Sisipublik.com – Transjabodetabek Jadi Solusi Kemacetan terus menjadi fokus Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam meningkatkan layanan transportasi publik lintas daerah. Pemerintah mulai mengkaji penambahan sejumlah rute baru setelah menerima usulan dari Pemerintah Kota Depok. Langkah ini bertujuan memperkuat konektivitas masyarakat di wilayah penyangga sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas menuju Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menilai transportasi massal antardaerah kini menjadi kebutuhan masyarakat yang setiap hari beraktivitas di Jakarta. Karena itu, pemerintah terus mendorong pengembangan jaringan Transjabodetabek agar semakin banyak warga beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.
Transjabodetabek Jadi Solusi Kemacetan juga dinilai efektif berdasarkan operasional sejumlah rute yang telah berjalan. Menurut Pramono, layanan tersebut mampu membantu mobilitas warga, terutama pada jam keberangkatan dan kepulangan kerja yang selama ini menjadi waktu dengan tingkat kemacetan tertinggi.
Selain itu, Pramono mengungkapkan bahwa dirinya telah mempelajari usulan dari Pemerintah Kota Depok mengenai penambahan lima rute Transjabodetabek. Dalam waktu dekat, Pemprov DKI Jakarta bersama Pemerintah Kota Depok akan menggelar pembahasan untuk menindaklanjuti usulan tersebut.
Ia menegaskan bahwa setiap penambahan rute harus melalui kajian menyeluruh. Pemerintah ingin memastikan jalur yang di buka benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung sistem transportasi yang lebih terintegrasi.
Transjabodetabek Jadi Solusi Kemacetan Lewat Penambahan Rute
Usulan lima rute baru di harapkan mampu memperluas jangkauan layanan Transjabodetabek bagi warga Depok yang setiap hari melakukan perjalanan menuju Jakarta. Dengan jaringan yang semakin luas, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan transportasi yang nyaman, aman, dan efisien.
Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta bersama Pemerintah Kota Depok telah meresmikan operasional rute Transjabodetabek D41 Sawangan-Lebak Bulus pada 4 Juni 2026. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyampaikan bahwa kehadiran jalur tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan transportasi publik yang nyaman dan terhubung dengan berbagai wilayah penyangga.
Rute D41 melayani perjalanan melalui Tol Depok-Antasari (Desari). Waktu tempuh pulang-pergi mencapai sekitar 150 menit pada jam sibuk dan sekitar 70 menit di luar jam padat.
Saat ini, layanan tersebut menggunakan 10 unit bus yang melayani enam titik pemberhentian di wilayah Jakarta serta lima titik pemberhentian di luar Jakarta. Pemerintah berharap layanan ini semakin mendorong masyarakat beralih menggunakan transportasi umum sehingga kemacetan dan emisi kendaraan dapat berkurang secara bertahap.
Ke depan, hasil pembahasan antara Pemprov DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Depok akan menentukan realisasi penambahan lima rute baru Transjabodetabek. Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, pengembangan jaringan transportasi massal tersebut dapat memperkuat mobilitas masyarakat sekaligus mendukung sistem transportasi perkotaan yang lebih terintegrasi. (j/*)










Komentar