Sisipublik.com – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Malang kembali menorehkan capaian membanggakan di tingkat nasional. Dalam Ajang Apresiasi Madrasah berprestasi yang digelar Kementerian Agama Republik Indonesia, MAN 2 Kota Malang berhasil membawa pulang empat penghargaan bergengsi berkat prestasi akademik dan riset para siswanya.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, dalam acara yang berlangsung di MAN Insan Cendekia Serpong pada Jumat (22/5/2026).
MAN 2 Kota Malang menerima penghargaan sebagai:
- Juara Umum Olimpiade Sains Nasional (OSN) selama dua tahun berturut-turut
- Penyumbang medali internasional terbanyak dari delegasi PUSPRESNAS selama tiga tahun berturut-turut
- Juara Umum Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) selama dua tahun berturut-turut
- Juara Umum Kompetisi Sains Siswa Muslim Indonesia (KOSSMI) 2026
Kepala MAN 2 Kota Malang, Samsudin, menyampaikan rasa syukur atas capaian yang di raih seluruh civitas akademika madrasah. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja sama dan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta pembinaan prestasi siswa.
Ribuan Prestasi dalam Tiga Tahun Terakhir
Samsudin menjelaskan, sejak Juli 2023 hingga Mei 2026, MAN 2 Kota Malang berhasil mengumpulkan total 2.791 prestasi dari berbagai bidang, mulai dari sains, akademik, riset, keagamaan, hingga seni.
Sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026, madrasah tersebut juga mencatatkan 174 prestasi tingkat internasional. Selain itu, MAN 2 Kota Malang sukses mempertahankan dominasi di sejumlah kompetisi nasional, termasuk:
- Juara Umum OSN dua tahun berturut-turut
- Juara Umum Kompetisi Sains Madrasah (KSM) 2024
- Juara Umum Olimpiade Bahasa Arab (OBA) 2025
Tak hanya di bidang kompetisi, capaian akademik lulusan MAN 2 Kota Malang juga menunjukkan hasil positif. Sebanyak 130 lulusan tahun 2026 di terima di berbagai perguruan tinggi favorit dalam dan luar negeri melalui beragam jalur seleksi.
Sebanyak 81 siswa di terima melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), 15 siswa lolos melalui International Undergraduate Program (IUP), tujuh siswa memperoleh golden ticket, dan tiga siswa di terima melalui jalur SPAN-PTKIN.
Selain itu, 26 siswa di terima di perguruan tinggi luar negeri maupun sekolah kedinasan, sementara enam siswa lainnya lolos melalui jalur seleksi lainnya. (j/*)










Komentar