AIYEP 2026, Kemenpora Tekankan Diplomasi Pemuda dan Kontribusi Nyata bagi Indonesia

- Jurnalis

Kamis, 5 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Delegasi Indonesia mengikuti pembekalan Pre-Departure Training AIYEP 2026 di Jakarta pada 3–5 November 2026 sebagai persiapan mengikuti program pertukaran pemuda di Australia (foto: kementerian pemuda dan olahraga)

Delegasi Indonesia mengikuti pembekalan Pre-Departure Training AIYEP 2026 di Jakarta pada 3–5 November 2026 sebagai persiapan mengikuti program pertukaran pemuda di Australia (foto: kementerian pemuda dan olahraga)

Sisipublik.com – AIYEP 2026 menjadi kesempatan bagi 21 pemuda Indonesia untuk memperkuat diplomasi pemuda sekaligus membawa pengalaman internasional menjadi kontribusi nyata bagi daerah asal. Karena itu, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) membekali para delegasi dengan penguatan karakter, wawasan lintas budaya, dan kemampuan beradaptasi sebelum mereka berangkat ke Australia.

Sebanyak 21 pemuda dari 21 provinsi mengikuti Pre-Departure Training (PDT) Australia-Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP) 2026 di Hotel Santika Premiere Slipi, Jakarta, pada 3–5 November 2026.

Pembekalan AIYEP 2026 tidak hanya mempersiapkan peserta menghadapi kehidupan di negara tujuan, tetapi juga menanamkan tanggung jawab sebagai representasi Indonesia dalam membangun hubungan persahabatan internasional.

AIYEP 2026 Perkuat Tiga Karakter Utama Delegasi

Plt. Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kemenpora, Hendro Wicaksono, menekankan tiga karakter yang harus menjadi pegangan para delegasi, yakni patriotik, gigih, dan berempati.

Dalam inaugurasi AIYEP 2026 pada 4 November 2026, Hendro menjelaskan bahwa patriotisme mencerminkan nasionalisme dan semangat bela negara. Sementara itu, kegigihan membantu pemuda menghadapi tantangan, sedangkan empati menjadi landasan untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman.

“Pembangunan karakter itu sangat penting. Pemuda, terutama delegasi AIYEP, harus memiliki tiga unsur, yaitu patriotik, gigih, dan berempati,” ujar Hendro.

Menurutnya, ketiga karakter tersebut penting karena para delegasi tidak hanya membawa identitas pribadi, tetapi juga merepresentasikan Indonesia selama mengikuti program pertukaran pemuda di Australia.

Baca Juga :  Nuzran Joher Ketua Ombudsman RI, DPR RI Resmi Tetapkan Masa Jabatan 2026–2031

Pembekalan Mencakup Adaptasi dan Diplomasi Budaya

Untuk mendukung kesiapan peserta, panitia menghadirkan sejumlah materi dalam kegiatan PDT. Materi tersebut meliputi Wirasena: Patriotik, Gigih, Berempati, AIYEP 101, From Data to Impact, Far From Home, dan Living in Australia.

Selain materi pembekalan, peserta mengikuti orientasi serta persiapan penampilan budaya. Rangkaian kegiatan ini membantu delegasi memahami lingkungan baru, mengenali tantangan kehidupan di luar negeri, dan mempersiapkan diri untuk berinteraksi dengan masyarakat Australia.

Lebih lanjut, Hendro mengingatkan bahwa AIYEP bukan sekadar kegiatan pertukaran budaya. Program yang berlangsung sejak 1982 ini juga membuka ruang bagi pemuda kedua negara untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, dan mempererat hubungan bilateral.

Ia mendorong peserta mempelajari praktik baik selama berada di Australia. Namun, para delegasi perlu menyesuaikan pengalaman tersebut dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat Indonesia.

“Kalau kita melihat negara-negara maju, prinsipnya mudah. Ambil yang baik, buang yang jelek. Negara maju karena mengambil hal-hal baik dari negara lain dan memperbaiki hal-hal yang kurang baik,” tuturnya.

Keberagaman Indonesia Menjadi Modal Diplomasi Pemuda

Selain memperluas wawasan, para delegasi mengemban tanggung jawab memperkenalkan kekayaan Indonesia kepada masyarakat Australia.

