Sisipublik.com – Hotspot nasional turun 362 titik dalam sehari berdasarkan pemantauan Kementerian Kehutanan. Meski penurunan ini menunjukkan berkurangnya anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit, pemerintah tetap mempertahankan operasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah rawan.
Data SiPongi Kementerian Kehutanan yang bersumber dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20 mencatat 213 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) hingga Jumat (25/9) pukul 21.10 WIB. Angka itu turun dari 575 titik pada pemantauan sehari sebelumnya.
Hotspot nasional turun 362 titik, Kalimantan Tengah masih menjadi perhatian
Hotspot nasional turun 362 titik, dengan penurunan terbesar terjadi di Kalimantan Tengah. Provinsi tersebut mencatat 57 titik, jauh lebih rendah dibandingkan 261 titik pada pemantauan sebelumnya.
Sementara itu, Sumatera Selatan mencatat 17 titik, turun dari 25 titik. Kalimantan Barat berada pada 14 titik setelah sebelumnya mencapai 26 titik. Kalimantan Selatan juga turun dari sembilan menjadi enam titik.
Di Jambi, pemantauan terbaru menemukan satu hotspot setelah sehari sebelumnya tidak terdeteksi hotspot high confidence. Adapun Riau tetap mencatat nihil hotspot.
Namun, Kementerian Kehutanan mengingatkan bahwa angka hotspot tidak dapat langsung disamakan dengan jumlah kebakaran atau luas lahan yang terbakar. Satelit mendeteksi anomali suhu permukaan, sehingga petugas tetap perlu melakukan groundcheck untuk memastikan kondisi di lapangan.
Operasi darat dan udara tetap disiagakan
Penurunan hotspot belum membuat pemerintah menghentikan operasi. Kementerian Kehutanan bersama BNPB, TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, relawan, dunia usaha, dan pihak terkait terus menjalankan patroli serta penanganan langsung.
Pemerintah menyiagakan 61 unit armada udara. Sebanyak 17 unit mendukung patroli dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), sedangkan 44 unit menjalankan operasi water bombing.
Dari jumlah tersebut, 55 armada mendukung penanganan di enam provinsi prioritas. Enam unit water bombing lainnya membantu penanganan di wilayah terdampak lain.
Di darat, Manggala Agni dan tim gabungan melakukan groundcheck, pemadaman, penyekatan penjalaran api, pembasahan, mopping up, serta pendinginan. Langkah tersebut penting terutama di kawasan gambut karena bara dapat bertahan di bawah permukaan meskipun nyala api sudah tidak terlihat.
Kualitas udara belum otomatis membaik
Penurunan hotspot juga belum berarti kualitas udara langsung pulih. Kementerian Kehutanan menyebut pemantauan PM2,5 masih menunjukkan kondisi udara yang bervariasi. Sebagian besar wilayah berada dalam kategori baik hingga sedang, tetapi sejumlah kawasan di Sumatera dan Kalimantan masih mengalami kondisi tidak sehat hingga sangat tidak sehat.
Asap yang sudah terbentuk dapat bertahan dan berpindah mengikuti arah angin serta kondisi atmosfer. Karena itu, masyarakat di wilayah terdampak tetap perlu mengikuti informasi kualitas udara dari pemerintah daerah.
Jika kualitas udara memburuk, masyarakat dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar.
Karhutla juga mengancam habitat satwa liar
Pengendalian karhutla tidak hanya menyasar keselamatan masyarakat dan perlindungan kawasan hutan. Kebakaran juga dapat mengganggu habitat satwa liar dengan memutus ruang jelajah serta mengurangi sumber pakan.
Kementerian Kehutanan melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan mitra konservasi menyiagakan tim untuk menangani satwa yang terluka, terjebak, kehilangan habitat, atau membutuhkan evakuasi.
Masyarakat yang menemukan orangutan atau satwa liar lain di sekitar kawasan kebakaran diminta tidak melakukan evakuasi sendiri. Warga sebaiknya menjaga jarak, mencatat lokasi jika situasi memungkinkan, lalu melaporkannya kepada BKSDA atau petugas kehutanan agar tim berkompeten dapat melakukan penanganan.
Penurunan hotspot perlu dijaga
Kementerian Kehutanan tetap mengingatkan masyarakat dan pelaku usaha agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Pencegahan sumber api baru menjadi bagian penting untuk mempertahankan tren penurunan hotspot.
Dengan kondisi cuaca, kelembapan, angin, dan bahan bakar permukaan yang dapat berubah, petugas tetap melakukan pemantauan meskipun jumlah hotspot mengalami penurunan. Pemerintah juga meminta masyarakat segera melaporkan indikasi asap atau kebakaran agar petugas dapat melakukan penanganan sedini mungkin.











Komentar