Kenaikan Harga Minyakita Sudah Disepakati, Berapa HET Barunya?

Kenaikan Harga Minyakita Jadi Fokus Pemerintah Setelah Biaya Produksi dan Distribusi Terus Bergerak Naik

- Jurnalis

Kamis, 4 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kenaikan Harga Minyakita Sudah Disepakati, Berapa HET Barunya? (foto: cnbcindonesia)

Kenaikan Harga Minyakita Sudah Disepakati, Berapa HET Barunya? (foto: cnbcindonesia)

Sisipublik.com – Pemerintah memastikan kenaikan harga Minyakita akan segera di berlakukan setelah melakukan perhitungan ulang terhadap berbagai komponen biaya dalam rantai pasok. Kementerian Perdagangan menilai kondisi pasar saat ini sudah berbeda di banding saat Harga Eceran Tertinggi (HET) sebelumnya di tetapkan.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menjelaskan, sejumlah faktor mendorong penyesuaian harga minyak goreng rakyat tersebut. Biaya produksi mengalami peningkatan, mulai dari harga bahan baku hingga kebutuhan kemasan. Selain itu, biaya distribusi juga ikut memberi tekanan kepada produsen.

Menurutnya, kenaikan harga kemasan plastik menjadi salah satu faktor yang memengaruhi biaya produksi. Kondisi tersebut terjadi seiring naiknya harga nafta yang menjadi bahan baku industri plastik. Di sisi lain, harga Crude Palm Oil (CPO) atau minyak sawit mentah juga terus berfluktuasi sehingga memengaruhi struktur biaya produksi Minyakita.

Baca Juga :  Fajar/Fikri Bangkit dan Amankan Tiket 16 Besar Singapore Open 2026

Kenaikan Harga Minyakita Di pertimbangkan dari Kondisi Pasar

Dalam proses penetapan kebijakan, kenaikan harga Minyakita tidak hanya mempertimbangkan harga bahan baku. Pemerintah juga menghitung seluruh mata rantai distribusi, mulai dari produsen, distributor utama, distributor lanjutan, pengecer hingga konsumen akhir.

Budi mengungkapkan harga CPO saat ini sudah berada jauh di atas level ketika HET Minyakita pertama kali di tetapkan. Karena itu, produsen menghadapi tekanan biaya yang semakin besar. Jika harga jual tetap bertahan pada level lama, produsen berpotensi menanggung selisih biaya yang cukup tinggi.

Selain menghitung kondisi industri, pemerintah juga memperhatikan perkembangan harga yang masih bergerak dinamis. Oleh sebab itu, besaran HET baru belum di umumkan meski keputusan untuk melakukan penyesuaian harga telah di sepakati.

Selanjutnya, pemerintah akan menyusun simulasi harga pada setiap jalur distribusi. Langkah tersebut bertujuan agar harga yang di tetapkan tetap realistis bagi pelaku usaha sekaligus terjangkau bagi masyarakat.

Baca Juga :  Anthony Ginting Terhenti di Babak Awal, Sembilan Wakil Indonesia Melaju ke 16 Besar dari Hasil Taipei Open 2026

Tak hanya itu, pemerintah juga mempertimbangkan kondisi petani sawit. Menurut Budi, petani perlu memperoleh ruang untuk menyesuaikan harga sesuai dengan peningkatan biaya produksi yang mereka hadapi.

Sementara itu, sejumlah pedagang mengeluhkan pasokan Minyakita yang terbatas di beberapa wilayah. Kondisi tersebut membuat harga jual di lapangan kerap melampaui HET yang berlaku. Di sejumlah pasar, Minyakita bahkan di jual mendekati Rp16.000 per liter, lebih tinggi di banding HET sebelumnya sebesar Rp15.700.

Karena itu, pemerintah menilai penyesuaian harga menjadi salah satu langkah untuk menjaga keseimbangan pasokan, distribusi, dan keberlanjutan produksi. Keputusan tersebut juga menjadi tindak lanjut hasil rapat koordinasi sektor pangan yang sebelumnya membahas kondisi Minyakita di pasar. (j/*)

Berita Terkait

UMKM Surakarta Siapkan Rotan dan Batik untuk Perluas Pasar Ekspor di TEI 2026
Pabrik BYD Beroperasi, Indonesia Dorong Industri Mobil Listrik Naik Kelas
Danantara Housing Expo 2026 Catat Rp2 Triliun, Kolaborasi Perumahan Jadi Sorotan
Perdagangan Indonesia–Cili Dibuka Lebih Luas, Produk Olahan Jadi Fokus Ekspor
KDKMP Ikuti Magang di Bandung dan Lamongan untuk Perkuat Model Bisnis Desa
Menkeu Soroti Disiplin Anggaran dan Evaluasi Program Strategis di Jawa Barat
Koperasi dalam Perdagangan Karbon Diperluas, Kemenkop dan KLH Perkuat Ekonomi Sirkular
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada 2026 Diproyeksikan Capai 6 Persen, Investasi Terus Menguat
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 15:00 WIB

UMKM Surakarta Siapkan Rotan dan Batik untuk Perluas Pasar Ekspor di TEI 2026

Jumat, 4 September 2026 - 11:00 WIB

Pabrik BYD Beroperasi, Indonesia Dorong Industri Mobil Listrik Naik Kelas

Selasa, 1 September 2026 - 12:00 WIB

Danantara Housing Expo 2026 Catat Rp2 Triliun, Kolaborasi Perumahan Jadi Sorotan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 18:16 WIB

Perdagangan Indonesia–Cili Dibuka Lebih Luas, Produk Olahan Jadi Fokus Ekspor

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:00 WIB

KDKMP Ikuti Magang di Bandung dan Lamongan untuk Perkuat Model Bisnis Desa

Berita Terbaru