Sisipublik.com – Thalita Ramadhani Wiryawan bersiap menghadapi tantangan besar pada babak kedua Kejuaraan Dunia 2026. Tunggal putri Indonesia itu akan berhadapan dengan unggulan pertama asal Korea Selatan, An Se-young.
Sebelumnya, Thalita memastikan tiket ke babak 32 besar setelah mengalahkan wakil Peru, Ines Lucia Castillo. Ia meraih kemenangan dengan skor 22-20, 21-7 dalam pertandingan yang berlangsung cukup ketat pada gim pertama.
Thalita Ramadhani menjadikan kemenangan tersebut sebagai modal penting sebelum bertemu An Se-young. Ia juga menyambut antusias kesempatan untuk berhadapan langsung dengan salah satu pemain tunggal putri terbaik dunia.
“Di babak selanjutnya saya akan bertemu An Se Young (Korea). Senang juga akhirnya bisa satu lapangan dengan dia, jadi saya akan coba bermain dengan semaksimal mungkin,” kata Thalita.
Thalita Ramadhani Fokus Tampilkan Permainan Terbaik
Meski An Se-young memiliki status sebagai unggulan pertama, Thalita tidak ingin memikirkan nama besar lawannya. Sebaliknya, ia memilih menjaga fokus dan berusaha menampilkan kemampuan terbaik di lapangan.
Selain itu, Thalita mengawali pertandingan Kejuaraan Dunia 2026 dengan sedikit ketegangan. Ia membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan sebelum menemukan ritme permainan yang lebih baik.
“Alhamdulillah tadi berjalan lancar pertandingannya. Meskipun tadi gim pertama masih menyesuaikan dengan lapangannya tapi gim kedua bisa menyesuaikan lebih cepat,” ujarnya.
Setelah melewati laga pertamanya, Thalita kini mendapat tantangan berbeda pada babak berikutnya. Pertemuan dengan An Se-young juga menjadi kesempatan bagi pemain Indonesia tersebut untuk mengukur kemampuan menghadapi lawan berstatus unggulan teratas.
Debut di Kejuaraan Dunia Beri Pengalaman Berharga
Keberhasilan melangkah ke babak 32 besar menjadi pengalaman penting bagi Thalita. Pasalnya, Kejuaraan Dunia 2026 menjadi panggung debutnya pada ajang bergengsi tersebut.
Menurut Thalita, suasana pertandingan di Kejuaraan Dunia memiliki tekanan yang berbeda dibandingkan turnamen yang pernah ia ikuti sebelumnya. Karena itu, pengalaman menghadapi pertandingan dengan atmosfer tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanannya.
“Senang bisa bermain di Kejuaraan Dunia yang pastinya berbeda dengan pertandingan lain. Ini lebih bergengsi dan tadi beneran terasa tekanannya ke saya,” tutur Thalita.
Dengan bekal kemenangan atas Ines Lucia Castillo dan pengalaman dari laga pertamanya, Thalita kini bersiap menghadapi An Se-young. Ia akan berusaha menikmati pertandingan sekaligus memberikan permainan terbaik saat kedua pemain bertemu di lapangan.











Komentar