Papua Selatan Lumbung Pangan Diperkuat, Kementan Kucurkan Bantuan Rp1,33 Triliun untuk Modernisasi Pertanian

- Jurnalis

Senin, 6 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Papua Selatan Lumbung Pangan Diperkuat, Kementan Kucurkan Bantuan Rp1,33 Triliun untuk Modernisasi Pertanian (foto: kementerian pertanian)

Papua Selatan Lumbung Pangan Diperkuat, Kementan Kucurkan Bantuan Rp1,33 Triliun untuk Modernisasi Pertanian (foto: kementerian pertanian)

Sisipublik.com – Papua Selatan Lumbung Pangan terus menjadi fokus pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Kementerian Pertanian (Kementan) mengalokasikan bantuan senilai Rp1,33 triliun kepada Provinsi Papua Selatan sepanjang 2026. Pemerintah mengarahkan anggaran tersebut untuk mempercepat modernisasi pertanian, memperluas areal tanam, meningkatkan produktivitas, serta mendukung kesejahteraan petani melalui program Cetak Sawah Rakyat (CSR) dan Optimalisasi Lahan (Oplah).

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan seluruh bantuan tersebut ditujukan bagi masyarakat. Pemerintah berharap dukungan itu mampu meningkatkan hasil produksi sekaligus memperbaiki taraf hidup petani di Papua Selatan.

Selain itu, Papua Selatan Lumbung Pangan juga menjadi bagian dari strategi nasional dalam memperkuat pasokan pangan di kawasan timur Indonesia. Pemerintah mendorong peningkatan indeks pertanaman, penggunaan teknologi modern, serta pembangunan infrastruktur pertanian agar sektor ini berkembang lebih cepat dan berkelanjutan.

Penyaluran bantuan berlangsung saat Amran menghadiri Gerakan Tanam di kawasan Optimalisasi Lahan dan Cetak Sawah Rakyat di Kampung Waninggap Kai, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Sabtu, 4 Juli 2026.

Papua Selatan Lumbung Pangan Diperkuat Lewat Bantuan Strategis

Kementerian Pertanian membagi anggaran tersebut ke berbagai sektor prioritas. Pemerintah membangun lahan pertanian dan jaringan irigasi, menyediakan alat dan mesin pertanian (alsintan), benih unggul, pupuk, pestisida, serta mendukung pengembangan tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, hingga peternakan.

Di samping itu, pemerintah memperluas penerapan teknologi modern agar proses budidaya berjalan lebih efisien. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, menjaga ketahanan pangan, sekaligus memperbesar pendapatan petani.

Baca Juga :  Fermenstation ITB Jadi Magnet Akulturasa, Inovasi Pangan Fermentasi Mahasiswa Buka Peluang Baru

Amran menegaskan pembangunan pertanian di Papua Selatan tidak hanya mengejar perluasan lahan tanam. Pemerintah juga membangun sistem pertanian modern yang mampu bersaing dan menghasilkan produksi lebih tinggi.

Teknologi Modern Dorong Produktivitas Pertanian Merauke

Menurut Amran, perkembangan pertanian di Merauke menunjukkan hasil yang menggembirakan. Petani kini memanfaatkan berbagai teknologi modern seperti drone pertanian, rice transplanter, combine harvester, serta berbagai mesin mekanisasi lainnya.

Lebih menarik lagi, generasi muda Papua mengoperasikan teknologi tersebut secara langsung. Kondisi itu menunjukkan proses alih teknologi berjalan dengan baik dan membuka peluang lahirnya petani muda yang lebih kompeten.

Amran menilai teknologi yang di gunakan di Merauke sudah setara dengan sistem pertanian modern yang di terapkan di sejumlah negara maju, termasuk Jepang dan Amerika Serikat.

Indeks Pertanaman dan Produksi Terus Meningkat

Pemanfaatan teknologi modern memberikan dampak nyata terhadap produktivitas pertanian. Saat ini indeks pertanaman (IP) di Merauke mencapai sekitar dua kali tanam dalam setahun. Angka tersebut melampaui rata-rata nasional yang masih berada pada kisaran 1,6 hingga 1,7 kali tanam.

Selain frekuensi tanam yang meningkat, hasil panen juga mengalami kenaikan. Produksi yang sebelumnya berkisar tiga ton per hektare kini meningkat menjadi empat hingga tujuh ton per hektare di sejumlah lokasi.

Baca Juga :  Kementan Siapkan Dapur Susu Indonesia, Modal Rp5 Miliar Bisa Pasok Hingga 10 Dapur MBG

Peningkatan hasil panen tersebut ikut mendorong kenaikan pendapatan petani. Berdasarkan laporan pemerintah daerah, sebagian petani bahkan mencatat kenaikan pendapatan hingga sekitar 300 persen.

Kolaborasi Jadi Kunci Pengembangan Pertanian

Amran menegaskan keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya bergantung pada pemerintah pusat. Pemerintah daerah, TNI, Polri, penyuluh pertanian, serta para petani juga berperan besar dalam mempercepat pengembangan sektor pertanian.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Papua Selatan mengapresiasi dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan kawasan pertanian. Berdasarkan data pemerintah daerah, sekitar 48 ribu hektare dari total 84 ribu hektare program Cetak Sawah Rakyat di Tanah Papua berada di Kabupaten Merauke.

Selanjutnya, sekitar 53 ribu hektare dari total 54 ribu hektare program Optimalisasi Lahan di Tanah Papua juga berada di wilayah Merauke. Kondisi tersebut memperlihatkan besarnya peran daerah itu dalam mendukung produksi pangan nasional.

Pemerintah Kabupaten Merauke menilai program Cetak Sawah Rakyat dan Optimalisasi Lahan berhasil meningkatkan luas tanam, produktivitas, serta produksi pangan. Dengan potensi lahan pertanian sekitar 1,2 juta hektare, Merauke memiliki peluang besar menjadi salah satu pusat produksi pangan nasional sekaligus memperkuat Papua Selatan Lumbung Pangan di Indonesia bagian timur. (j/*)

Berita Terkait

Gerakan Pangan Murah Perluas Akses Pangan, Pemerintah Siapkan Respons Harga Lebih Cepat
Swasembada Pangan Jadi Penyangga Indonesia saat Krisis Global, Cadangan Beras Tembus 4,56 Juta Ton
Prabowo Benahi BUMN, Pemerintah Prioritaskan Perusahaan Produktif dan Aset Negara
Manajemen Risiko ATR/BPN Jadi Kunci Percepat Layanan Pertanahan yang Aman
Kesejahteraan Keuangan Keluarga Jadi Fokus Baru, Prabowo Resmikan DNKK
Pencegahan Kekerasan di Pesantren Jadi Fokus Pelatihan Musyrif dan Musyrifah
Meutia Hatta Tekankan Perlindungan Anak dan Pendampingan Pasangan untuk Perkuat Keluarga
Sinergi SI, Baznas, dan MES Perluas Akses Modal bagi Pengusaha Muslim
Berita ini 11 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Gerakan Pangan Murah Perluas Akses Pangan, Pemerintah Siapkan Respons Harga Lebih Cepat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Swasembada Pangan Jadi Penyangga Indonesia saat Krisis Global, Cadangan Beras Tembus 4,56 Juta Ton

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Prabowo Benahi BUMN, Pemerintah Prioritaskan Perusahaan Produktif dan Aset Negara

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Manajemen Risiko ATR/BPN Jadi Kunci Percepat Layanan Pertanahan yang Aman

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Pencegahan Kekerasan di Pesantren Jadi Fokus Pelatihan Musyrif dan Musyrifah

Berita Terbaru