Produk Lokal Danau Toba Diperkuat Lewat Ekosistem Koperasi, Kemenkop Siapkan Pendampingan UMKM

- Jurnalis

Senin, 5 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menerima audiensi Ketua Umum DPP KMDT Edison Manurung dan jajaran pengurus di Kantor Kementerian Koperasi, Jakarta (foto: kementerian koperasi)

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menerima audiensi Ketua Umum DPP KMDT Edison Manurung dan jajaran pengurus di Kantor Kementerian Koperasi, Jakarta (foto: kementerian koperasi)

Sisipublik.com – Produk lokal Danau Toba mendapat perhatian Kementerian Koperasi (Kemenkop) melalui penguatan ekosistem usaha berbasis koperasi. Kolaborasi dengan Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) tersebut menyasar komoditas seperti kopi, kacang sihobuk, kerajinan ulos, kuliner, serta potensi pariwisata di Sumatra Utara.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono membahas rencana tersebut saat menerima Ketua Umum DPP KMDT Edison Manurung bersama pengurus dan Koperasi Pemasaran KMDT Sejahtera di Kantor Kemenkop, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Pertemuan itu turut membahas penguatan koperasi sebagai wadah pengembangan usaha masyarakat di kawasan Danau Toba.

Produk lokal Danau Toba diarahkan masuk ekosistem koperasi

Produk lokal Danau Toba akan menjadi salah satu fokus pengembangan melalui kelembagaan koperasi. Kemenkop menyiapkan pola pendampingan yang mencakup pengembangan usaha, inkubasi, pelatihan, hingga peluang pembiayaan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB).

Dengan pola tersebut, pelaku usaha tidak hanya mengandalkan produksi, tetapi juga memperoleh dukungan untuk mengembangkan kapasitas bisnis. Selain itu, koperasi dapat menjadi penghubung antara pelaku usaha di desa dengan akses pembiayaan dan pasar.

Baca Juga :  Kemenkop Perkuat Koperasi agar Hasil Tangkapan Nelayan Bernilai Tambah

Ferry menyebut komoditas seperti kopi, kacang, tenun ulos, dan kuliner memiliki ruang untuk berkembang melalui koperasi. Karena itu, pemerintah ingin mendorong pengelolaan potensi ekonomi masyarakat agar berjalan lebih terorganisasi.

KMDT dorong pariwisata dan penguatan SDM

Di sisi lain, KMDT membawa agenda yang tidak hanya berfokus pada produk usaha. Organisasi tersebut juga mendorong pengembangan pariwisata serta peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui kerja sama dengan perguruan tinggi.

Edison menyebut KMDT telah menjalankan kolaborasi dengan Universitas HKBP Nommensen dan Universitas Sumatera Utara. Selanjutnya, pada 6 Oktober, KMDT menjadwalkan kuliah umum di Universitas Sisingamangaraja serta peninjauan Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Toba.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa pengembangan ekonomi kawasan Danau Toba diarahkan tidak hanya pada komoditas, tetapi juga pada penguatan kapasitas masyarakat. Dengan demikian, pengembangan koperasi dapat berjalan beriringan dengan sektor pariwisata dan pendidikan.

Baca Juga :  KDKMP Masuk Tahap Operasional, Kemenkop Percepat Verifikasi dan Penguatan Tata Kelola

Pendampingan UMKM menjadi bagian pengembangan

Kemenkop dan KMDT juga menyiapkan pendampingan berkala bagi pelaku UMKM yang tergabung dalam jaringan KMDT. Kopi, kacang sihobuk, dan tipa-tipa termasuk produk yang mendapat perhatian dalam agenda tersebut.

Pendampingan itu diharapkan membantu pelaku usaha meningkatkan kemampuan produksi dan pengelolaan bisnis. Selanjutnya, koperasi dapat menjadi wadah untuk memperkuat posisi produk masyarakat dalam rantai ekonomi lokal.

Ferry juga menyampaikan bahwa model pengembangan koperasi di Danau Toba ingin menjadi contoh bagi kawasan danau lainnya di Indonesia. Selain penguatan ekonomi masyarakat, pemerintah dan KMDT membahas target penyelenggaraan kembali Festival Danau Toba dalam satu hingga dua tahun mendatang.

Kolaborasi tersebut sekaligus memperluas arah pengembangan kawasan Danau Toba dari sektor pariwisata menuju ekosistem ekonomi yang melibatkan koperasi, UMKM, pendidikan, dan produk lokal.

Berita Terkait

Sumur Rakyat Berizin Jadi Andalan, Bahlil Siapkan Etanol untuk Kurangi Impor Bensin
Defisit APBN 2027 Turun Jadi 2,4 Persen, Suahasil Nazara Prioritaskan Efisiensi Belanja
Waralaba Lokal Bidik Pasar Global, Mendag Dorong Anak Muda Mulai Berwirausaha
BPDLH Kelola Dana Lingkungan USD1,3 Miliar, Menkeu Tekankan Transparansi dan Dampak
Ekspor Baterai Kendaraan Listrik Jadi Ujian Hilirisasi dan Tanggung Jawab Lingkungan
Menperin Sarmuji Dorong Sinkronisasi Kebijakan agar Industri Dalam Negeri Tumbuh Lebih Cepat
Ekspor Industri Mainan Naik, Kemenperin Dorong Produk Lokal Perluas Pasar Global
Koperasi Ekspor Merah Putih Buka Akses Produk Jateng ke Pasar Global
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Sumur Rakyat Berizin Jadi Andalan, Bahlil Siapkan Etanol untuk Kurangi Impor Bensin

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Defisit APBN 2027 Turun Jadi 2,4 Persen, Suahasil Nazara Prioritaskan Efisiensi Belanja

Minggu, 11 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Waralaba Lokal Bidik Pasar Global, Mendag Dorong Anak Muda Mulai Berwirausaha

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:00 WIB

BPDLH Kelola Dana Lingkungan USD1,3 Miliar, Menkeu Tekankan Transparansi dan Dampak

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Ekspor Baterai Kendaraan Listrik Jadi Ujian Hilirisasi dan Tanggung Jawab Lingkungan

Berita Terbaru