Sisipublik.com – Peluang Timnas Bola Voli Putra Indonesia U-18 menuju perempat final semakin menipis. Garuda Muda menelan kekalahan pada ajang AVC U-18 Championship 2026.
Meski demikian, Timnas Bola Voli Putra Indonesia U-18 masih memiliki satu pertandingan penting. Laga terakhir fase grup akan menentukan peluang Indonesia memperbaiki posisi klasemen.
Pada pertandingan kedua Grup A, Indonesia menyerah 0-3 dari Chinese Taipei.
Laga berlangsung di Haikou Wuyuanhe Gymnasium, Haikou, China, Senin, 13 Juli 2026.
Indonesia kalah dengan skor 30-32, 16-25, dan 24-26.
Sebelumnya, Garuda Muda juga belum berhasil meraih kemenangan.
China mengalahkan Indonesia 3-1 pada pertandingan pembuka.
Meski kalah, Indonesia sempat memberikan tekanan kepada tuan rumah.
Performa tersebut menunjukkan potensi besar skuad muda Indonesia.
Namun, kekalahan dari Chinese Taipei membuat persaingan Grup A semakin berat.
Kini Indonesia berada dalam situasi yang tidak mudah.
Selanjutnya, Garuda Muda akan menghadapi Hong Kong.
Pertandingan berlangsung pada Selasa, 14 Juli 2026.
Kemenangan menjadi target utama Indonesia.
Selain itu, hasil positif dapat memperbaiki posisi di klasemen akhir Grup A.
Grup A dihuni China, Indonesia, Chinese Taipei, dan Hong Kong.
Dua tim terbaik akan melaju ke babak perempat final.
Sementara itu, peringkat ketiga dan keempat akan bersaing pada perebutan posisi sembilan hingga enam belas.
AVC U-18 Championship 2026 berlangsung pada 12 hingga 18 Juli 2026.
Sebanyak 16 negara mengikuti kejuaraan tersebut.
Turnamen ini juga menjadi jalur kualifikasi menuju Kejuaraan Dunia Voli Putra U-19 FIVB 2027.
Empat tim semifinal akan mewakili Asia pada ajang dunia tersebut.
Timnas Bola Voli Putra Indonesia U-18 Akui Performa Menurun
Pelatih Indonesia U-18, Odyk Hermanto, mengakui performa tim mengalami penurunan.
Ia menilai kondisi fisik dan mental pemain menjadi penyebab utama.
Menurut Odyk, salah satu pemain kunci mengalami gangguan kesehatan.
Kondisi tersebut memengaruhi keseimbangan permainan tim.
Selain itu, rasa percaya diri pemain juga menurun.
Akibatnya, para pemain ragu mengambil keputusan saat pertandingan berlangsung.
Odyk menilai situasi tersebut membuat pola permainan tidak berkembang.
Ia juga mengungkapkan hasil evaluasi sebelum pertandingan belum berjalan sesuai harapan.
Tim pelatih telah menyiapkan pembenahan pada sektor pertahanan.
Namun, para pemain belum mampu menerapkannya secara maksimal.
Menurut Odyk, faktor mental masih menjadi pekerjaan besar.
Rotasi pemain juga belum menghasilkan perubahan signifikan.
Performa tim sempat meningkat.
Namun, ritme permainan kembali menurun setelah beberapa waktu.
Sebelumnya, Odyk menilai tim tampil cukup baik saat menghadapi China.
Hanya saja, adaptasi pada awal pertandingan berjalan lambat.
Selain itu, Indonesia masih menghadapi kendala pada sektor blok.
Perbedaan postur pemain lawan menjadi tantangan tersendiri.
Koordinasi pertahanan juga masih membutuhkan perbaikan.
Timnas Bola Voli Putra Indonesia U-18 Gagal Maksimalkan Poin Penting
Meski kalah, Indonesia sempat memberikan perlawanan sengit.
Set pertama berlangsung sangat ketat.
Kedua tim saling mengejar angka hingga melewati poin ke-25.
Indonesia beberapa kali memiliki peluang memenangi set tersebut.
Namun, Chinese Taipei tampil lebih tenang pada momen penentuan.
Set pertama berakhir dengan skor 30-32.
Selanjutnya, Chinese Taipei menguasai jalannya set kedua.
Indonesia kesulitan mengembangkan serangan.
Lawan akhirnya menutup set kedua dengan kemenangan 25-16.
Memasuki set ketiga, Garuda Muda kembali menunjukkan semangat.
Indonesia mampu menjaga persaingan hingga akhir pertandingan.
Namun, Chinese Taipei kembali memanfaatkan poin-poin krusial.
Set ketiga berakhir dengan skor 24-26.
Hasil tersebut membuat Indonesia belum meraih kemenangan dalam dua pertandingan Grup A.
Kini seluruh perhatian tertuju pada laga melawan Hong Kong.
Garuda Muda membutuhkan kemenangan agar mampu menutup fase grup dengan hasil lebih baik sekaligus menjaga peluang finis di posisi yang lebih menguntungkan. (j/*)










Komentar