BPGMN Disiapkan, Tanjung Leban Didorong Jadi Model Restorasi Gambut Nasional

- Jurnalis

Kamis, 1 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni saat meninjau kawasan restorasi gambut di Tanjung Leban, Kabupaten Bengkalis, Riau (foto: kementerian pekerjaan umum)

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni saat meninjau kawasan restorasi gambut di Tanjung Leban, Kabupaten Bengkalis, Riau (foto: kementerian pekerjaan umum)

Sisipublik.com – BPGMN atau Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional memasuki tahap penyusunan kelembagaan setelah Presiden Prabowo Subianto menyetujui pembentukannya. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan Kementerian Kehutanan kini menyiapkan rancangan Peraturan Presiden (Perpres) sebagai dasar pembentukan badan tersebut.

Raja Juli menyampaikan perkembangan itu saat mengunjungi kawasan restorasi gambut di Tanjung Leban, Kabupaten Bengkalis, Riau, Rabu, 30 September 2026. Pemerintah sebelumnya membahas pembentukan BPGMN bersama sejumlah ilmuwan dan akademisi dalam pertemuan di Istana Merdeka pada 24 September 2026.

BPGMN Bahas Mandat dan Struktur Kelembagaan

BPGMN akan masuk ke tahap pembahasan teknis melalui forum workshop yang melibatkan pakar serta pemangku kepentingan terkait gambut dan mangrove. Raja Juli mengatakan forum tersebut akan membahas mandat dan struktur organisasi badan sebelum pemerintah menyelesaikan rancangan Perpres.

Kementerian Kehutanan menargetkan hasil pembahasan itu menjadi bahan penyempurnaan rancangan Perpres. Raja Juli juga menyampaikan harapan agar proses pembentukan dapat segera berjalan setelah rancangan aturan mendapat persetujuan Presiden.

Baca Juga :  Pendidikan Koperasi Akan Masuk Kurikulum SD hingga SMA di Jawa Tengah Mulai Tahun Ajaran 2026/2027

Selain membahas desain kelembagaan, pemerintah juga menempatkan pendekatan berbasis riset sebagai salah satu landasan pengelolaan gambut. Sebelumnya, Presiden Prabowo berdiskusi dengan lebih dari 20 peneliti dan akademisi untuk membahas tata kelola gambut, mangrove, serta pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Tanjung Leban Jadi Lokasi Pembelajaran Restorasi

Di sisi lain, kunjungan Raja Juli ke Tanjung Leban memperlihatkan arah lain dari pembentukan BPGMN, yakni memanfaatkan pengalaman pemulihan gambut di daerah sebagai bahan pembelajaran. Pemerintah mendorong kawasan tersebut menjadi salah satu contoh pengelolaan gambut yang dapat dipelajari dan diterapkan di wilayah lain.

Tanjung Leban memiliki pengalaman menghadapi kebakaran hutan dan lahan serta degradasi gambut. Pemulihan kawasan kemudian berjalan melalui sejumlah pendekatan, termasuk penataan tata air dan penanaman vegetasi yang sesuai dengan kondisi setempat.

Baca Juga :  Antusiasme Pemilihan Logo HUT ke-81 Kemerdekaan RI Tembus 42 Ribu Suara, Partisipasi Publik Terus Meningkat

Pemprov Riau juga menekankan bahwa keberlanjutan restorasi membutuhkan pemeliharaan setelah proses pemulihan berlangsung. Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting agar tata air dan kondisi kawasan tetap terjaga.

Pencegahan Karhutla Jadi Fokus Pengelolaan

Pembentukan BPGMN berkaitan erat dengan agenda pencegahan karhutla, terutama di wilayah yang memiliki ekosistem gambut. Pemerintah sebelumnya menyebut badan tersebut akan memperkuat pengelolaan gambut dan mangrove sekaligus meningkatkan upaya pencegahan kebakaran.

Karena itu, pengalaman Tanjung Leban dapat menjadi rujukan lapangan dalam menyusun pendekatan pengelolaan. Pemerintah juga menempatkan masyarakat desa sebagai bagian penting dalam pencegahan karhutla, sementara penguatan deteksi dini dan pemantauan titik panas menjadi bagian dari dukungan berbasis sains.

Dengan demikian, pembentukan BPGMN tidak hanya berfokus pada penyusunan struktur organisasi. Pemerintah juga perlu menyiapkan mandat dan pola kerja yang dapat menghubungkan riset, pemulihan ekosistem, pencegahan karhutla, serta keterlibatan masyarakat di lapangan.

Berita Terkait

Bhumi ATR/BPN Bantu Cek Peta Bidang Tanah, Ini Batasan Informasi yang Perlu Dipahami
Digitalisasi Bansos Perkuat Verifikasi Penerima, Kemensos Buka Akses Pengawasan Data
SMA Unggul Garuda Perluas Akses Sekolah Unggulan hingga Empat Daerah
Kedelai Grobogan Ditargetkan Tembus 3 Ton per Hektare, Kementan Siapkan Ekspansi Lahan
Prabowo Lantik Empat Wakil Menteri, Dua Perkuat Sektor Pertahanan
Swasembada Beras Perkuat Ketahanan Pangan, Pemerintah Benahi Distribusi Pupuk
Transformasi PLN Jadi Prioritas, Prabowo Dorong Efisiensi dan Energi Surya 100 GW
Bantuan Pertanian Jatim Rp3 Triliun, Pembibitan Ayam Jadi Fokus Tambahan Anggaran
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Bhumi ATR/BPN Bantu Cek Peta Bidang Tanah, Ini Batasan Informasi yang Perlu Dipahami

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:27 WIB

SMA Unggul Garuda Perluas Akses Sekolah Unggulan hingga Empat Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Kedelai Grobogan Ditargetkan Tembus 3 Ton per Hektare, Kementan Siapkan Ekspansi Lahan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Prabowo Lantik Empat Wakil Menteri, Dua Perkuat Sektor Pertahanan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Swasembada Beras Perkuat Ketahanan Pangan, Pemerintah Benahi Distribusi Pupuk

Berita Terbaru