Tubaba Art Festival 2026 Perkuat Ekonomi Kreatif Lewat Pendidikan Seni dan Kolaborasi Warga

- Jurnalis

Sabtu, 10 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menyambut penyelenggaraan Tubaba Art Festival #10 pada 7 November 2026 untuk memperkuat kolaborasi seni, pendidikan, dan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal (foto: kementerian ekonomi kreatif)

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menyambut penyelenggaraan Tubaba Art Festival #10 pada 7 November 2026 untuk memperkuat kolaborasi seni, pendidikan, dan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal (foto: kementerian ekonomi kreatif)

Sisipublik.com – Tubaba Art Festival 2026 membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal melalui kolaborasi seniman, peserta didik, arsitek, dan masyarakat di Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung. Festival edisi ke-10 ini dijadwalkan berlangsung pada 7 November 2026 dengan menggabungkan pendidikan seni, penciptaan karya, dan pengembangan potensi pariwisata daerah.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menyambut positif penyelenggaraan festival tersebut. Dalam audiensi bersama penyelenggara di Jakarta pada Kamis (8/10/2026), ia menekankan pentingnya inisiatif berbasis komunitas untuk memperluas ruang kolaborasi dan memperkenalkan karya kreatif daerah kepada masyarakat yang lebih luas.

Tubaba Art Festival 2026 juga menawarkan pendekatan yang menghubungkan pendidikan, kebudayaan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui rangkaian programnya, penyelenggara mendorong warga tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga terlibat dalam proses penciptaan karya seni dan pengembangan potensi lokal.

Tiga Program Utama Tubaba Art Festival 2026

Penyelenggara menyiapkan tiga program utama untuk menghubungkan proses pendidikan dengan praktik seni dan keterlibatan masyarakat.

Pertama, Perayaan Kesadaran, yakni program pendidikan seni dengan pendekatan pedagogi emansipatif bagi peserta didik berusia 7–18 tahun. Peserta mengikuti pelatihan intensif dan menghasilkan karya berupa teater musikal, tari, musik, serta seni rupa.

Baca Juga :  Motor Listrik Operasional PLN Kian Masif, Ada Target Lingkungan yang Ingin Dicapai

Kedua, Residensi Pulang ke Masa Depan, yang membuka kesempatan bagi seniman dari berbagai daerah di Indonesia untuk melakukan riset, berkolaborasi dengan warga, dan menciptakan karya berdasarkan proses tersebut. Program ini memberi ruang bagi seniman untuk mengembangkan gagasan melalui interaksi langsung dengan lingkungan sosial setempat.

Ketiga, Instalasi Ruang Publik, berupa karya instalasi yang melibatkan arsitek dari berbagai daerah. Program ini menempatkan ruang publik sebagai medium ekspresi seni sekaligus titik temu antara kreativitas, arsitektur, dan kehidupan masyarakat.

Menurut Irene, kolaborasi lintas sektor seperti ini dapat memperluas manfaat seni bagi masyarakat. Karena itu, pengembangan festival berbasis potensi daerah perlu berjalan bersama upaya memperkuat pendidikan, pariwisata, dan kegiatan ekonomi kreatif.

Hubungkan Karya Seni dengan Pariwisata dan UMKM

Direktur Sekolah Tubaba Art Festival, Semi Ikra Anggara, mengatakan penyelenggara ingin meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebudayaan Indonesia melalui seni. Selain itu, festival ini diarahkan untuk memperkuat ekosistem kebudayaan secara berkelanjutan dan menyediakan ruang pendidikan karakter bagi generasi muda.

Baca Juga :  Indonesia dan Maroko Jajaki Kerja Sama Budaya Lewat Musik Tradisional

Penyelenggara juga ingin memperluas keterkaitan antara ekonomi kreatif, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pasar yang lebih luas. Dengan demikian, kegiatan seni diharapkan dapat membuka kesempatan bagi pelaku lokal untuk memperkenalkan produk dan karya mereka kepada pengunjung.

Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia juga menjadwalkan penampilan grup musik Voice of Baceprot. Kehadiran grup tersebut menjadi bagian dari rangkaian acara yang menghubungkan karya kreatif lokal dengan perkembangan industri musik yang menjangkau audiens internasional.

Tantangan Mengembangkan Dampak Festival

Penyelenggaraan festival sehari ini memberikan ruang bagi berbagai pelaku seni dan masyarakat untuk bertemu serta berkolaborasi. Namun, manfaat jangka panjangnya akan bergantung pada kesinambungan program setelah acara berakhir.

Pendampingan peserta didik, keberlanjutan kerja sama seniman dengan warga, serta peluang pemasaran bagi UMKM dapat menjadi bagian penting dari pengembangan ekosistem kreatif daerah. Dengan langkah tersebut, Tubaba Art Festival berpeluang menjadi lebih dari sekadar agenda pertunjukan, yakni ruang pengembangan talenta, pelestarian budaya, dan penguatan ekonomi masyarakat di Tulang Bawang Barat.

Berita Terkait

Revitalisasi Sekolah di Bali Naik Jadi 401 Unit, Perbaikan Infrastruktur Dukung Kenyamanan Belajar
Bhumi ATR/BPN Bantu Cek Peta Bidang Tanah, Ini Batasan Informasi yang Perlu Dipahami
Digitalisasi Bansos Perkuat Verifikasi Penerima, Kemensos Buka Akses Pengawasan Data
SMA Unggul Garuda Perluas Akses Sekolah Unggulan hingga Empat Daerah
Kedelai Grobogan Ditargetkan Tembus 3 Ton per Hektare, Kementan Siapkan Ekspansi Lahan
Prabowo Lantik Empat Wakil Menteri, Dua Perkuat Sektor Pertahanan
Swasembada Beras Perkuat Ketahanan Pangan, Pemerintah Benahi Distribusi Pupuk
Transformasi PLN Jadi Prioritas, Prabowo Dorong Efisiensi dan Energi Surya 100 GW
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:40 WIB

Revitalisasi Sekolah di Bali Naik Jadi 401 Unit, Perbaikan Infrastruktur Dukung Kenyamanan Belajar

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Bhumi ATR/BPN Bantu Cek Peta Bidang Tanah, Ini Batasan Informasi yang Perlu Dipahami

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Digitalisasi Bansos Perkuat Verifikasi Penerima, Kemensos Buka Akses Pengawasan Data

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:27 WIB

SMA Unggul Garuda Perluas Akses Sekolah Unggulan hingga Empat Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Kedelai Grobogan Ditargetkan Tembus 3 Ton per Hektare, Kementan Siapkan Ekspansi Lahan

Berita Terbaru