Sisipublik.com – Akses energi bersih di percepat melalui pembangunan jaringan gas bumi (jargas) berbasis Compressed Natural Gas (CNG). Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan 160.000 sambungan rumah tangga pada 2026 untuk memperluas layanan energi di daerah yang belum terjangkau jaringan pipa gas bumi.
Program tersebut menjadi solusi untuk menghadirkan pasokan gas bagi masyarakat tanpa menunggu pembangunan pipa transmisi yang membutuhkan biaya besar dan waktu panjang. Pemerintah juga menyiapkan kajian teknis di setiap daerah sebelum proses lelang di mulai pada akhir Juli 2026.
Akses energi bersih di percepat melalui pemanfaatan teknologi CNG yang dinilai lebih fleksibel. Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan pemerintah saat ini menyelesaikan kajian kesiapan kota-kota yang akan menerima program tersebut.
Menurut Yuliot, pembangunan jargas CNG akan menyasar sejumlah daerah di Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Pemerintah mempertimbangkan kesiapan wilayah serta kedekatannya dengan sumber gas bumi agar distribusi berjalan lebih efisien.
Akses Energi Bersih Dipercepat dengan Target Lebih Besar pada 2027
Selain target 160.000 sambungan rumah pada 2026, pemerintah telah menyiapkan perluasan program melalui dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Yuliot menjelaskan, pemerintah menargetkan pembangunan satu juta sambungan rumah pada 2027. Persiapan anggaran terus berjalan agar realisasi program dapat berlangsung pada 2028.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam meningkatkan pemanfaatan gas bumi di sektor rumah tangga. Di sisi lain, program ini juga mendukung upaya pengurangan ketergantungan terhadap impor LPG.
Dengan cakupan yang lebih luas, pemerintah berharap masyarakat memperoleh akses energi yang lebih terjangkau dan berkelanjutan.
Akses Energi Bersih Dipercepat melalui Jargas CNG di Sleman
Implementasi jargas berbasis CNG di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menunjukkan perkembangan positif. Saat ini, jaringan tersebut telah melayani 4.545 rumah tangga, enam pelanggan kecil, dan empat pelanggan komersial.
Untuk mendukung distribusi gas, jaringan yang tersedia memiliki panjang lebih dari 141 kilometer. Rata-rata penyaluran gas bumi mencapai sekitar 84.000 meter kubik per bulan. Jumlah tersebut setara dengan pemanfaatan sekitar 64 metrik ton LPG setiap bulan.
Direktur Utama PGN Arief K. Risdianto mengatakan inovasi CNG Clustering mampu memperluas layanan gas bumi di daerah yang belum tersambung dengan jaringan transmisi utama.
Menurut Arief, sistem distribusi CNG telah menyesuaikan standar keamanan. Teknologi pressure regulating system (PRS) membantu mengatur tekanan gas sebelum mengalir ke pelanggan sehingga distribusi berlangsung lebih aman dan stabil.
Jargas CNG Dukung Ketahanan Energi Nasional
Selain memperluas akses energi, keberadaan jargas memberikan kemudahan bagi masyarakat karena pasokan gas tersedia secara berkelanjutan. Warga tidak perlu mengganti tabung LPG secara berkala sehingga penggunaan energi menjadi lebih praktis.
Di samping itu, program jargas berbasis CNG turut mendukung penguatan ketahanan energi nasional. Pemerintah dan PGN terus mendorong efisiensi penggunaan energi rumah tangga melalui pemanfaatan gas bumi yang lebih ramah lingkungan.
Dengan percepatan pembangunan tersebut, akses energi yang merata di berbagai daerah di harapkan semakin cepat terwujud. (j/*)










Komentar