Sisipublik.com – Masa pertumbuhan anak memerlukan perhatian khusus, terutama dalam pemenuhan nutrisi harian. Susu adalah Salah satu asupan yang masih penting di berikan. Minum susu hingga remaja dinilai membantu anak memenuhi kebutuhan kalsium dan nutrisi penting yang berperan dalam mendukung pertumbuhan tubuh secara optimal.
Banyak orang tua menganggap kebutuhan susu berkurang setelah anak melewati masa balita. Susu sering kali tidak lagi menjadi bagian utama dalam pola makan sehari-hari. Namun, para ahli kesehatan anak menyarankan agar kebiasaan mengonsumsi susu tetap di lanjutkan hingga masa remaja.
Minum Susu Hingga Remaja Bantu Bangun Cadangan Kalsium
Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang, Prof. DR. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K), menjelaskan bahwa minum susu hingga remaja memiliki manfaat penting dalam pembentukan cadangan kalsium. Tubuh memanfaatkan masa anak-anak hingga remaja untuk membangun massa tulang yang kuat sebagai bekal jangka panjang.
Menurutnya, proses pembentukan tulang berlangsung sangat aktif selama periode pertumbuhan. Karena itu, anak membutuhkan asupan kalsium yang cukup agar perkembangan tulang dapat berlangsung maksimal. Semakin baik cadangan kalsium yang terbentuk sejak dini, semakin besar manfaatnya ketika seseorang memasuki usia dewasa dan lanjut usia.
Selain kalsium, susu juga menyediakan berbagai nutrisi lain yang dibutuhkan tubuh. Kandungan protein, vitamin, mineral, dan karbohidrat membantu memenuhi kebutuhan gizi harian anak selama masa pertumbuhan.
Minum Susu Hingga Remaja Dukung Pertumbuhan Optimal
Prof. Rini menuturkan bahwa susu menjadi salah satu sumber pangan yang mudah diterima anak. Kandungan proteinnya berperan dalam pembentukan jaringan tubuh, perkembangan otot, penyediaan energi, serta mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh.
Meski demikian, kebutuhan protein tidak hanya berasal dari susu. Orang tua tetap perlu menyediakan sumber protein lain melalui pola makan yang beragam dan seimbang. Dengan demikian, kebutuhan nutrisi anak dapat terpenuhi secara lebih optimal.
Selain memperhatikan asupan makanan, keluarga juga perlu memberikan stimulasi yang konsisten sejak usia dini. Nutrisi dan stimulasi menjadi dua faktor utama yang saling melengkapi dalam mendukung perkembangan otak anak.
Stimulasi dan Pola Makan Seimbang Perlu Berjalan Bersama
Lebih lanjut, Prof. Rini menjelaskan bahwa stimulasi dapat di lakukan melalui berbagai aktivitas sederhana yang melibatkan pancaindra anak. Interaksi visual, komunikasi, permainan edukatif, sentuhan, hingga aktivitas fisik membantu mengembangkan kemampuan motorik, bahasa, sosial, dan kemandirian.
Di sisi lain, orang tua juga perlu memperhatikan konsumsi gula harian anak. Asupan gula yang berlebihan dapat memengaruhi kemampuan belajar, daya ingat, serta konsentrasi anak dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Karena itu, penerapan pola makan seimbang menjadi langkah penting. Menu harian anak sebaiknya mencakup protein, vitamin, mineral, serta sumber kalsium yang memadai. Kombinasi nutrisi yang baik dan stimulasi yang tepat membantu proses tumbuh kembang berlangsung lebih optimal hingga masa remaja.
Dukungan Nutrisi untuk Anak Indonesia
Pada kesempatan yang sama, Pendiri dan CEO FEIHE International, Leng Youbin, menyampaikan komitmennya dalam menghadirkan pilihan nutrisi yang mendukung kebutuhan anak Indonesia.
Ia mengatakan setiap anak berhak memperoleh nutrisi yang baik untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka. Melalui AceKid, perusahaan berupaya menghadirkan produk yang mengutamakan kualitas, keterbukaan informasi komposisi, sumber bahan baku yang jelas, serta edukasi yang bertanggung jawab bagi keluarga Indonesia.
Upaya tersebut di harapkan dapat membantu orang tua memperoleh informasi yang lebih baik dalam memilih asupan nutrisi yang sesuai bagi anak selama masa pertumbuhan. (j/*)










Komentar