Bea Masuk 0 Persen Berlaku, Pemerintah Pangkas Tarif Impor LPG dan Bahan Baku Plastik untuk Redam Inflasi

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bea Masuk 0 Persen Berlaku, Pemerintah Pangkas Tarif Impor LPG dan Bahan Baku Plastik untuk Redam Inflasi (foto: ekon)

Bea Masuk 0 Persen Berlaku, Pemerintah Pangkas Tarif Impor LPG dan Bahan Baku Plastik untuk Redam Inflasi (foto: ekon)

Sisipublik.com – Pemerintah mulai menerapkan Bea Masuk 0 Persen untuk impor liquefied petroleum gas (LPG) bagi industri petrokimia dan bahan baku plastik. Kebijakan tersebut masuk dalam paket stimulus ekonomi semester II 2026 yang bertujuan menjaga stabilitas harga sekaligus mengurangi beban biaya produksi di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan pemerintah mengambil langkah tersebut sesuai arahan Presiden. Selain itu, pemerintah ingin memastikan industri memiliki akses terhadap bahan baku alternatif pengganti nafta yang harganya terus bergejolak akibat situasi internasional.

Bea Masuk 0 Persen Diharapkan Tekan Biaya Produksi

Bea Masuk 0 Persen menjadi salah satu upaya pemerintah untuk menjaga daya saing industri dalam negeri. Sebelumnya, tarif impor LPG untuk industri petrokimia berada di angka 5 persen. Kini, pemerintah menghapus pungutan tersebut agar pelaku usaha dapat memperoleh bahan baku dengan biaya lebih rendah.

Baca Juga :  Timnas Mobile Legends dan PUBG Mobile Indonesia Lolos Asian Games 2026, Siap Rebut Medali Emas

Di sisi lain, kenaikan harga LPG di pasar global yang dipicu konflik di kawasan Timur Tengah turut mendorong pemerintah mengambil langkah antisipatif. Dengan insentif tersebut, pemerintah berharap pelaku industri mampu mempertahankan harga produk agar tidak membebani konsumen.

Airlangga mengatakan kebijakan ini berpotensi menghasilkan manfaat ekonomi hingga Rp2,25 triliun. Nilai tersebut berasal dari penurunan biaya produksi serta efek pengganda yang dapat mendorong aktivitas ekonomi di berbagai sektor.

Bea Masuk 0 Persen untuk Bahan Baku Plastik Jaga Harga Kemasan

Selain LPG, pemerintah juga menetapkan Bea Masuk 0 Persen untuk impor bahan baku plastik. Kebijakan ini bertujuan menjaga kestabilan harga produk plastik yang selama ini masih menjadi komponen utama kemasan berbagai produk makanan dan kebutuhan sehari-hari.

Sementara itu, kenaikan harga nafta sebagai bahan baku industri plastik ikut memengaruhi biaya produksi. Karena itu, pemerintah ingin mencegah lonjakan harga produk plastik di pasar domestik.

Baca Juga :  Telekomunikasi di Sumatra Pulih Total Usai gangguan pasokan listrik

Menurut Airlangga, ketersediaan bahan baku dengan tarif impor nol persen dapat membantu menekan laju inflasi. Pasalnya, sebagian besar produk makanan menggunakan kemasan plastik sehingga perubahan harga bahan baku berpotensi memengaruhi harga barang konsumsi.

Pemerintah Perkuat Industri Penerbangan dan MRO

Tidak hanya sektor petrokimia dan plastik, pemerintah juga memperluas insentif ke industri penerbangan. Dalam paket stimulus yang sama, Langkah tersebut bertujuan meningkatkan daya saing industri maintenance, repair, and operations (MRO) di dalam negeri. Dengan biaya impor yang lebih rendah, pemerintah berharap industri perawatan pesawat nasional dapat berkembang sekaligus mendukung kebutuhan sektor penerbangan yang terus meningkat.

Melalui berbagai insentif tersebut, pemerintah berupaya menjaga stabilitas ekonomi nasional, menekan inflasi, serta memperkuat daya saing industri strategis di tengah dinamika ekonomi global. (j/*)

Berita Terkait

Harga Khusus BBM untuk Nelayan Kapal 30–200 GT Resmi Disiapkan, Ini Skema Baru yang Diperintahkan Prabowo
Bansos PKH BPNT Triwulan 3 Mulai 20 Juli, Kemensos Rampungkan Pembaruan Data Penerima
BBM Biodiesel B50 Hadir di Rest Area Tol, Jasa Marga Perkuat Dukungan Transisi Energi Nasional
Bintang Jasa Pencipta B50 Disiapkan Prabowo, Penggagas Program Diminta Segera Didata
Program Mandatori B50 Resmi Meluncur, Indonesia Perkuat Kedaulatan Energi Nasional
Pertukaran Pelajar Indonesia-Singapura Makin Erat, Lawrence Wong Ajak Siswa SMA Garuda Belajar di Singapura
Kerja Sama Indonesia-Singapura Makin Erat, Prabowo dan Lawrence Wong Perkuat Energi hingga Pertahanan
Biosolar Industri B50 Mulai Disalurkan, Elnusa Petrofin Jalankan Distribusi Perdana untuk Sektor Industri
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:00 WIB

Harga Khusus BBM untuk Nelayan Kapal 30–200 GT Resmi Disiapkan, Ini Skema Baru yang Diperintahkan Prabowo

Sabtu, 11 Juli 2026 - 09:00 WIB

BBM Biodiesel B50 Hadir di Rest Area Tol, Jasa Marga Perkuat Dukungan Transisi Energi Nasional

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:00 WIB

Bintang Jasa Pencipta B50 Disiapkan Prabowo, Penggagas Program Diminta Segera Didata

Jumat, 10 Juli 2026 - 08:00 WIB

Program Mandatori B50 Resmi Meluncur, Indonesia Perkuat Kedaulatan Energi Nasional

Selasa, 7 Juli 2026 - 08:00 WIB

Pertukaran Pelajar Indonesia-Singapura Makin Erat, Lawrence Wong Ajak Siswa SMA Garuda Belajar di Singapura

Berita Terbaru