Agen Perlinsos Digital Libatkan 18 Juta Keluarga, Gus Ipul Tegaskan Sistem yang Menentukan Penerima Bansos

- Jurnalis

Kamis, 5 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan perkembangan layanan Perlinsos Digital yang telah membantu pendataan lebih dari 18,2 juta keluarga melalui 1.055.776 agen, di Jakarta (foto: kementerian sosial)

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan perkembangan layanan Perlinsos Digital yang telah membantu pendataan lebih dari 18,2 juta keluarga melalui 1.055.776 agen, di Jakarta (foto: kementerian sosial)

Sisipublik.com – Agen Perlinsos Digital telah membantu lebih dari 18,2 juta keluarga mengakses layanan pendataan perlindungan sosial. Kementerian Sosial (Kemensos) mencatat 1.055.776 agen terlibat dalam pemutakhiran data untuk mendukung penyaluran bantuan pemerintah yang lebih tepat sasaran.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan capaian tersebut dalam konferensi pers di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Kamis (5/11/2026). Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam memperbaiki kualitas Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Agen Perlinsos Digital Perkuat Pemutakhiran Data

Agen Perlinsos Digital berasal dari berbagai unsur masyarakat dan lembaga pemerintah. Mereka antara lain aparatur sipil negara (ASN), perangkat desa dan kelurahan, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Babinsa, Bhabinkamtibmas, pendamping desa, pengurus RT/RW, kader dasawisma, serta petugas Badan Pusat Statistik (BPS).

Selain itu, Kemensos melibatkan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), pengelola Pusat Kesejahteraan Sosial, pendamping rehabilitasi sosial, penyuluh keluarga berencana, dan penyuluh pertanian.

Gus Ipul mengapresiasi keterlibatan masyarakat yang secara sukarela membantu proses pendataan tersebut. Ia menilai kolaborasi lintas unsur dapat memperluas jangkauan pendataan sekaligus meningkatkan akurasi informasi sosial ekonomi masyarakat.

“Per hari ini sudah ada 1.055.776 agen Perlinsos yang telah membantu lebih dari 18 juta keluarga masuk ke dalam layanan Perlinsos Digital,” ujar Gus Ipul.

Baca Juga :  Efisiensi Anggaran Perlindungan Sosial lewat Digitalisasi Bansos

Ia berharap pemutakhiran data secara berkelanjutan dapat membantu pemerintah mengenali kondisi masyarakat secara lebih akurat. Dengan demikian, pemerintah memiliki landasan yang lebih kuat ketika menyalurkan bantuan kepada keluarga yang memenuhi kriteria.

Perlinsos Digital Buka Ruang Koreksi Masyarakat

Melalui Perlinsos Digital, pemerintah mengembangkan sistem pendataan yang tidak hanya mengandalkan identitas nama dan alamat. Sistem tersebut juga menggunakan teknologi biometrik berupa pengenalan wajah atau face recognition untuk melengkapi profil penerima manfaat.

Selain memperbarui informasi, masyarakat juga dapat menyampaikan koreksi dan sanggahan terhadap data yang tersedia. Mekanisme ini mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto agar masyarakat turut mengawasi dan memperbaiki data pemerintah.

Gus Ipul menjelaskan, pemerintah sengaja membuka ruang koreksi agar masyarakat dapat memberikan masukan ketika menemukan ketidaksesuaian informasi.

“Jika sekarang ada perdebatan soal data di medsos atau di berbagai forum, itu salah satu sebabnya karena memang kita membuka data ke masyarakat luas agar bisa dikoreksi,” jelasnya.

Dengan mekanisme tersebut, masyarakat tidak hanya berperan sebagai sumber informasi, tetapi juga ikut mengawasi kualitas data yang pemerintah gunakan dalam penyelenggaraan perlindungan sosial.

Sistem Terintegrasi Menentukan Kelayakan Penerima Bansos

Meski melibatkan lebih dari satu juta agen, Gus Ipul menegaskan bahwa mereka tidak memiliki kewenangan menetapkan seseorang atau keluarga sebagai penerima bantuan sosial.

Baca Juga :  Apresiasi Wakil Perdana Menteri Qatar ke Pengawal Wanita Kunjungan di Kemenhan

Bahkan, Menteri Sosial tidak dapat menentukan sendiri kelayakan penerima bantuan. Sistem akan mengolah dan mencocokkan berbagai sumber data pemerintah sebelum menghasilkan penilaian berdasarkan indikator yang tersedia.

“Siapa pun tidak bisa menentukan seseorang atau keluarga mendapatkan bantuan, termasuk Menteri Sosial sekalipun. Nanti yang akan menjawab adalah sistem,” tegas Gus Ipul.

Untuk mendukung proses tersebut, pemerintah mengintegrasikan data dari sejumlah kementerian, lembaga, dan penyedia layanan publik. Sumber data itu mencakup Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Samsat, PT PLN, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), BPJS Kesehatan, serta BPJS Ketenagakerjaan.

Pemerintah juga memanfaatkan informasi kepemilikan atau keterlibatan dalam pendirian perusahaan yang tercatat di Kementerian Hukum.

Integrasi tersebut memungkinkan sistem memadankan informasi berdasarkan sejumlah indikator sosial ekonomi, seperti kepemilikan tanah, kendaraan bermotor, penggunaan listrik, dan keterkaitan dengan kepemilikan perusahaan.

Melalui pendekatan ini, Kemensos berharap proses penetapan penerima perlindungan sosial semakin akurat dan transparan. Partisipasi masyarakat dalam memperbarui data pun menjadi salah satu unsur penting untuk memastikan bantuan pemerintah menjangkau keluarga yang benar-benar membutuhkan.

Berita Terkait

Pengawasan Umrah Sepanjang Tahun Disiapkan, Kemenhaj Bidik Bandara Keberangkatan Utama
Mentan Amran Siapkan Skema Cadangan Jagung, Peternak Bisa Akses Pasokan Saat Paceklik
PM-AAS Grobogan Tembus 3.500 Hektare, Kementan Uji Target Panen 11 Ton per Hektare
AIYEP 2026, Kemenpora Tekankan Diplomasi Pemuda dan Kontribusi Nyata bagi Indonesia
Kerja Sama Pertanian Indonesia-Tiongkok Bidik Produksi Bawang Putih, Ketergantungan Impor Jadi Sorotan
MagangHub Batch 3 Buka Rekrutmen, Simak Jadwal Seleksi dan Pengumuman
Dekarbonisasi Transportasi Jadi Prioritas Kemenhub, Angkutan Umum hingga Kereta Listrik Didorong
Skema Baru PBI-JK Perluas Perlindungan Kesehatan hingga Desil 8, Ini Pembagian Anggarannya
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 09:00 WIB

Pengawasan Umrah Sepanjang Tahun Disiapkan, Kemenhaj Bidik Bandara Keberangkatan Utama

Jumat, 6 November 2026 - 07:00 WIB

Mentan Amran Siapkan Skema Cadangan Jagung, Peternak Bisa Akses Pasokan Saat Paceklik

Jumat, 6 November 2026 - 06:00 WIB

PM-AAS Grobogan Tembus 3.500 Hektare, Kementan Uji Target Panen 11 Ton per Hektare

Kamis, 5 November 2026 - 19:00 WIB

Agen Perlinsos Digital Libatkan 18 Juta Keluarga, Gus Ipul Tegaskan Sistem yang Menentukan Penerima Bansos

Kamis, 5 November 2026 - 17:04 WIB

AIYEP 2026, Kemenpora Tekankan Diplomasi Pemuda dan Kontribusi Nyata bagi Indonesia

Berita Terbaru