Sisipublik.com – Expo ORHL 2026 resmi berlangsung di Hall Gedung Indonesia Convention Center (ICC), Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Dr. (H.C.) Ir. H. Soekarno, Cibinong, Bogor, Rabu (9/7). Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan (ORHL) menghadirkan ajang ini sebagai ruang untuk memperkenalkan hasil riset, memperluas kolaborasi, sekaligus mendorong pemanfaatan inovasi bagi masyarakat dan dunia industri.
Kegiatan bertema “Sinergi Riset Hayati dan Lingkungan: Inovasi untuk Negeri” tersebut menjadi bagian dari rangkaian Capacity Building & Expo ORHL 2026. Selain akademisi, acara ini juga melibatkan pelaku usaha, mitra strategis, pemerintah, hingga masyarakat yang ingin mengenal perkembangan riset hayati dan lingkungan di Indonesia.
Sementara itu, Expo ORHL 2026 menghadirkan 24 etalase inovasi. Pameran tersebut mencakup tiga platform Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM), delapan etalase hasil penelitian ORHL dari tahap awal hingga hilirisasi, serta sebelas etalase milik mitra strategis. Selama dua hari pelaksanaan, pengunjung juga dapat mengikuti Future Research Station, pameran inovasi, penandatanganan kerja sama, hingga kompetisi ilmiah.
Expo ORHL 2026 Perkuat Sinergi Antarlembaga
Ketua Panitia Capacity Building & Expo ORHL 2026, Delicia Yunita Rahman, menjelaskan seluruh pusat riset di lingkungan ORHL berkolaborasi selama sekitar dua bulan untuk mempersiapkan kegiatan tersebut.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Perhimpunan Mikrobiologi Indonesia, Perhimpunan Entomologi Indonesia, Masyarakat Zoologi Indonesia, para mitra strategis, sponsor, dan seluruh panitia yang ikut menyukseskan penyelenggaraan expo.
Inovasi Hayati dan Lingkungan Hadapi Tantangan Global
Kepala Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan BRIN, Andes Hamuraby Rozak, membuka secara resmi Expo ORHL 2026. Ia menegaskan kegiatan tersebut menunjukkan komitmen BRIN dalam menghasilkan riset yang mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan nasional.
Menurut Andes, dunia menghadapi tiga tantangan besar, yakni perubahan iklim, berkurangnya keanekaragaman hayati, serta meningkatnya polusi. Karena itu, riset dan inovasi perlu menghasilkan solusi ilmiah yang dapat diterapkan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
Ia menambahkan, berbagai inovasi yang di pamerkan memperlihatkan kemampuan para periset BRIN dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, mulai dari penelitian biodiversitas, pemanfaatan sumber daya hayati, hingga pengelolaan ekosistem secara berkelanjutan.
Namun demikian, Andes menilai hasil penelitian harus memberi manfaat nyata melalui proses di seminasi, hilirisasi, dan penerapan di masyarakat. Oleh sebab itu, kolaborasi dengan pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan komunitas menjadi faktor penting agar inovasi mampu memberikan dampak yang lebih luas.
Kolaborasi Quadruple Helix Perkuat Ekosistem Riset
Selain menampilkan hasil penelitian, Expo ORHL 2026 juga memperkuat kerja sama lintas sektor. Andes mengapresiasi dukungan para kolaborator dan 18 mitra strategis yang berpartisipasi dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Melalui kerja sama tersebut, BRIN berharap inovasi mampu meningkatkan daya saing bangsa sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Setelah membuka acara secara resmi, Andes bersama jajaran pimpinan BRIN dan tamu undangan meninjau seluruh area pameran. (j/*)










Komentar