Sisipublik.com – Menjelang Hari Raya Idul Adha, penggunaan kresek hitam untuk membungkus daging kurban mungkin masih digunakan di sejumlah daerah. Padahal, plastik jenis ini bukan di rekomendasikan untuk kontak langsung dengan makanan.
Kesadaran masyarakat terhadap keamanan pangan kini terus meningkat. Banyak panitia kurban mulai beralih memakai pembungkus yang lebih aman seperti daun pisang atau kertas makanan
Spesialis penyakit dalam konsultan hematologi-onkologi, Andhika Rachman, menjelaskan penggunaan plastik non food grade dalam waktu singkat umumnya tidak menimbulkan risiko besar, selama daging segera di pindahkan ke wadah yang lebih aman.
Menurutnya, daging kurban biasanya langsung di bersihkan atau di masak pada hari yang sama setelah di terima di rumah. Karena waktu kontak dengan plastik hanya sebentar, potensi paparan bahan dari kemasan di nilai relatif kecil.
Ia mengingatkan masyarakat lebih memperhatikan cara mengolah daging. Daging yang di bakar terlalu lama hingga gosong atau konsumsi makanan olahan secara berlebihan justru perlu mendapat perhatian lebih dalam pola makan sehari-hari.
Sementara itu, guru besar teknologi pangan dari Institut Pertanian Bogor, Purwiyatno Hariyadi, mengingatkan plastik hitam berisiko melepaskan komponen tertentu saat bersentuhan langsung dengan makanan.
Ia menjelaskan, kemasan food grade di rancang agar tidak memindahkan zat dari bahan pembungkus ke makanan. Tujuannya menjaga kualitas pangan sekaligus mendukung keamanan konsumsi.
Untuk pembagian daging kurban, penggunaan wadah yang bersih dan aman seperti plastik food grade atau daun pisang menjadi pilihan yang lebih di sarankan agar kualitas daging tetap terjaga hingga sampai ke rumah penerima. (j/*)










Komentar