Charging Cycle Baterai Motor Listrik: Begini Cara Menghitung Siklus Pakai agar Baterai Lebih Awet

- Jurnalis

Senin, 8 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Charging Cycle Baterai Motor Listrik: Begini Cara Menghitung Siklus Pakai agar Baterai Lebih Awet (foto: unitedmotor)

Charging Cycle Baterai Motor Listrik: Begini Cara Menghitung Siklus Pakai agar Baterai Lebih Awet (foto: unitedmotor)

Sisipublik.com – Charging Cycle Baterai Motor Listrik menjadi salah satu istilah penting yang perlu dipahami pengguna kendaraan listrik. Banyak orang masih menganggap satu kali mengisi daya otomatis setara dengan satu siklus baterai. Padahal, perhitungan life cycle atau siklus hidup baterai lithium-ion tidak berlangsung sesederhana itu.

Pemahaman yang tepat membantu pengguna memperkirakan umur pakai baterai sekaligus menjaga performanya dalam jangka panjang. Selain itu, life cycle juga menjadi salah satu indikator utama yang menunjukkan tingkat kesehatan baterai motor listrik.

Menurut Abdul, pemilik bengkel Dolland Motor Electric di Bekasi, Charging Baterai Motor Listrik tidak bergantung pada jumlah baterai terhubung ke charger. Perhitungan siklus justru mengacu pada total penggunaan daya yang mencapai 100 persen secara akumulatif.

Charging Cycle Baterai Motor Listrik Bukan Sekadar Frekuensi Cas

Abdul menjelaskan, penggunaan daya baterai sebesar 30 persen pada hari pertama belum membentuk satu charging cycle. Jika pada hari berikutnya pengguna menghabiskan 70 persen daya, maka total penggunaan mencapai 100 persen dan baru dihitung sebagai satu siklus.

Baca Juga :  IIMS Surabaya 2026 Cetak Rekor Kunjungan, Lebih dari 36 Ribu Pengunjung Hadiri Pameran Otomotif

Dengan kata lain, baterai tidak harus kosong terlebih dahulu sebelum pengguna mengisinya kembali. Pengisian daya sebagian atau parsial tetap menjadi bagian dari perhitungan siklus selama total konsumsi energi akhirnya mencapai 100 persen.

Karena itu, mengisi baterai dari 70 persen ke 100 persen tidak langsung menghasilkan satu charging cycle. Siklus baru terbentuk setelah akumulasi penggunaan daya mencapai satu putaran penuh.

Charging Cycle Baterai Motor Listrik dan Pengaruhnya terhadap Umur Pakai

Charging Cycle Baterai Motor Listrik berhubungan langsung dengan usia baterai. Semakin banyak siklus yang dilalui, kapasitas penyimpanan energi akan berkurang secara bertahap akibat proses degradasi alami pada sel lithium-ion.

Setiap produsen biasanya menetapkan batas jumlah siklus tertentu sebagai acuan umur baterai. Setelah melewati ribuan siklus, kemampuan baterai dalam menyimpan energi mulai menurun meskipun baterai masih dapat di gunakan.

Sebagai contoh, baterai yang awalnya mampu menyimpan energi hingga 100 persen dapat mengalami penurunan kapasitas menjadi sekitar 80 persen setelah mencapai jumlah siklus tertentu. Namun, proses tersebut berlangsung secara bertahap dan tidak terjadi secara tiba-tiba.

Baca Juga :  Inovasi Bawang Merah Berkelanjutan Dorong Sistem Produksi yang Lebih Efisien

Faktor yang Memengaruhi Ketahanan Baterai

Selain jumlah siklus, beberapa faktor lain turut menentukan ketahanan baterai motor listrik. Suhu operasional, kualitas sel baterai, pola pengisian daya, serta kebiasaan penggunaan harian memiliki peran penting dalam menjaga performa baterai.

Pengguna yang menerapkan pola pengisian daya secara tepat biasanya memperoleh umur baterai yang lebih panjang. Sebaliknya, penggunaan yang kurang ideal dapat mempercepat penurunan kapasitas.

Oleh sebab itu, pengguna tidak perlu khawatir saat melakukan pengisian daya parsial. Justru, pemahaman mengenai charging cycle membantu pemilik motor listrik merawat baterai secara lebih bijak dan efektif.

Dengan memahami cara kerja life cycle dan charging cycle, pengguna dapat menjaga kesehatan baterai lebih lama, memaksimalkan performa kendaraan, serta mengurangi risiko penurunan kapasitas yang terlalu cepat. (j/*)

Berita Terkait

Instalasi Pengolahan Air Fakfak Menjangkau Enam Kampung, Riset Unpad Atasi Masalah Air Sumur
Konservasi Lahan Miring Jadi Kunci BRIN Jaga Produktivitas Kunyit di Tengah Perubahan Iklim
Radio HF Jadi Andalan Komunikasi Darurat saat Jaringan Seluler dan Satelit Terganggu
Biochar Selaparang Ubah Limbah Jagung Menjadi Penyubur Tanah
Daur Ulang Limbah Panel Surya, BRIN Kembangkan Teknologi Pemulihan Silikon
Cek Garansi iPhone Sebelum Membeli, Ini Cara Memastikan Status Perlindungannya
Cara Cek WiFi Rumah Dipakai Orang Lain dan Memblokir Perangkat Asing
Teknologi PVT BRIN Manfaatkan Panas Panel Surya untuk Pengeringan Hasil Panen
Berita ini 20 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Instalasi Pengolahan Air Fakfak Menjangkau Enam Kampung, Riset Unpad Atasi Masalah Air Sumur

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Konservasi Lahan Miring Jadi Kunci BRIN Jaga Produktivitas Kunyit di Tengah Perubahan Iklim

Minggu, 25 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Radio HF Jadi Andalan Komunikasi Darurat saat Jaringan Seluler dan Satelit Terganggu

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Biochar Selaparang Ubah Limbah Jagung Menjadi Penyubur Tanah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Daur Ulang Limbah Panel Surya, BRIN Kembangkan Teknologi Pemulihan Silikon

Berita Terbaru