Kemenhut Dorong Saka Wanabakti Jambi Terhubung dengan Program Kehutanan

- Jurnalis

Kamis, 24 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian Kehutanan memperkuat pembinaan Saka Wanabakti Jambi melalui penguatan kelembagaan dan integrasi kegiatan dengan program kehutanan (foto: kementerian kehutanan)

Kementerian Kehutanan memperkuat pembinaan Saka Wanabakti Jambi melalui penguatan kelembagaan dan integrasi kegiatan dengan program kehutanan (foto: kementerian kehutanan)

Sisipublik.com – Saka Wanabakti Jambi mendapat dorongan untuk memperkuat kegiatan pembinaan generasi muda melalui program kehutanan yang lebih terarah. Kementerian Kehutanan menilai Jambi memiliki modal kelembagaan dan jejaring yang dapat mendukung pengembangan Saka Wanabakti sebagai wadah pembelajaran generasi muda di bidang kehutanan.

Dorongan tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Pimpinan Saka Wanabakti Tingkat Nasional, Majelis Pembimbing Saka Wanabakti Tingkat Daerah, dan Pimpinan Saka Wanabakti Tingkat Daerah di Jambi pada 2026.

Kementerian Kehutanan melalui Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri) BP2SDM bersama Pimpinan Saka Wanabakti Tingkat Nasional melihat Saka Wanabakti Jambi memiliki dukungan pemerintah daerah, UPT Kementerian Kehutanan, serta pengalaman kegiatan di tingkat regional dan nasional.

Saka Wanabakti Jambi Perkuat Kelembagaan

Kepala Pusgenri Luckmi Purwandari mengatakan penguatan Saka Wanabakti tidak cukup hanya melalui struktur organisasi. Menurut dia, pangkalan perlu aktif, jumlah anggota perlu tumbuh, sementara Pamong dan Instruktur juga harus meningkatkan kompetensinya.

Karena itu, rapat koordinasi menghasilkan sejumlah agenda tindak lanjut. Agenda tersebut mencakup penguatan kelembagaan hingga tingkat cabang dan pangkalan, peningkatan kapasitas Pamong, Instruktur, serta pengurus, dan penyusunan kegiatan yang menyesuaikan kalender pendidikan.

Baca Juga :  Peran Pramuka Perkuat Karakter Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045

Selain itu, Kementerian Kehutanan mendorong integrasi kegiatan Saka Wanabakti dengan program teknis yang berjalan di Dinas Kehutanan, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), dan UPT Kementerian Kehutanan. Langkah tersebut membuka ruang agar anggota memperoleh pengalaman yang lebih dekat dengan kegiatan kehutanan di lapangan.

Empat Krida Jadi Ruang Pembelajaran

Penguatan kegiatan juga diarahkan pada pemanfaatan empat Krida Saka Wanabakti sebagai ruang pembelajaran dan aktivitas generasi muda. Melalui kegiatan tersebut, anggota dapat memperoleh pengalaman yang berkaitan dengan hutan dan lingkungan.

Pendekatan ini sejalan dengan arah pengembangan Saka Wanabakti secara nasional. Pada Mei 2026, Kementerian Kehutanan juga mendorong penguatan kelembagaan sekaligus penyempurnaan Syarat Kecakapan Khusus (SKK) dan Tanda Kecakapan Khusus (TKK) agar pembinaan generasi muda kehutanan lebih adaptif terhadap perkembangan dan kebutuhan bidang kehutanan.

Sementara itu, program pembinaan di berbagai daerah menunjukkan bahwa Saka Wanabakti mulai diarahkan pada kegiatan yang memberi pengalaman langsung. Kementerian Kehutanan, misalnya, mengembangkan kegiatan konservasi dan pembelajaran lapangan bagi anggota Saka Wanabakti di sejumlah wilayah sepanjang 2026.

Baca Juga :  Bandara Husein Dipersiapkan Kembali Beroperasi Optimal, Bandung Bidik Peningkatan Ekonomi

Sinergi dengan Gerakan Pramuka Jambi

Penguatan Saka Wanabakti Jambi kemudian berlanjut melalui kunjungan ke Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jambi. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya menyatukan pembinaan generasi muda melalui Gerakan Pramuka dengan agenda kehutanan.

Ketua Kwarda Jambi Sudirman memperkenalkan program SIMPATIK yang mencakup nilai santun, beriman, mandiri, peduli, berakhlak, terampil, berintegritas, dan berkualitas.

Nilai tersebut dapat menjadi bagian dari pembinaan anggota Saka Wanabakti, terutama ketika kegiatan organisasi memberikan pengalaman langsung dalam menjaga hutan dan lingkungan.

Dengan demikian, penguatan Saka Wanabakti di Jambi tidak hanya menyasar keberadaan organisasi, tetapi juga kualitas kegiatan dan kapasitas pengelolanya. Kementerian Kehutanan berharap pola tersebut dapat membuat Jambi berkembang sebagai salah satu basis pembinaan generasi muda kehutanan di luar Pulau Jawa.

Berita Terkait

Kebudayaan Hidup dari Tradisi yang Diteruskan, Kemenbud Soroti Peran Masyarakat di Bali
Banjir Solok Picu Relokasi 3 Gedung Pemerintah, Kementerian PU Pulihkan Fasilitas Publik
Data Cuaca Jadi Dasar Bertani, Petani Merauke Didorong Terapkan Pertanian Cerdas Iklim
Karhutla Merauke Mengancam Permukiman, Warga dan TEP UGM Perkuat Pemadaman di Bupul Indah
Festival Kopi Kerinci 2026: Deka Mulia Borong Dua Gelar, Hilirisasi Jadi Sorotan
SKB Sentra Dharma Guna Bengkulu Buka Jalur Pendidikan bagi Anak Putus Sekolah
SAPE ULIN Kalimantan Buka Klinik Virtual untuk Percepat Layanan Lingkungan di Daerah
Cengkerama Iklim Dorong Pelajar dan Mahasiswa Surabaya Ubah Kepedulian Menjadi Aksi
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 09:00 WIB

Kebudayaan Hidup dari Tradisi yang Diteruskan, Kemenbud Soroti Peran Masyarakat di Bali

Minggu, 27 September 2026 - 00:00 WIB

Banjir Solok Picu Relokasi 3 Gedung Pemerintah, Kementerian PU Pulihkan Fasilitas Publik

Kamis, 24 September 2026 - 17:00 WIB

Kemenhut Dorong Saka Wanabakti Jambi Terhubung dengan Program Kehutanan

Kamis, 24 September 2026 - 09:00 WIB

Data Cuaca Jadi Dasar Bertani, Petani Merauke Didorong Terapkan Pertanian Cerdas Iklim

Rabu, 23 September 2026 - 09:00 WIB

Karhutla Merauke Mengancam Permukiman, Warga dan TEP UGM Perkuat Pemadaman di Bupul Indah

Berita Terbaru