PPG) Regional Bandung, Ramzi, mengonfirmasi bahwa puluhan dapur MBG di Kabupaten Bandung Barat menghentikan kegiatan untuk sementara waktu.

Menurut Ramzi, hingga pertengahan Juni 2026, sekitar 40 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak menjalankan operasional karena kendala pendanaan.

“Sampai hari kemarin, tercatat ada 40-an SPPG yang berhenti operasi sementara di wilayah Bandung Barat,” kata Ramzi.

Kondisi tersebut memunculkan perhatian terhadap kelancaran distribusi anggaran program MBG yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.

Efisiensi Anggaran BGN dan Klaim Investasi Dapur MBG

Di sisi lain, Efisiensi Anggaran BGN juga menjadi sorotan setelah muncul klaim dari investor yang terlibat dalam proyek dapur MBG perintis di Sukabumi.

Baca Juga :  Kepala BGN Mundur, Nanik S. Deyang Pilih Fokus Jalani Pengobatan Jantung

Seorang pengusaha bernama Mujazin mengaku telah menanamkan dana untuk mendukung pengembangan dapur MBG perintis. Namun, ia menyatakan belum menerima penyerahan pengelolaan dapur sebagaimana yang di harapkan.

Dalam konferensi pers yang di gelar oleh Yayasan Kharisma Cendekia Indonesia pada 7 Juni 2026, Mujazin bersama tim kuasa hukumnya memaparkan sejumlah dokumen yang mereka klaim sebagai bukti kerja sama investasi.

Kuasa hukum investor, Ahmad Yazdi, menjelaskan bahwa nota kesepahaman bernomor 02/MoU.02/IX/2025 tertanggal 2 September 2025 mencantumkan nilai kontrak sebesar Rp218,25 miliar.

Menurut Ahmad Yazdi, pembayaran tahap pertama mencapai Rp62,25 miliar yang di lakukan melalui berbagai metode, termasuk transfer dan pembayaran tunai. Ia menyebut dana tersebut berkaitan dengan kerja sama yang melibatkan Badan Gizi Nasional.

Perkembangan mengenai efisiensi anggaran, kelanjutan operasional dapur MBG, serta berbagai klaim investasi yang muncul saat ini masih menjadi perhatian publik dan menunggu penjelasan lebih lanjut dari pihak terkait. (j/*)

Berita Terkait

Sekolah Rakyat Serap 97 Ribu Pekerja Lokal, Akses Pendidikan Diperluas di 32 Provinsi
Hari Sumpah Pemuda, Penghargaan Katadata Angkat Teladan Habibie, Gus Dur, dan William Soeryadjaya
Penerbangan Langsung Umrah Jadi Prioritas, Kemenhaj Soroti Keamanan dan Ekonomi Nasional
Pasokan Gas Industri Jadi Prioritas, Bahlil Pangkas Ekspor ke Singapura 8 Persen
Storage Minyak Mentah Jadi Strategi Pemerintah Pangkas Jalur Impor Energi
Taman Anak Sejahtera Surakarta Pantau Tumbuh Kembang Anak dan Bantu Orang Tua Bekerja
MagangHub Batch 3: Kemnaker Perluas Peluang Magang lewat Kemitraan Perusahaan
Wamenaker Ajak JARNAS.INDO Perkuat Kompetensi Pekerja Menuju Indonesia Emas 2045
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Sekolah Rakyat Serap 97 Ribu Pekerja Lokal, Akses Pendidikan Diperluas di 32 Provinsi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:22 WIB

Hari Sumpah Pemuda, Penghargaan Katadata Angkat Teladan Habibie, Gus Dur, dan William Soeryadjaya

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Penerbangan Langsung Umrah Jadi Prioritas, Kemenhaj Soroti Keamanan dan Ekonomi Nasional

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Pasokan Gas Industri Jadi Prioritas, Bahlil Pangkas Ekspor ke Singapura 8 Persen

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:51 WIB

Storage Minyak Mentah Jadi Strategi Pemerintah Pangkas Jalur Impor Energi

Berita Terbaru