Sisipublik.com – Pasar wisman Taiwan menjadi salah satu sasaran Kementerian Pariwisata (Kemenpar) untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Strategi tersebut dijalankan melalui Wonderful Indonesia Sales Mission di Taipei, Taiwan, pada 2 September 2026, dengan mempertemukan pelaku industri pariwisata Indonesia dan pembeli dari Taiwan.
Kemenpar tidak hanya mengandalkan promosi destinasi, tetapi juga memperkuat hubungan bisnis langsung melalui pertemuan business to business (B2B). Langkah ini membuka peluang bagi pelaku usaha pariwisata Indonesia untuk menawarkan paket perjalanan sekaligus membangun kerja sama dengan mitra di Taiwan.
Pasar wisman Taiwan Masih Punya Ruang Besar
Pasar wisman Taiwan memiliki potensi yang cukup besar karena minat masyarakat Taiwan untuk bepergian ke luar negeri terus tumbuh. Kemenpar mencatat lebih dari 12,6 juta perjalanan wisatawan Taiwan ke luar negeri pada Januari-Juni 2026, naik 16,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kunjungan wisatawan Taiwan ke Indonesia masih menyumbang kurang dari 1 persen dari total perjalanan outbound Taiwan. Pada periode yang sama, Jepang menerima sekitar 4,6 juta wisatawan Taiwan, China daratan sekitar 2,1 juta, Korea Selatan 1,4 juta, Vietnam 706 ribu, dan Thailand 645.687.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip Kemenpar, Indonesia menerima 108.989 kunjungan wisatawan Taiwan pada Januari-Juni 2026. Angka tersebut menempatkan Taiwan sebagai negara penyumbang wisatawan terbesar ke-13 bagi Indonesia.
Kondisi itu menunjukkan Indonesia masih memiliki peluang untuk meningkatkan pangsa pasar Taiwan. Karena itu, Kemenpar mendorong industri pariwisata menawarkan lebih banyak pilihan destinasi dan produk yang sesuai dengan karakter wisatawan Taiwan.
Kemenpar Perluas Pilihan Destinasi Indonesia
Dalam Wonderful Indonesia Sales Mission, sebanyak 21 pelaku industri pariwisata Indonesia bertemu lebih dari 49 buyers dari Taiwan. Peserta dari Indonesia terdiri atas agen perjalanan, tour operator, Destination Management Company (DMC), dan penyedia akomodasi.
Selain itu, kegiatan tersebut menghadirkan table top meeting dan networking session. Forum itu memberi ruang bagi pelaku industri untuk membahas peluang transaksi sekaligus menjajaki kerja sama jangka panjang.
Kemenpar bersama Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei memperkenalkan Bali, Jakarta, Yogyakarta, Pasuruan, Surabaya, dan Labuan Bajo. Promosi juga mencakup produk wisata minat khusus yang menyesuaikan karakteristik pasar Taiwan.
Selanjutnya, pemerintah mendorong pengembangan konsep quality tourism melalui wisata bahari, kebugaran, gastronomi, serta eksplorasi kekayaan budaya dan alam Indonesia.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring bisnis sekaligus meningkatkan daya saing destinasi Indonesia di pasar Taiwan.
Konektivitas Taipei-Denpasar Buka Peluang Baru
Peluang memperbesar kunjungan wisatawan Taiwan juga mendapat dukungan dari konektivitas udara. STARLUX Airlines akan membuka penerbangan langsung Taipei-Denpasar mulai 1 Oktober 2026. Maskapai tersebut telah mengonfirmasi pembukaan rute Taipei-Bali pada tanggal tersebut melalui situs resminya.
Kemenpar menyebut penerbangan tersebut akan beroperasi lima kali dalam sepekan, yakni Senin, Selasa, Kamis, Sabtu, dan Minggu. Kehadiran rute langsung dapat mempermudah wisatawan Taiwan mengakses Bali sekaligus membuka peluang bagi Indonesia untuk mengarahkan perjalanan mereka ke destinasi lain.
Kepala KDEI Taipei Arif Sulistiyo menilai peningkatan konektivitas udara dapat memperkuat peluang Indonesia merebut pangsa pasar pariwisata Taiwan. Menurutnya, promosi dan kerja sama B2B perlu berjalan beriringan agar potensi pasar tersebut menghasilkan peningkatan kunjungan yang nyata.
Karena itu, strategi Kemenpar tidak berhenti pada penjualan paket wisata. Pemerintah juga mendorong pelaku industri memperkenalkan destinasi di luar Bali sehingga wisatawan Taiwan memiliki lebih banyak pilihan ketika merencanakan perjalanan ke Indonesia.
Dengan kombinasi promosi langsung, kerja sama industri, diversifikasi destinasi, dan konektivitas udara baru, Indonesia memiliki peluang memperbesar pangsa pasar wisatawan Taiwan yang selama ini masih relatif kecil dibandingkan sejumlah destinasi Asia lainnya.











Komentar