Sisipublik.com – Putih telur atau telur utuh kerap menjadi perdebatan di kalangan masyarakat yang menerapkan pola makan sehat. Banyak orang memilih putih telur karena kandungan lemak dan kolesterolnya lebih rendah. Namun, ahli gizi terdaftar Emma Newell, RD, LDN, menjelaskan bahwa telur utuh justru menghadirkan nutrisi yang lebih lengkap bagi tubuh.
Selain mudah diperoleh, telur masuk dalam daftar bahan pangan yang banyak dikonsumsi setiap hari. telur juga menjadi sumber protein berkualitas tinggi dengan harga yang relatif terjangkau.
Di sisi lain, putih telur atau telur utuh memiliki kandungan gizi yang berbeda. Putih telur mengandung protein tinggi dan kalori yang lebih rendah. Sementara itu, telur utuh menyediakan vitamin, mineral, serta lemak sehat yang mendukung berbagai fungsi tubuh.
Kandungan Nutrisi Putih Telur dan Telur Utuh
Putih telur sebagian besar tersusun dari air dan protein. Sekitar 90 persen kandungannya berupa air, sedangkan sisanya merupakan protein yang mengandung sembilan asam amino esensial.
Satu butir putih telur besar mengandung sekitar 17 kalori dan 3,6 gram protein. Sementara itu, satu butir telur utuh memiliki sekitar 71 kalori dan 6,3 gram protein.
Selain protein yang lebih tinggi, telur utuh juga mengandung fosfor, kalsium, zat besi, magnesium, serta berbagai vitamin penting yang tidak ditemukan dalam jumlah besar pada putih telur.
Putih Telur atau Telur Utuh dan Pentingnya Kuning Telur
Banyak orang mengurangi konsumsi kuning telur karena kandungan lemak dan kolesterolnya. Padahal, bagian ini menyimpan berbagai zat gizi yang berperan penting bagi kesehatan.
Kuning telur menyediakan vitamin B12, vitamin A, vitamin D, vitamin K, riboflavin, folat, serta kolin yang mendukung fungsi otak dan daya ingat.
Selain itu, kuning telur juga mengandung biotin yang membantu menjaga kesehatan rambut, kulit, dan kuku. Adapun lutein serta zeaxanthin berperan dalam menjaga kesehatan mata.
Karena itu, telur utuh memberikan manfaat nutrisi yang lebih menyeluruh dibandingkan hanya mengonsumsi putih telurnya.
Manfaat Putih Telur untuk Tubuh
Meski telur utuh menawarkan gizi yang lebih lengkap, putih telur tetap memiliki sejumlah keunggulan.
Pertama, putih telur tidak mengandung kolesterol sehingga cocok bagi orang yang ingin membatasi asupan lemak tertentu.
Selanjutnya, protein dalam putih telur membantu pembentukan dan pemulihan jaringan otot. Tidak heran jika banyak atlet dan pelaku olahraga menjadikan putih telur sebagai menu setelah latihan.
Selain itu, kandungan vitamin B, terutama riboflavin, membantu tubuh mengubah makanan menjadi energi. Dengan demikian, konsumsi putih telur saat sarapan dapat mendukung aktivitas sepanjang hari.
Risiko Jika Hanya Mengonsumsi Putih Telur
Menurut Emma Newell, seseorang yang hanya mengonsumsi putih telur berpotensi kehilangan sejumlah vitamin dan mineral penting yang terdapat pada kuning telur.
Di samping itu, makanan yang hanya berisi protein tanpa lemak sehat dan mikronutrien biasanya tidak memberikan rasa kenyang yang bertahan lama.
Akibatnya, tubuh tidak memperoleh keseimbangan nutrisi yang optimal. Oleh sebab itu, banyak ahli gizi menyarankan konsumsi telur secara utuh bagi orang sehat.
Benarkah Kolesterol Telur Membahayakan?
Pandangan mengenai kolesterol pada telur kini mulai berubah. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa lemak jenuh dalam pola makan memberikan pengaruh yang lebih besar terhadap kadar kolesterol darah dibandingkan kolesterol dari makanan.
Bahkan, sejumlah penelitian menemukan bahwa konsumsi telur utuh dalam jumlah wajar dapat membantu meningkatkan kadar kolesterol baik atau HDL. Selain itu, telur juga berpotensi mendukung pengendalian kadar gula darah pada orang sehat.
Karena itu, sebagian besar orang masih dapat menikmati telur utuh sebagai bagian dari pola makan seimbang yang kaya buah, sayuran, dan biji-bijian utuh.
Mana yang Lebih Baik?
Bagi kebanyakan orang, telur utuh menjadi pilihan yang lebih lengkap karena menyediakan protein, vitamin, mineral, antioksidan, dan lemak sehat dalam satu sajian.
Sementara itu, putih telur dapat menjadi alternatif bagi mereka yang membutuhkan asupan protein tinggi dengan kalori lebih rendah.
Pada akhirnya, pilihan terbaik bergantung pada kebutuhan masing-masing. Namun, jika tidak memiliki kondisi kesehatan tertentu, mengonsumsi telur secara utuh dapat membantu tubuh memperoleh manfaat gizi yang lebih maksimal. (j/*)










Komentar