Hendro menyoroti keberagaman Indonesia yang memiliki sekitar 17.000 pulau, 38 provinsi, dan ratusan bahasa daerah. Menurutnya, kekayaan tersebut dapat menjadi modal untuk membangun persahabatan, memperkuat pemahaman lintas budaya, serta membuka peluang kerja sama internasional.

Baca Juga :  Bantuan Pertanian Jatim Rp3 Triliun, Pembibitan Ayam Jadi Fokus Tambahan Anggaran

Oleh karena itu, para peserta perlu menunjukkan sikap terbuka tanpa kehilangan identitas kebangsaan. Mereka harus mampu membangun hubungan dengan pemuda Australia sekaligus memperkenalkan nilai dan budaya Indonesia.

Hendro juga menegaskan bahwa keberhasilan program tidak cukup diukur dari pengalaman peserta selama berada di Australia. Dampak setelah mereka kembali ke daerah masing-masing menjadi bagian penting dari tujuan pertukaran pemuda tersebut.

“Tumbuh, wawasan dan pergaulannya tumbuh. Bergerak untuk memajukan diri, daerah, dan Indonesia. Kemudian berdampak bagi daerah masing-masing,” ungkapnya.

Delegasi Indonesia Jalani Program Empat Minggu di Melbourne

AIYEP 2026 melibatkan 21 delegasi Indonesia dan 21 delegasi Australia. Setelah menyelesaikan pembekalan di Jakarta, delegasi Indonesia dijadwalkan mengikuti program selama empat minggu di Melbourne.

Selanjutnya, rangkaian kegiatan berlanjut di Indonesia melalui interaksi dengan masyarakat dan komunitas lokal. Tahapan tersebut memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperluas pengalaman pertukaran budaya sekaligus membangun hubungan antarpemuda kedua negara.

Dengan demikian, program ini diharapkan menghasilkan manfaat yang berkelanjutan, bukan sekadar pengalaman perjalanan internasional. Para delegasi diharapkan membawa pengetahuan, jejaring, dan praktik baik untuk mendukung perkembangan komunitas di daerah masing-masing.

Menutup arahannya, Hendro berpesan agar para delegasi tetap menjaga semangat kebangsaan ketika menjalin persahabatan dengan pemuda Australia.

“Para pemuda Indonesia-Australia bersahabat, tetap patriotik Indonesia di hati, berempati jadi jati diri,” pungkasnya.

Berita Terkait

Pengawasan Umrah Sepanjang Tahun Disiapkan, Kemenhaj Bidik Bandara Keberangkatan Utama
Mentan Amran Siapkan Skema Cadangan Jagung, Peternak Bisa Akses Pasokan Saat Paceklik
PM-AAS Grobogan Tembus 3.500 Hektare, Kementan Uji Target Panen 11 Ton per Hektare
Agen Perlinsos Digital Libatkan 18 Juta Keluarga, Gus Ipul Tegaskan Sistem yang Menentukan Penerima Bansos
Kerja Sama Pertanian Indonesia-Tiongkok Bidik Produksi Bawang Putih, Ketergantungan Impor Jadi Sorotan
MagangHub Batch 3 Buka Rekrutmen, Simak Jadwal Seleksi dan Pengumuman
Dekarbonisasi Transportasi Jadi Prioritas Kemenhub, Angkutan Umum hingga Kereta Listrik Didorong
Skema Baru PBI-JK Perluas Perlindungan Kesehatan hingga Desil 8, Ini Pembagian Anggarannya
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 09:00 WIB

Pengawasan Umrah Sepanjang Tahun Disiapkan, Kemenhaj Bidik Bandara Keberangkatan Utama

Jumat, 6 November 2026 - 07:00 WIB

Mentan Amran Siapkan Skema Cadangan Jagung, Peternak Bisa Akses Pasokan Saat Paceklik

Jumat, 6 November 2026 - 06:00 WIB

PM-AAS Grobogan Tembus 3.500 Hektare, Kementan Uji Target Panen 11 Ton per Hektare

Kamis, 5 November 2026 - 19:00 WIB

Agen Perlinsos Digital Libatkan 18 Juta Keluarga, Gus Ipul Tegaskan Sistem yang Menentukan Penerima Bansos

Kamis, 5 November 2026 - 17:04 WIB

AIYEP 2026, Kemenpora Tekankan Diplomasi Pemuda dan Kontribusi Nyata bagi Indonesia

Berita Terbaru