Sisipublik.com – Dedi Mulyadi dan Sensus Ekonomi 2026 menjadi perhatian publik setelah Gubernur Jawa Barat itu membuka berbagai aktivitas ekonomi yang ia jalankan saat mengikuti pendataan Badan Pusat Statistik (BPS).
Pada Pendataan tersebut, berlangsung di kediamannya di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Dedi Mulyadi menjelaskan sejumlah usaha yang ia kelola secara mandiri.
Selain itu, ia menyebut memiliki usaha di sektor pertanian dan peternakan. Dedi mengaku memelihara ratusan ekor domba dan sapi. Ia juga mengelola lahan sawah yang hasil panennya dijual.
Dedi Mulyadi dan Sensus Ekonomi 2026 Ungkap Aktivitas Digital
Tak hanya bergerak di sektor riil, Dedi Mulyadi dan Sensus Ekonomi 2026 juga menyoroti aktivitasnya sebagai kreator konten. Ia mengaku menjalankan kegiatan tersebut tanpa kantor khusus maupun bangunan operasional.
Di sisi lain, Dedi mempunyai sejumlah bidang tanah. Namun, ia tidak memanfaatkannya sebagai aset sewa. Ia memilih mengelola aset tersebut secara pribadi.
Keterangan tersebut menjadi bagian dari pemetaan pelaku usaha yang dilakukan BPS. Pendataan ini mencakup sektor formal, informal, hingga usaha berbasis digital.
Pendataan Door to Door Jangkau Jutaan Pelaku Usaha
Sementara itu, BPS menjalankan Sensus Ekonomi 2026 dengan metode door to door. Petugas mendatangi rumah warga secara langsung untuk memperoleh data yang lebih akurat.
Wakil Kepala BPS, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, mengatakan Jawa Barat memiliki jumlah pelaku usaha yang sangat besar. Karena itu, cakupan pendataan juga sangat luas.
BPS menargetkan sebanyak 5,54 juta pelaku usaha dan sekitar 17,7 juta keluarga masuk dalam sensus tersebut. Untuk mendukung pelaksanaan di lapangan, BPS menurunkan 40.573 petugas ke berbagai daerah di Jawa Barat.
Menurut BPS, metode kunjungan langsung penting karena banyak usaha rumahan dan digital belum memiliki identitas usaha formal seperti kantor atau papan nama.
LHKPN Catat Kekayaan Bersih Rp20,39 Miliar
Selain aktivitas bisnisnya, laporan harta kekayaan Dedi Mulyadi juga menarik perhatian masyarakat. Berdasarkan LHKPN periode 2025 yang ia laporkan pada 31 Januari 2026, total kekayaan bersihnya mencapai Rp20,39 miliar setelah dikurangi utang.
Aset terbesar berasal dari tanah dan bangunan. Dedi memiliki sekitar 204 bidang tanah dan bangunan di Purwakarta serta Subang dengan nilai mencapai Rp13,44 miliar.
Kemudian, aset kendaraan dan alat transportasi tercatat senilai Rp7,97 miliar. Koleksinya meliputi Lexus LX 600 keluaran 2022, Mercedes-Benz S 450 L 4MATIC tahun 2022, Lexus Micro/Minibus tahun 2023, Triumph Scrambler 1200 XE, Vespa Sei Giorni Limited Edition, serta beberapa kendaraan operasional lainnya.
Selain itu, ia memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp3,97 miliar. Kas dan setara kas yang tercatat mencapai Rp229,9 juta.
Adapun kewajiban utang Dedi Mulyadi sebesar Rp5,22 miliar. Nilai tersebut mengurangi total kekayaan sehingga harta bersihnya tercatat sekitar Rp20,39 miliar. (j/*)










Komentar