Belanda Tertahan Imbang 2-2 Jadi Pelajaran Berharga, Ronald Koeman Akui Kekuatan Jepang

- Jurnalis

Senin, 15 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Belanda Tertahan Imbang 2-2 Jadi Pelajaran Berharga, Ronald Koeman Akui Kekuatan Jepang (foto: vietnam.vn)

Belanda Tertahan Imbang 2-2 Jadi Pelajaran Berharga, Ronald Koeman Akui Kekuatan Jepang (foto: vietnam.vn)

Sisipublik.com – Belanda Tertahan Imbang 2-2 saat menghadapi Jepang pada laga pertama Grup F Piala Dunia 2026. Tim asuhan Ronald Koeman gagal mengamankan kemenangan meski sempat memimpin dua kali dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Dallas, Minggu (14/6/2026) waktu setempat atau Senin dini hari WIB.

Tim Oranye membuka keunggulan pada menit ke-50 melalui sundulan Virgil van Dijk. Namun, Jepang segera memberikan respons lewat gol Keito Nakamura pada menit ke-57. Setelah itu, Crysencio Summerville membawa Belanda kembali unggul pada menit ke-64.

Meski demikian, Belanda Tertahan Imbang 2-2 setelah Daichi Kamada mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-88. Gol tersebut lahir dari situasi sepak pojok yang membuat kemenangan Belanda akhirnya sirna menjelang akhir pertandingan.

Belanda Tertahan Imbang 2-2, Koeman Sesalkan Kemenangan yang Lepas

Ronald Koeman mengaku kurang puas karena timnya gagal mempertahankan keunggulan. Menurut dia, hasil imbang memang dapat diterima jika melihat peluang yang tercipta dari kedua kubu.

Selain itu, pelatih Belanda tersebut menilai pertandingan berlangsung menarik dan menghadirkan kualitas permainan yang tinggi. Karena itu, ia tetap menghargai hasil akhir yang diperoleh timnya.

Baca Juga :  CFD Jakarta Lebih Pagi, Ada Perubahan Jadwal yang Perlu Diketahui Warga

Koeman mengatakan Belanda sebenarnya memiliki peluang untuk mengamankan tiga poin. Akan tetapi, Jepang mampu menunjukkan ketenangan hingga akhir laga.

Koeman Nilai Jepang Bermain Berbeda

Di sisi lain, Koeman melihat Jepang tidak memainkan pola yang biasa mereka tampilkan. Menurut dia, Samurai Biru lebih berhati-hati dan tidak terlalu sering melakukan tekanan tinggi sejak awal pertandingan.

Biasanya, Jepang tampil agresif dengan pressing yang intens. Namun, kali ini mereka baru meningkatkan tekanan ketika tertinggal. Koeman menilai pendekatan tersebut menjadi salah satu perbedaan yang terlihat dalam laga tersebut.

Meski begitu, pelatih berusia 63 tahun itu tetap memberikan apresiasi terhadap kualitas lawannya. Ia menyebut Jepang sebagai tim yang sangat kuat dan memiliki organisasi permainan yang baik.

Gol Akhir Jepang Berasal dari Bola Mati

Menjelang berakhirnya pertandingan, Jepang memanfaatkan situasi bola mati untuk menyamakan kedudukan. Berawal dari sepak pojok, Koki Ogawa menyambut bola dengan sundulan sebelum arah bola berubah setelah mengenai kepala Daichi Kamada dan masuk ke gawang Belanda.

Baca Juga :  Anjasmara Bangun Merek Body Care, Fokus Hadirkan Produk yang Nyaman Digunakan

Koeman mengaku menyayangkan gol tersebut karena terjadi ketika kemenangan sudah berada di depan mata. Kendati demikian, ia menerima hasil imbang itu dengan lapang dada.

Menurutnya, hasil pertandingan tetap menjadi aspek penting. Namun, ia juga melihat banyak hal positif dari penampilan timnya pada laga pembuka tersebut.

Ronald Koeman Tetap Optimistis

Walaupun gagal meraih kemenangan, Koeman tetap menunjukkan sikap optimistis. Ia menilai skuad Belanda masih memiliki banyak ruang untuk berkembang selama turnamen berlangsung.

Selain itu, mantan pelatih Barcelona tersebut melihat sejumlah aspek positif yang dapat menjadi modal penting pada pertandingan berikutnya. Karena itulah, ia yakin Tim Oranye mampu tampil lebih baik dalam lanjutan Grup F.

Koeman kembali menegaskan bahwa Jepang merupakan lawan yang sangat kuat. Oleh sebab itu, hasil imbang tersebut menjadi pelajaran berharga bagi Belanda untuk menghadapi laga-laga berikutnya di Piala Dunia 2026. (j/*)

Berita Terkait

Taufik Hidayat Dorong Kolaborasi Kampus dan Praktisi untuk Cetak Talenta Olahraga Nasional
Regulasi Desain Olahraga Daerah Jadi Pekerjaan Rumah, Kemendagri Usulkan Peta Jalan 12 Bulan
Stadion Daerah Jadi Pusat Ekonomi, Kemenpora Siapkan Model Bisnis untuk 20 Stadion Prioritas
Perizinan Usaha Olahraga Jadi Fokus Kemenpora, Pemda Perkuat Pengawasan
Rabu Bugar Kemenpora Perkuat Kebiasaan Olahraga Lewat Senam Jantung Sehat dan Tai Chi
Indonesia Youth Summit 2026 Siapkan 160 Pemuda untuk Bahas Tantangan Ekonomi dan Isu Strategis
Pembinaan Atlet Jawa Timur Jadi Sorotan, Kemenpora Siapkan Perlindungan Masa Pensiun
Asian Para Games 2026, Indonesia Bidik 7 Emas dan Posisi 10 Besar
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Taufik Hidayat Dorong Kolaborasi Kampus dan Praktisi untuk Cetak Talenta Olahraga Nasional

Minggu, 18 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Regulasi Desain Olahraga Daerah Jadi Pekerjaan Rumah, Kemendagri Usulkan Peta Jalan 12 Bulan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Stadion Daerah Jadi Pusat Ekonomi, Kemenpora Siapkan Model Bisnis untuk 20 Stadion Prioritas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Perizinan Usaha Olahraga Jadi Fokus Kemenpora, Pemda Perkuat Pengawasan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Rabu Bugar Kemenpora Perkuat Kebiasaan Olahraga Lewat Senam Jantung Sehat dan Tai Chi

Berita Terbaru