Sisipublik.com – Pemerintah Kota Bandung menyambut positif rencana pengaktifan kembali Bandara Husein Sastranegara setelah Presiden RI Prabowo Subianto memberikan arahan untuk mereaktivasi bandara tersebut. Pemkot Bandung menilai langkah ini dapat memperkuat konektivitas udara sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan informasi tersebut di terimanya setelah kunjungan Presiden ke Bandung pada Mei 2026. Menurutnya, pemerintah juga berencana mengaktifkan kembali Bandara Adi Sucipto di Yogyakarta guna mendukung pengembangan ekonomi di berbagai wilayah.
Farhan menjelaskan Bandara Husein selama ini masih melayani penerbangan terbatas. Melalui reaktivasi ini, pemerintah ingin mengoptimalkan kembali fungsi bandara dengan memperluas layanan penerbangan domestik dan internasional.
Ia mengungkapkan, sebelum pembatasan operasional, Bandara Husein melayani sekitar 3,8 juta penumpang pada 2019. Jumlah tersebut menunjukkan peran penting bandara dalam mendukung sektor pariwisata, perdagangan, dan investasi di Bandung.
Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkot Bandung menyiapkan sejumlah pembenahan infrastruktur, termasuk akses menuju kawasan bandara dari Tol Pasteur. Kehadiran Jalan Layang Nurtanio juga di harapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat menuju Bandara Husein.
Saat ini, pemerintah pusat melalui Bappenas tengah menyiapkan kajian terkait reaktivasi bandara, termasuk skema pendanaan dan pembagian investasi antara pemerintah pusat dan daerah.
Pemkot Bandung berharap peningkatan layanan Bandara Husein dapat memperkuat konektivitas, menarik investasi, serta mendorong pertumbuhan sektor ekonomi dan pariwisata di Kota Bandung. (j/)










Komentar