Minyak Atsiri Nusantara Jadi Fokus BRIN, Kemenyan dan Rempah Lokal Bernilai Tinggi

- Jurnalis

Selasa, 9 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Minyak Atsiri Nusantara Jadi Fokus BRIN, Kemenyan dan Rempah Lokal Bernilai Tinggi (foto: jamudigital)

Minyak Atsiri Nusantara Jadi Fokus BRIN, Kemenyan dan Rempah Lokal Bernilai Tinggi (foto: jamudigital)

Sisipublik.comMinyak Atsiri Nusantara menjadi salah satu inovasi yang menarik perhatian masyarakat dalam pameran interaktif “BRIN Goes to Society: Nature, Science, and Future Experience” di Canal Plaza AEON Mall Sentul City, Kabupaten Bogor, pada 1-7 Juni 2026. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menampilkan berbagai hasil penelitian yang mengubah kekayaan hayati Indonesia menjadi produk siap pakai berbasis sains dan teknologi.

Selain teknologi penerbangan, BRIN memperkenalkan berbagai inovasi dari komoditas kemenyan dan rempah-rempah yang memiliki potensi ekonomi besar. Melalui pengembangan teknologi, komoditas lokal tersebut kini mampu menghasilkan produk bernilai tambah yang dapat bersaing di pasar internasional.

Minyak Atsiri Nusantara juga menjadi bagian dari upaya BRIN dalam meningkatkan nilai ekonomi sumber daya alam Indonesia. Periset BRIN, Aswandi, menjelaskan bahwa masyarakat selama ini belum memanfaatkan kemenyan secara optimal. Padahal, aroma alami kemenyan memiliki karakter lembut dan eksotis serta banyak di manfaatkan untuk kebutuhan aromaterapi.

Menurutnya, Indonesia termasuk eksportir utama kemenyan mentah dunia dengan volume sekitar 5.000 ton per tahun. Produk tersebut memasuki berbagai negara seperti Singapura, India, Korea Selatan, dan Prancis. Namun, sebagian besar masih berbentuk bahan baku sebelum di olah menjadi produk premium di luar negeri.

Baca Juga :  Spesifikasi dan Harga Vivo X500 Pro Max Diprediksi Hadir September, Ini Bocoran Fitur dan Harganya

Minyak Atsiri Nusantara Melahirkan Produk Inovatif

Melalui pendekatan green chemistry, BRIN mengembangkan Signature Perfume berbasis ekstrak resin kemenyan dan telah mendaftarkan hak patennya. Tim peneliti juga menghasilkan parfum aromaterapi berbahan cengkeh dan pala, reed diffuser, serta serum wajah nano-emulsi berbahan alami Nusantara.

Aswandi mengungkapkan bahwa salah satu formulasi inovasi tersebut berhasil masuk 20 besar kompetisi inovasi produk tingkat internasional. Capaian itu menunjukkan bahwa komoditas lokal Indonesia memiliki daya saing yang kuat.

Selanjutnya, BRIN mengembangkan teknologi distilasi dan fraksinasi adaptif untuk meningkatkan kualitas produksi minyak atsiri. Teknologi tersebut membantu menghasilkan minyak dengan kandungan senyawa aktif yang lebih optimal dan mutu yang lebih konsisten.

Produk turunannya pun semakin beragam, mulai dari roll-on aromaterapi, sabun transparan sereh, hingga inhaler berbasis minyak eukaliptus.

Minyak Atsiri Nusantara Didorong Bersama Industri dan UMKM

BRIN juga mengembangkan teknologi nano-emulsi agar senyawa aktif minyak atsiri lebih mudah terserap. Teknologi tersebut melahirkan sejumlah produk hasil kolaborasi dengan mitra industri dan UMKM. Beberapa di antaranya berupa Solid Perfume Aromatherapy bersama PT Nano Herbaltama Internasional serta sabun artisan berbahan nanas lokal Prabumulih bersama UMKM Tanisani dari Sumatera Selatan.

Baca Juga :  Ragnar Oratmangoen Resmi Bergabung dengan Persib Bandung

Di samping itu, BRIN membuka akses layanan riset dan pengujian modern bagi masyarakat dan pelaku industri. Salah satunya melalui layanan analisis Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) yang tersedia pada platform ELSA BRIN untuk mendukung standar mutu dan pemenuhan SNI.

Direktur Pemanfaatan Riset dan Inovasi pada Kementerian/Lembaga, Masyarakat, dan UMKM BRIN, Driszal Fryantoni, menegaskan bahwa pameran di pusat perbelanjaan menjadi strategi untuk mendekatkan hasil riset kepada masyarakat.

Menurutnya, riset harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, BRIN membuka peluang kerja sama melalui pendampingan UMKM, kolaborasi riset, hingga program pendidikan pascasarjana berbasis penelitian.

Lebih lanjut, kegiatan tersebut turut memperkuat kepercayaan publik terhadap kemampuan riset nasional. Dengan demikian, inovasi berbasis sumber daya lokal dapat mendukung kemandirian ekonomi, memperkuat industri nasional, serta meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global. (j/*)

Berita Terkait

160 Nakes Batch 2 ke NTT Fokus Pulihkan Trauma Warga Pascagempa
Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Kesiapsiagaan Kesehatan, Warga Diminta Kurangi Aktivitas Luar Ruangan
SATUSEHAT RME Integrasikan Data Pasien Nasional, Akses Medis Kini Berbasis Individu
25 Prodi PPDS Hospital-Based Dibuka, Pemerintah Bidik Pemerataan Dokter Spesialis
Ayah Siaga Jadi Kunci Cegah Stunting pada 1.000 HPK
Karhutla Ancam Kelompok Rentan, Kemenkes Perkuat Layanan Kesehatan di Tujuh Provinsi
206 Relawan TCK Dikirim ke NTT, Enam Wilayah Terdampak Gempa Dapat Penguatan Medis
CKG Banten Tembus 5,9 Juta Peserta, Kemenkes Siapkan Model untuk Daerah Lain
Berita ini 12 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 21:00 WIB

160 Nakes Batch 2 ke NTT Fokus Pulihkan Trauma Warga Pascagempa

Minggu, 6 September 2026 - 16:00 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Kesiapsiagaan Kesehatan, Warga Diminta Kurangi Aktivitas Luar Ruangan

Kamis, 3 September 2026 - 08:00 WIB

SATUSEHAT RME Integrasikan Data Pasien Nasional, Akses Medis Kini Berbasis Individu

Rabu, 2 September 2026 - 10:00 WIB

25 Prodi PPDS Hospital-Based Dibuka, Pemerintah Bidik Pemerataan Dokter Spesialis

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Ayah Siaga Jadi Kunci Cegah Stunting pada 1.000 HPK

Berita Terbaru