Perkuat Aliansi dengan Belarus, Prabowo Siapkan Langkah Besar Dongkrak Investasi dan Perdagangan

- Jurnalis

Jumat, 3 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Perkuat Aliansi dengan Belarus, Prabowo Siapkan Langkah Besar Dongkrak Investasi dan Perdagangan (foto: setneg)

Perkuat Aliansi dengan Belarus, Prabowo Siapkan Langkah Besar Dongkrak Investasi dan Perdagangan (foto: setneg)

Sisipublik.com – Perkuat Aliansi dengan Belarus menjadi fokus utama Presiden Prabowo Subianto dalam memperluas kerja sama ekonomi dan membuka peluang investasi antara Indonesia dan Belarus. Komitmen itu disampaikan Prabowo saat memberikan pernyataan bersama Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Pertemuan kedua kepala negara sepakat memperluas kolaborasi melalui investasi, perdagangan, pengembangan industri, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Di sisi lain, kedua negara juga memperkuat komunikasi dalam menghadapi tantangan ekonomi global.

Perkuat Aliansi dengan Belarus Lewat Perdagangan Bebas

Perkuat Aliansi dengan Belarus juga diwujudkan melalui percepatan implementasi perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Eurasian Economic Union (I-EAEU FTA). Menurut Prabowo, Belarus telah menyelesaikan proses ratifikasi perjanjian tersebut. Sementara itu, Indonesia kini terus mempercepat tahapan ratifikasi agar kesepakatan segera berlaku.

Prabowo mengapresiasi langkah Belarus yang lebih dahulu merampungkan proses tersebut. Ia menilai perjanjian perdagangan bebas akan membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk Indonesia ke kawasan Eurasia sekaligus memperkuat daya saing nasional.

Baca Juga :  Kesiapan Kesehatan Jemaah Haji Jadi Prioritas, Menhaj Minta Pemeriksaan Objektif

Selain itu, pemerintah berharap kesepakatan tersebut mampu memperluas jaringan perdagangan Indonesia dengan negara-negara mitra baru. Strategi ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas ekspor sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasar tradisional.

Fokus Dorong Investasi di Sektor Strategis

Selanjutnya, Prabowo mengajak pelaku usaha kedua negara membangun kerja sama investasi melalui skema joint venture. Pemerintah memprioritaskan sektor yang mampu menghasilkan nilai tambah sekaligus memperkuat agenda hilirisasi nasional.

Beberapa bidang yang menjadi perhatian meliputi industri manufaktur, otomotif, kendaraan berat, hingga agroindustri. Pemerintah meyakini kolaborasi tersebut dapat meningkatkan kapasitas produksi, membuka lapangan kerja baru, serta mempercepat transfer teknologi.

Di samping itu, kerja sama industri diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat produksi di kawasan. Belarus pun memiliki peluang memperluas investasi melalui kemitraan dengan perusahaan nasional.

Perkuat Hubungan Pendidikan dan Budaya

Tidak hanya berfokus pada ekonomi, kedua negara juga berkomitmen mempererat hubungan masyarakat melalui kerja sama pendidikan, budaya, dan pelatihan vokasi.

Baca Juga :  Destinasi Wisata Religi Masjid At-Thohir Kian Diperkuat Berbasis Zona KHAS di Jawa Barat

Prabowo menilai hubungan antarmasyarakat menjadi fondasi penting dalam menjaga kemitraan bilateral untuk jangka panjang. Oleh karena itu, pemerintah mendorong pertukaran budaya, kolaborasi antarperguruan tinggi, hingga penguatan lembaga pendidikan vokasi.

Melalui langkah tersebut, Indonesia dan Belarus berharap dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas peluang kerja sama di berbagai bidang pada masa mendatang.

Sepakat Dukung Perdamaian Dunia

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo dan Presiden Aleksandr Lukashenko turut membahas berbagai isu regional maupun global. Keduanya bertukar pandangan mengenai perkembangan situasi internasional serta pentingnya menjaga stabilitas dunia.

Prabowo menegaskan Indonesia dan Belarus memiliki komitmen yang sama untuk mendukung berbagai upaya menciptakan perdamaian, memperkuat kerja sama internasional, serta menjaga stabilitas kawasan.

Komitmen tersebut melengkapi agenda penguatan hubungan bilateral yang kini tidak hanya berorientasi pada peningkatan perdagangan dan investasi, tetapi juga mencakup kerja sama pendidikan, budaya, hingga kontribusi terhadap perdamaian global. (j/*)

Berita Terkait

Syarikat Islam Perkuat Dakwah Ekonomi, Bidik Pasar Koperasi Desa
Revitalisasi Sekolah di Bali Naik Jadi 401 Unit, Perbaikan Infrastruktur Dukung Kenyamanan Belajar
Bhumi ATR/BPN Bantu Cek Peta Bidang Tanah, Ini Batasan Informasi yang Perlu Dipahami
Digitalisasi Bansos Perkuat Verifikasi Penerima, Kemensos Buka Akses Pengawasan Data
SMA Unggul Garuda Perluas Akses Sekolah Unggulan hingga Empat Daerah
Kedelai Grobogan Ditargetkan Tembus 3 Ton per Hektare, Kementan Siapkan Ekspansi Lahan
Prabowo Lantik Empat Wakil Menteri, Dua Perkuat Sektor Pertahanan
Swasembada Beras Perkuat Ketahanan Pangan, Pemerintah Benahi Distribusi Pupuk
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Syarikat Islam Perkuat Dakwah Ekonomi, Bidik Pasar Koperasi Desa

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:40 WIB

Revitalisasi Sekolah di Bali Naik Jadi 401 Unit, Perbaikan Infrastruktur Dukung Kenyamanan Belajar

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Bhumi ATR/BPN Bantu Cek Peta Bidang Tanah, Ini Batasan Informasi yang Perlu Dipahami

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Digitalisasi Bansos Perkuat Verifikasi Penerima, Kemensos Buka Akses Pengawasan Data

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:27 WIB

SMA Unggul Garuda Perluas Akses Sekolah Unggulan hingga Empat Daerah

Berita Terbaru