Sisipublik.com – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia di bidang teknologi tinggi melalui program pelatihan semikonduktor bagi talenta muda Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem industri semikonduktor nasional yang berdaya saing global.
Program Pelatihan Semikonduktor Bersama Arm yang di gelar pada Kamis (22/5) menjadi salah satu inisiatif strategis untuk mendukung pengembangan teknologi nasional melalui kolaborasi antara dunia pendidikan, riset, dan industri.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama antara Danantara Indonesia, Arm, Kemdiktisaintek, serta dukungan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia. Pada tahap awal, pelatihan ini di ikuti sekitar 1.000 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, peneliti, lulusan baru, hingga tenaga profesional di bidang teknologi.
Peserta mendapatkan pelatihan intensif mengenai desain chip berbasis teknologi Arm selama tiga hari. Ke depan, program ini di targetkan berkembang secara bertahap hingga mampu menjangkau sekitar 15.000 talenta Indonesia.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia menjadi fondasi penting dalam membangun industri semikonduktor nasional.
Menurutnya, Indonesia memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai negara dengan industri berbasis teknologi maju apabila di dukung oleh talenta muda yang kompeten dan inovatif.
Industri semikonduktor di nilai memiliki peran penting dalam mendukung berbagai teknologi modern, seperti kecerdasan buatan, perangkat digital, kendaraan listrik, hingga pusat data. Karena itu, pengembangan talenta di sektor ini dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan transformasi digital Indonesia.
Selain program pelatihan, pemerintah turut mengumumkan rencana penyelenggaraan “Indonesia 2026 Semiconductor Hackathon”. Kegiatan tersebut akan melibatkan mahasiswa, akademisi, peneliti, dan praktisi industri untuk mengembangkan desain chip yang mendukung teknologi Internet of Things (IoT), smart energy, smart agriculture, dan komputasi masa depan.
Melalui berbagai program tersebut, Kemdiktisaintek berharap Indonesia dapat memperkuat posisi dalam rantai industri semikonduktor global sekaligus menciptakan lebih banyak talenta unggul di bidang teknologi strategis. (J/*)










Komentar