Kementan Siapkan Dapur Susu Indonesia, Modal Rp5 Miliar Bisa Pasok Hingga 10 Dapur MBG

- Jurnalis

Selasa, 2 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi - Kementan Siapkan Dapur Susu Indonesia, Modal  Rp5 Miliar Bisa Pasok Hingga 10 Dapur MBG (foto : AI)

Ilustrasi - Kementan Siapkan Dapur Susu Indonesia, Modal Rp5 Miliar Bisa Pasok Hingga 10 Dapur MBG (foto : AI)

Sisipublik.com – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan program Dapur Susu Indonesia (DASI) untuk memperkuat industri susu nasional sekaligus mendukung kebutuhan pasokan susu bagi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementan, Makmun, mengatakan Dapur Susu Indonesia (DASI) hadir sebagai model pengolahan susu skala kecil yang dapat di kembangkan di berbagai daerah. Dengan investasi kurang dari Rp5 miliar, satu unit DASI mampu memasok kebutuhan susu bagi sekitar 5 hingga 10 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Menurut Makmun, Kementan telah menyiapkan prototipe DASI yang terhubung langsung dengan peternakan sapi perah di daerah. Model ini memungkinkan peternak membangun pusat pengolahan susu yang dekat dengan lokasi distribusi MBG.

Baca Juga :  Di Pegadaian, Galeri 24, Antam dan UBS harga emas Tidak Berubah

Ia menjelaskan, setiap wilayah dapat mengembangkan peternakan dengan populasi sekitar 100 hingga 200 ekor sapi perah. Produksi susu dari peternakan tersebut kemudian di olah melalui DASI sebelum di salurkan ke SPPG di sekitarnya.

Selain membangun ekosistem pengolahan susu, pemerintah juga mendorong peternak meningkatkan produksi. Kementan menilai program MBG membuka peluang pasar yang besar karena kebutuhan susu akan berlangsung secara berkelanjutan.

Makmun menyebut pemerintah memberikan kepastian penyerapan hasil produksi peternak melalui mekanisme pengadaan yang di jalankan Badan Gizi Nasional (BGN). Kepastian pasar ini di harapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk mengembangkan usaha sapi perah.

Baca Juga :  Ramai Soal Iuran BPJS Terbaru, BPJS Kesehatan Pastikan Belum Ada Perubahan

Dalam pedoman MBG, susu menjadi salah satu menu yang di berikan secara rutin. Karena itu, kebutuhan susu segar maupun susu olahan seperti pasteurisasi dan sterilisasi di perkirakan terus meningkat.

Kementan juga mendorong pengembangan peternakan sapi perah tidak hanya berpusat di Pulau Jawa. Pemerintah membuka peluang pengembangan sentra susu di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, hingga kawasan Indonesia Timur agar produksi susu nasional semakin merata. (j/*)

Berita Terkait

UMKM Surakarta Siapkan Rotan dan Batik untuk Perluas Pasar Ekspor di TEI 2026
Pabrik BYD Beroperasi, Indonesia Dorong Industri Mobil Listrik Naik Kelas
Danantara Housing Expo 2026 Catat Rp2 Triliun, Kolaborasi Perumahan Jadi Sorotan
Perdagangan Indonesia–Cili Dibuka Lebih Luas, Produk Olahan Jadi Fokus Ekspor
KDKMP Ikuti Magang di Bandung dan Lamongan untuk Perkuat Model Bisnis Desa
Menkeu Soroti Disiplin Anggaran dan Evaluasi Program Strategis di Jawa Barat
Koperasi dalam Perdagangan Karbon Diperluas, Kemenkop dan KLH Perkuat Ekonomi Sirkular
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada 2026 Diproyeksikan Capai 6 Persen, Investasi Terus Menguat
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 15:00 WIB

UMKM Surakarta Siapkan Rotan dan Batik untuk Perluas Pasar Ekspor di TEI 2026

Jumat, 4 September 2026 - 11:00 WIB

Pabrik BYD Beroperasi, Indonesia Dorong Industri Mobil Listrik Naik Kelas

Selasa, 1 September 2026 - 12:00 WIB

Danantara Housing Expo 2026 Catat Rp2 Triliun, Kolaborasi Perumahan Jadi Sorotan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 18:16 WIB

Perdagangan Indonesia–Cili Dibuka Lebih Luas, Produk Olahan Jadi Fokus Ekspor

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:00 WIB

KDKMP Ikuti Magang di Bandung dan Lamongan untuk Perkuat Model Bisnis Desa

Berita Terbaru