Sisipublik.com – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memperluas pasar wisatawan Jepang dengan memperkenalkan lebih banyak pilihan destinasi dan pengalaman wisata Indonesia melalui Tourism EXPO Japan 2026 di Tokyo Big Sight, Jepang, pada 24–27 September 2026. Langkah ini sekaligus menjadi ruang bagi industri pariwisata Indonesia untuk membangun jejaring bisnis dengan mitra di Jepang.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini mengatakan partisipasi Indonesia dalam pameran tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan keragaman destinasi Nusantara. Kemenpar juga membawa pelaku industri pariwisata untuk menawarkan produk dan paket perjalanan kepada pasar Jepang.
Pasar Jepang Didorong Mengenal Destinasi di Luar Bali
Pasar wisatawan Jepang menjadi salah satu sasaran promosi Kemenpar melalui Paviliun Indonesia yang mengusung kampanye Wonderful Indonesia, “Go Beyond Ordinary”. Selain Bali, promosi tersebut memperkenalkan pengalaman wisata dari berbagai wilayah Indonesia.
Menurut Made, pendekatan tersebut bertujuan memperluas pilihan perjalanan wisatawan Jepang. Dengan demikian, promosi Indonesia tidak hanya bertumpu pada destinasi yang selama ini sudah dikenal pasar internasional.
Kemenpar menghadirkan delapan perwakilan industri pariwisata Indonesia dalam kegiatan tersebut. Mereka menawarkan produk wisata, pengelolaan destinasi, layanan penerbangan, akomodasi, hingga pengalaman kebugaran.
Garuda Indonesia membawa aspek konektivitas penerbangan antara Jepang dan Indonesia. Sementara itu, Adventure Indonesia dan Wendy Asia Utama menawarkan produk serta pengalaman wisata, sedangkan DMC White Tiger Bali memperkenalkan layanan pengelolaan destinasi.
Dari sektor akomodasi, Kuno Villas, Menjaga Bay Resort, dan The Mulia Resort and Villas menawarkan pilihan penginapan dengan karakter yang berbeda. Yoga Barn melengkapi promosi melalui pengalaman wisata kebugaran holistik.
Tourism Expo Japan Jadi Ruang Pertemuan Bisnis
Selain promosi destinasi, Kemenpar memanfaatkan Tourism Expo Japan 2026 untuk mempertemukan pelaku industri Indonesia dengan mitra pariwisata Jepang.
Paviliun Indonesia menyediakan agenda pertemuan bisnis antarpelaku usaha atau B2B, presentasi produk wisata, serta jejaring dengan agen perjalanan dan operator tur. Kegiatan tersebut membuka ruang bagi industri nasional untuk memperkenalkan paket perjalanan sekaligus membangun kemitraan dengan pelaku usaha Jepang.
Tourism EXPO Japan 2026 sendiri berlangsung pada 24–27 September 2026 di Tokyo Big Sight. Penyelenggara membagi dua hari pertama, 24–25 September, sebagai hari industri dan pers, sedangkan 26–27 September menjadi hari untuk masyarakat umum.
Pameran tersebut mengangkat tema “The Changing Nature of Travel” dan mempertemukan pelaku industri pariwisata dari berbagai negara serta wilayah Jepang.
Budaya dan Kopi Ikut Memperkuat Promosi
Kemenpar juga menggunakan pendekatan budaya dan gastronomi untuk memperkenalkan Indonesia kepada pengunjung. Paviliun Indonesia akan menghadirkan pertunjukan tari tradisional secara terjadwal serta sajian kopi dari sejumlah daerah penghasil kopi Indonesia.
Pendekatan tersebut melengkapi promosi destinasi dengan pengalaman yang lebih beragam. Pengunjung tidak hanya memperoleh informasi mengenai tempat wisata, tetapi juga dapat mengenal seni dan cita rasa Indonesia.
Made mengatakan keikutsertaan Indonesia dalam Tourism Expo Japan 2026 diarahkan untuk memperkuat hubungan dengan industri pariwisata Jepang sekaligus memperkenalkan destinasi Indonesia yang lebih beragam.
Melalui kampanye “Go Beyond Ordinary”, Kemenpar mendorong pasar Jepang melihat Indonesia sebagai tujuan perjalanan dengan pilihan pengalaman yang mencakup alam, budaya, kuliner, kebugaran, dan berbagai produk wisata lainnya.











Komentar