Standardisasi Mutu Beras Oransbari Jadi Kunci Menembus Pasar Premium

- Jurnalis

Selasa, 27 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pendampingan pengolahan gabah dan penyortiran beras di Oransbari menjadi bagian dari upaya meningkatkan mutu dan nilai jual Beras Premium Oransbari (foto: TIM TEP 20 ITS)

Pendampingan pengolahan gabah dan penyortiran beras di Oransbari menjadi bagian dari upaya meningkatkan mutu dan nilai jual Beras Premium Oransbari (foto: TIM TEP 20 ITS)

Sisipublik.com – Standardisasi mutu beras Oransbari menjadi langkah penting bagi petani di Distrik Oransbari, Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat, untuk meningkatkan nilai jual hasil panen dan memperluas jangkauan pasar. Melalui pendampingan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 20 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, petani dan pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) mempelajari pengolahan gabah yang lebih konsisten hingga pengemasan beras siap jual.

Selama ini, Oransbari dikenal sebagai salah satu sentra produksi pangan di Papua Barat. Beras dari wilayah tersebut memiliki karakteristik pulen, tetapi proses pengeringan dan penyortiran yang belum seragam membuat kualitas produk belum konsisten.

Karena itu, standardisasi mutu beras Oransbari menjadi salah satu upaya untuk membangun identitas produk lokal yang mampu bersaing di pasar premium. Perbaikan proses produksi juga membuka peluang bagi petani dan BUMDes untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian.

Standardisasi Mutu Beras Oransbari Dimulai dari Pengolahan Gabah

Dalam kegiatan pembekalan pada 20 Oktober 2026, TEP 20 ITS mendampingi petani dan pengelola BUMDes Margomulyo dalam memahami tahapan pengolahan gabah. Materi pendampingan mencakup pengoperasian mesin penggilingan, penyortiran butiran beras utuh, serta penyiapan kemasan yang menarik.

Baca Juga :  Macron Sambut Positif Akses Pasar Indonesia untuk Produk Susu dan Daging Sapi Prancis

Direktur BUMDes Margomulyo, Ilham, berharap masyarakat dapat mengembangkan merek beras yang mencerminkan identitas daerah.

“Saya sebagai anak muda ingin Oransbari ke depan punya produk beras sendiri, Beras Premium Oransbari,” kata Ilham dalam kegiatan tersebut.

Sementara itu, anggota Tim 20 TEP ITS, Muhamad Iqbal Sidiq, menilai pendampingan langsung membantu tim memahami kebutuhan masyarakat secara lebih tepat. Menurut dia, bantuan peralatan perlu berjalan bersama peningkatan kemampuan warga dalam mengoperasikan dan memanfaatkan teknologi pengolahan.

Dengan demikian, petani tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis, tetapi juga dapat menerapkan proses produksi yang lebih konsisten dalam kegiatan usaha sehari-hari.

Produktivitas dan Kualitas Menentukan Daya Saing

Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua Barat, Syukur Syarif, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara peningkatan produktivitas dan mutu hasil pertanian.

“Yang pertama adalah produktivitas, kemudian yang berikutnya adalah kualitas,” kata Syukur pada 19 Oktober 2026.

Peningkatan produksi perlu berjalan bersama pengendalian mutu agar petani memperoleh nilai tambah dari hasil panen. Dalam pengolahan beras, proses pengeringan, penggilingan, dan pemilahan butiran menjadi tahapan penting untuk menjaga keseragaman produk sebelum memasuki pasar.

Selain itu, keterlibatan kelompok tani, BUMDes, dan pelaku usaha dapat memperkuat penerapan teknologi pengolahan sekaligus mendukung pengembangan usaha beras lokal.

Baca Juga :  Prabowo Siapkan Strategi Hadapi El Nino 2026, Perkuat Modifikasi Cuaca dan Cegah Karhutla

Beras Premium Oransbari dan Peluang Ekonomi Kawasan Transmigrasi

Pengembangan beras Oransbari juga sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat kemandirian pangan nasional. Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Jakarta pada 21 Oktober 2026, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya swasembada pangan di tengah ketidakpastian global.

Di sisi lain, Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mendorong masyarakat di kawasan transmigrasi mengembangkan produk unggulan berdasarkan kebutuhan pasar. Pendekatan tersebut menempatkan peluang pembeli dan peningkatan pendapatan sebagai pertimbangan penting dalam pengembangan usaha lokal.

Melalui Program Ekspedisi Patriot 2026, Kementerian Transmigrasi bersama perguruan tinggi mendorong pengembangan potensi ekonomi masyarakat di kawasan transmigrasi.

Di Oransbari, upaya standardisasi pengolahan menjadi tahap awal untuk memperkuat identitas Beras Premium Oransbari. Namun, keberhasilan menembus pasar yang lebih luas juga memerlukan konsistensi mutu, kemasan yang sesuai, serta strategi pemasaran yang mampu menjangkau calon pembeli.

Dengan langkah tersebut, petani dan BUMDes memiliki peluang untuk meningkatkan nilai jual beras lokal sekaligus memperkuat peran Oransbari sebagai salah satu sentra pangan di Papua Barat.

Berita Terkait

Wamendag Roro Tekankan Riset Pasar untuk Perluas Ekspor Produk Kreatif Indonesia
Tambahan Produksi Gas Kalimantan Timur Capai 290 MMSCFD, Pemerintah Perkuat Pasokan Energi
Terve Chocolate Angkat Cita Rasa Nusantara ke Pasar Global Lewat Kakao Lokal
Investasi FreeNow di Morowali Berpotensi Serap 1.000 Tenaga Kerja Lokal
Transaksi Emas Digital Tembus Rp299 Triliun, Bappebti Soroti Keamanan Investasi
Sumur Rakyat Berizin Jadi Andalan, Bahlil Siapkan Etanol untuk Kurangi Impor Bensin
Defisit APBN 2027 Turun Jadi 2,4 Persen, Suahasil Nazara Prioritaskan Efisiensi Belanja
Waralaba Lokal Bidik Pasar Global, Mendag Dorong Anak Muda Mulai Berwirausaha
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Standardisasi Mutu Beras Oransbari Jadi Kunci Menembus Pasar Premium

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Wamendag Roro Tekankan Riset Pasar untuk Perluas Ekspor Produk Kreatif Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Tambahan Produksi Gas Kalimantan Timur Capai 290 MMSCFD, Pemerintah Perkuat Pasokan Energi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Terve Chocolate Angkat Cita Rasa Nusantara ke Pasar Global Lewat Kakao Lokal

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Investasi FreeNow di Morowali Berpotensi Serap 1.000 Tenaga Kerja Lokal

Berita Terbaru