Sisipublik.com – Akses Listrik Jawa Barat menjadi salah satu prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam pemerataan pembangunan. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menargetkan seluruh masyarakat di provinsi tersebut sudah menikmati layanan listrik paling lambat pada 2027. Saat ini, sekitar 70 ribu warga masih belum memperoleh akses listrik.
Menurut Dedi Mulyadi, jumlah tersebut menunjukkan kemajuan yang cukup signifikan. Sebelumnya, sekitar 500 ribu warga Jawa Barat belum memiliki akses listrik. Kini, pemerintah terus mempercepat pembangunan jaringan agar seluruh masyarakat segera menikmati layanan energi yang merata.
Pada kunjungannya ke Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) Legok Nangka, Kabupaten Bandung, Rabu (29/7/2026), Dedi menegaskan bahwa Akses Listrik Jawa Barat harus menjangkau seluruh wilayah tanpa terkecuali. Ia optimistis target penyelesaian dapat tercapai pada tahun depan sehingga tidak ada lagi warga yang hidup tanpa aliran listrik.
Pemerintah Dorong Pemerataan Manfaat Energi
Selain memperluas jaringan listrik, Dedi juga mengusulkan kebijakan jangka panjang yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat di daerah penghasil energi. Menurutnya, desa yang menjadi lokasi pembangkit energi layak memperoleh tarif listrik yang lebih terjangkau.
Ia menilai masyarakat yang tinggal di kawasan penghasil energi berperan penting dalam menjaga keberlangsungan sumber daya tersebut. Karena itu, pemerintah perlu memberikan apresiasi melalui biaya listrik yang lebih ringan.
Daerah Penghasil Energi Dinilai Layak Mendapat Insentif
Dedi menjelaskan bahwa daerah penghasil energi mencakup kawasan dengan pembangkit listrik tenaga panas bumi (geotermal), tenaga surya, tenaga air, hingga pembangkit listrik tenaga sampah. Bahkan, ia mengusulkan agar desa penghasil energi panas bumi dapat menikmati listrik secara gratis sebagai bentuk penghargaan atas kontribusinya.
Menurutnya, kebijakan tersebut juga dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap keberlanjutan fasilitas energi. Dengan begitu, warga akan memiliki dorongan lebih besar untuk menjaga lingkungan sekaligus mendukung operasional pembangkit listrik di wilayahnya.
Pemerataan Infrastruktur Energi Jadi Fokus Pemprov Jabar
Di sisi lain, Dedi menilai masih terdapat ketimpangan karena sebagian masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan pembangkit energi belum sepenuhnya menikmati layanan listrik yang memadai. Oleh sebab itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus memperkuat pembangunan infrastruktur energi di berbagai daerah.
Melalui langkah tersebut, pemerintah berharap pemerataan layanan listrik dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperluas akses energi, serta memastikan hasil pembangunan dirasakan secara merata oleh seluruh warga di Jawa Barat. Dengan target penyelesaian pada 2027, pemerintah optimistis seluruh masyarakat dapat menikmati manfaat listrik sebagai kebutuhan dasar kehidupan sehari-hari. (j/*)











Komentar